Sang Pengelana

Sang Pengelana
ANAK SIALAN


__ADS_3

Hari berganti, lima jam lagi para murid keluar dari tanah rahasia.Namun sebelum waktunya berakhir, tiba tiba muncul banyak murid paviliun surgawi dan dewa hampir bersamaan. Kondisi mereka kusut dan sangat kelelahan. Namun wajah mereka menyiratkan kemarahan dan dendam.


Para tetua paviliun surgawi dan dewa mendatangi murid muridnya. Mereka mengajukan banyak pertanyaan mengenai kondisi tersebut. Dengan antusias para murid menceritakan tentang jebakan yang dilakukan oleh Yun San sehingga mereka hanya berputar disuatu tempat sampai hampir kehabisan energi.


"Yun San,,,,,," teriakan menggema seorang tetua dan terdengar diseluruh sekte yin yang. Para murid melesat menuju tanah lapang karena penasaran dengan apa yang terjadi.


"Tetua Hong Gun, kenapa harus marah seperti itu" ucap tetua paviliun langit


"Tetua Huang Yan, murid paviliun langitmu yang bernama Yun San telah menjebak semua murid kami" balas Tetua Hong Gun dengan wajah bengisnya.


"semua bisa diselesaikan oleh dewan penegakan hukum sekte, kenapa tetua seperti ingin turun tangan sendiri" balas Huang Yan.


"kau tak perlu membelanya, aku pastikan murid itu akan dihukum berat" ucap Hong Gun dan terus memancing perdebatan yang semakin memanas.


"hentikan ,,,,," teriak menggema terdengar dari belakang para murid.


"salam leluhur, patriak sekte, tetua penegakan hukum" ucap para murid dan membuka jalan pada enam pria paruh baya yang berjalan menuju tempat para tetua paviliun langit berdiri.


"salam leluhur"


"salam patriak sekte"


"salam tetua penegakan hukum" ucap para tetua.


"kenapa kalian selalu berselisih" tanya patriak sekte.


"Yun San yang menyebabkan kami seperti itu" jawab Hong Gun, lalu menjelaskan apa yang telah disampaikan oleh murid muridnya.


"hahahaha,,,," tawa leluhur sekte terdengar.


"kalian dengarkan baik baik" ucap tetua penegak hukum disertai dengan energi yang membuat suaranya terdengar dengan jelas. Yun San telah melaporkan situasi dan kondisi didalam tanah rahasia. Awalnya murid paviliun surgawi dan dewa mengintimidasi murid lain.


Namun semua murid dari kedua paviliun tidak memperpanjang masalah yang terjadi. Tetapi saat ini murid paviliun surgawi bukan menempuh jalur yang salah. Mereka meminta tetua paviliunnya untuk memberikan keadilan.


"aku akan menjelaskan" lanjut tetua penegakan hukum. Dia telah mengkonfirmasi dengan leluhur sekte. Memang benar ada arai ilusi kecil dipuncak seribu tangga. Itupun bukan Yun San yang membuatnya, tetapi ujian yang dilakukan oleh leluhur agung yang sampai sekarang masih dalam pengasingannya.


Jadi kegagalan mereka didalam arai ilusi karena ketidakmampuan murid tersebut.


"maka tuduhan tetua kepada Yun San sangat tidak beralasan" ucap tetua penegak hukum


"lalu bagaimana Yun San dan yang lain keluar dengan kondisi baik baik saja" tanya Hong Gun

__ADS_1


"para murid tidak memasuki arai ilusi, mereka menghancurkan token saat tak mendapat manfaat dari berkultivasi dipuncak" ucap tetua penegak hukum


"untuk Yun San, setelah berkeliling ditempat yang sama dalam beberapa hari, dia lalu memulihkan staminanya dan menghancurkan token setelah itu" lanjutnya.


Tetua dari paviliun surgawi dan dewa hanya terdiam mendengar penjelasan tersebut. Sedang para muridnya bingung akan sikap yang akan diambil saat ini. Para murid senior hanya berguman dan berbincang pelan dengan murid lain.


Mereka menghujat juniornya dari paviliun surgawi dan dewa. Dan memuji kebesaran hati murid lain yang mengalami intimidasi. Bahkan kecerdikan Yun San mendapat apresiasi lebih oleh hampir semua seniornya.


Setelah menunggu lebih dari lima jam, patriak sekte mengumumkan acara ditanah rahasia sekte telah berakhir. Hampir semua peserta telah kembali, tapi terdata ada lima puluhan murid paviliun surgawi yang hilang. Mereka dinyatakan meninggal didalam dan para tetua menutup kembali tanah rahasia sekte.


Tetua Hong dan yang lain tidak berkutik saat protes untuk memberi kesempatan mereka masuk dan mencari murid yang belum keluar ditolak oleh patriak dan sesepuh sekte. Mereka hanya bisa membubarkan diri seperti kelompok dari paviliun lain.


Tiap paviliun menempati empat puncak yang mengelilingi satu puncak yang menjadi pusat sekte yin yang. Diempat lereng ada rantai besi besar yang menghubungkan kepuncak bagian tengah dan berfungsi sebagai jembatan bagi murid jika hendak menuju tempat tersebut.


Dipuncak yang paling besar terdapat banyak bangunan besar yang tertata rapi. Bangunan tersebut mempunyai fungsi masing masing yaitu, perpustakaan, perbekalan, perbelanjaan, arena pertandingan, alkemis, tempa, misi, penegakan hukum dan terdapat juga kediaman patriak sekte.


Para murid paviliun langit saat ini sedang berkumpul. Murid baru, lama dan murid inti berada didalam aula paviliun langit. Ternyata tidak ada murid luar dipaviliun langit. Mereka semua langsung menjadi murid dalam, karena tidak banyak murid yang bergabung dengan paviliun tersebut.


Jumlah murid paviliun langit saat ini ada seribu murid dengan dua ratus yang telah menjadi murid inti. Jumlah tersebut hanya seperlima dari jumlah murid paviliun surgawi.


Tetapi syarat untuk menjadi murid inti di paviliun langit lebih tinggi dari yang lain. Yaitu mereka harus mencapai tahap langit tingkat sembilan. Sedangkan tiga paviliun lain memperbolehkan murid tahap langit untuk bersaing memperebutkan lima ratus kursi sebagai murid inti.


- Kelas Tiga


- Kelas dua


- Kelas satu


- Kelas A


- Kelas S


Misi kelas tiga adalah yang terendah dan kelas S yang tertinggi. Bahkan ada juga murid yang tak pernah kembali saat mengambil kelas S. Didalam misi tersebut juga terdapat daftar lima puluh buronan sekte yang berbahaya.


Semua murid mendapatkan arahan dari para tetua. Selain itu para murid inti memberikan masukan dengan pengalaman mereka. Dalam kesempatan tersebut para murid saling berkenalan satu sama lain.


Ada juga yang masih terbawa dengan identitasnya diklan atau akademi asal murid tersebut. Yun San yang tak terlalu menonjolkan diri, cenderung pasif. Meski begitu ada tujuh murid yang selalu mendampinginya.


Siang berganti malam. Semua murid telah mendapatkan tempat tinggal dilingkungan murid dalam. Tiap bangunan hanya bisa ditinggali paling banyak tiga orang. Atas pengaturan Han Ji dan adiknya, Yun San mendapatkan tempat tinggal yang berdekatan dengan kelompoknya. Yun San dan Han Joe tinggal bersama, sedang yang lain tinggal dikiri kanan tempat tinggalnya.


Malam yang sepi, Yun San masih terjaga dikamarnya. Dia sedang memeriksa dan mengumpulkan bahan obat menjadi resep pil yang akan dibuatnya. Perlahan Yun San memulai aktivitasnya.

__ADS_1


Saat murid lain sedang istirahat dan sebagian berkultivasi dikamarnya, Yun San mulai menyempurnakan pil dengan bahan yang didapat dari tanah rahasia sekte. Awalnya tak ada yang mengetahui hal tersebut. Tetapi Han Joe akhirnya menyadarinya.


Pagi yang cerah, ketujuh sahabat Yun San terlihat sedang bersantai didepan rumahnya.


"sialan,,, aku takut mengganggunya saat membuat pil" ucap Han Joe


"apakah tak bilang terlebih dahulu" tanya Mu An


"mana dia mau ngomong" serobot Han Suan


"hahaha,,,, dia memang selalu berbuat sesuka hatinya" ucap Han Joe sambil tertawa pelan


"tapi sebenarnya pemuda yang baik" ucap Han Ji


"dia pasti berbuat baik bagi orang yang disekelilingnya" balas Mu An


"tapi cukup kejam pada orang yang mengusiknya" sela Han Joe


"maksudnya" tanya Han Ji penasaran.


"apa Saudara Ji percaya kalau Yun San menghancurkan token di dalam arai ilusi" ucap Mu An


"memang itu yang dijelaskan oleh tetua penegak hukum" ucap Han Ji


"whahahaha,,,, dia telah keluar dari arai ilusi setelah sebulan, dan saat dia keluar dalam keadaan baik-baik saja" ucap Han Joe dengan tertawa senang karena tahu Han Ji dapat dibohongi dengan kejadian tersebut.


"sialan,,,, anak sialan,,, diaa" ucap Han Ji


"memang kami menutup mulut akan hal itu, dan dia yang meminta kami semua untuk keluar terlebih dahulu" ucap Han Joe


"apa yang lain tidak tahu" tanya Han Ji


"semua murid paviliun langit dan cahaya yang telah sampai dipuncak tangga seribu, mengetahuinya" jawab Mu An


"hahahaha ,,, jadi murid paviliun surgawi memang dikerjai olehnya" tawa Han Ji


"whahahaha"


"hahaha,,,"


"wkwkwk,,,," tawa yang lain menyusul komentar Han Ji

__ADS_1


__ADS_2