
Tanpa menunda waktu, Yun San melanjutkan penyembuhan kakeknya.
"tuan muda" ucap Xiao Di, saat Yun San selesai menusukkan jarum dititik akupunktur Lin Dong.
"ada apa paman" tanya Yun San
"kakekmu, kelihatannya sudah tidak dapat bertahan" ucap Xiao Di
"apalagi yang bisa aku lakukan" tanya Yun San
"kalau kakekmu benar benar meninggal, bolehkah tubuhnya untukku" tanya Xiao Di dengan hati hati.
"terserahlah" balas Yun San setelah terdiam cukup lama untuk berpikir. Karena neneknya sudah meninggal, maka Yun San memperbolehkan. Meskipun ada keengganan dalam hatinya.
"baiklah, jaga aliran darah keotaknya agar apa yang terekam dalam ingatannya tidak hilang" ucap Xiao Di, lalu menjelaskan, jika memorinya tidak rusak maka dia bisa memberitahukan keinginan dan pesan yang terpendam.
Yun San melanjutkan proses sesuai dengan tehnik yang telah dipelajarinya. Selain itu, esensi darah naga dan phoenix diteteskan dimulut Lin Dong. Masing masing setetes, namun menimbulkan gejolak energi yang cukup besar.
Jarum jarum mulai diambil satu persatu, membuat aliran energi mengalir deras dimeredian Lin Dong. Sedangkan Yun San membantu mengalirkan dengan perantaraan qi spiritual yang disuntikkannya.
"ohhh, kakek" guman Yun San saat menyadari detak jantung Lin Dong berhenti ditengah prosesnya. Meskipun hanya setarikan napas, namun Yun San menyadari jika didalam tubuh Lin Dong telah diganti dengan jiwa Xiao Di.
Sebelum proses berakhir, Yun San sempat membantu rekonstruksi dentian yang telah rusak.
"siapapun yang didalam tubuh kakek, kalian adalah orang yang sangat berjasa bagiku" guman Yun San lalu meninggalkan kamar tersebut. Dia membiarkan proses selanjutnya terjadi secara alami.
"kau sudah keluar" sapa Han Joe saat melihat Yun San melangkah keluar dari kamar Lin Dong
"ohhh, mana Han Jie" balas Yun San karena terkejut saat mendengar teguran Han Joe.
"diluar,,, dia sedang membantu Tuan Hutian" jawab Han Joe
Keduanya lalu melangkah keluar. Dari perbincangan dengan Han Joe, Yun San menyadari kalau dirinya sudah lebih tujuh hari menutup diri dikamar kakeknya. Dan selama itu pula, Han Jie memberi bimbingan pada murid sekte lembah batu.
"salam tuan muda" teriak murid inti yang sedang dihalaman saat melihat Yun San keluar pintu.
"salam,,, bagaimana kabar kalian" balas Yun San sambil tersenyum
"kami selama ini baik baik saja, dan terima kasih untuk semua kerja keras tuan muda" ucap seorang pemuda mewakili yang lain.
"silahkan melanjutkan latihannya" ucap Yun San
__ADS_1
"baik tuan muda" balas para murid sekte
Yun San lalu menghampiri paman pamannya. Keempat pengawal setia Lin Dong sudah seperti paman baginya. Mereka akhirnya berbincang bincang di aula terbuka yang cukup luas.
Keempatnya mulai menyampaikan perkembangan desa dan sekte lembah batu. Semua wilayah desa lembah batu telah dijadikan kebun herbal. Mereka yang tinggal ditempat itu adalah para alkemis muda dari sekte lembah batu. Saat ini hampir lima puluhan murid yang telah mendapatkan token alkemis tingkat satu.
Tugas murid alkemis adalah membuat eleksir, berkultivasi dan terus meningkatkan kemampuan alkemisnya. Sedang tugas merawat dan memanen kebun herbal dikerjakan oleh murid magang.
Sementara warga desa lembah batu saat ini memilih untuk menjadi penjaga keamanan. Mereka lebih senang dengan tugas tersebut, karena diberi kesempatan untuk meningkatkan tahap kultivasinya dan juga sumberdaya yang dibutuhkan.
Untuk para pemuda desa, hampir semuanya menjadi murid inti sekte.
"lalu apa rencana selanjutnya" tanya Yun San setelah keempatnya selesai memberi penjelasan.
"tempat utama akan kami pindah diatas bukit ini" ucap Hutian.
"darimana semua biayanya untuk itu" tanya Yun San
""Tuan Lin Dong dan kami berempat sudah lama menemukan tambang bijih baja dibelakang bukit ini" ucap Lin San lalu menjelaskan.
Selama ini, mereka hanya menambang sedikit sesuai dengan kebutuhan semua warga desa. Berburu adalah kedok mereka untu menambang bijih baja. Sepulang berburu, kantong penyimpanan akan penuh dengan bijih baja. Sedang Paman Lin San yang bertugas sebagai penyalur dengan pihak pembeli.
Saat ini hasil kebun herbal dan insentif dari paviliun pil digunakan untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya sekte.
"apakah masih banyak kekurangannya, paman" tanya Yun San
"setelah murid alkemis bisa membuat eleksir, kami bisa memiliki simpanan sumberdaya" ucap Lin San.
"apa rencana tuan muda selanjutnya" tanya Hutian
"setelah kakek sehat, aku akan meninggalkan desa ini" jelas Lin Yun San
Untuk meningkatkan tahap kultivasinya, Yun San memerlukan keberuntungan dan sumberdaya yang besar. Jika tetap tinggal maka semua sumberdaya sekte akan habis untuk memenuhi kebutuhannya. Selanjutnya, Yun San menjelaskan rencana berkelana untuk menyelidiki keberadaan klan kuno Xiao seperti yang pernah dijanjikan saat masih kecil.
Waktu terus berlalu. Yun San dan kedua lainnya telah sebulan berinteraksi dengan semua orang di desa dan sekte lembah batu. Saat ini, Yun San sedang menunggu kakeknya bangun. Aliran energi yang bergejolak diluar tubuh Lin Dong perlahan memasuki tubuhnya dan mulai stabil.
Sosok yang terbaring ditempat tidur mulai menggerakkan jari jemarinya. Kemudian membuka mata.
"tuan muda" sapanya.
"ohhh,,," guman Yun San
__ADS_1
Sosok itu duduk lalu menatap Yun San lekat lekat.
"maaf, kakekmu tidak dapat bertahan" jelasnya. Dia berbahagia merasakan kehadiran Yun San diakhir hidupnya. Dari ingatan yang masih tersimpan, ada keinginan untuk merubah desa lembah batu menjadi kota dongfan. Juga berbagai ingatan lain yang disampaikannya.
"aku sudah menyadari jika paman yang mengambil alih tubuh kakekku" ucap Yun San
"maaf tuan muda" ucap Xiao Di yang kini ada didalam tubuh Lin Dong
"hidup ini sudah diatur oleh kehendak alam, meskipun kita berusaha untuk merubah takdir, namun ada hal hal tertentu yang kita tidak berdaya untuk itu" jawab Yun San
"setelah ini, apa rencana paman" tanya Yun San
"aku akan memulihkan diri, sambil membantu kakekmu mewujudkan keinginannya" jawab Xiao Di
"itu juga harapanku" balas Yun San sambil mengeluarkan binatang binatang yang telah menjadi sahabatnya.
"kakekku sudah meninggal, sedang didalam tubuhnya adalah tuan Xiao Di" jelas Yun San pada sahabat sahabatnya.
"mulai sekarang panggil dengan identitas tuan Lin Dong" lanjut Yun San
"baik tuan" balas sahabat sahabatnya
Yun San dan yang lain keluar dari kamar Lin Dong, dan disambut suka cita oleh keempat pamannya.
***
Dikota hongtei benar benar dilanda kekacauan. Walikota yang sekaligus patriak klan hong sedang marah besar. Tiga hari setelah Yun San meninggalkan kota hongtei, Patriak Hong baru menyadari kalau perbendaharaan kota dan gudang klan hong telah dijarah habis.
Dalam kemarahan, dia mengerakan prajurit kota untuk melakukan penggeledahan menyeluruh. Kediaman klan wang dan perserikatan yang sebelumnya tidak dapat disentuh pihak walikota, telah mengeluarkan ancaman akan meninggalkan kota jika prajurit tidak menghentikan penggeledahan ditempat mereka.
Bahkan kejadian tragis terjadi dikediaman tetua dua klan wang. Tetua dua dan keluarganya selama ini sangat arogan. Putra tetua dua terbunuh karena melawan prajurit kota.
Setelah gagal dengan penggeledahan diseluruh kota, kekacauan semakin meningkat. Paviliun pil mendapat ijin dari pusat untuk menutup cabang dikota hongtei. Guild pemburu, klan wang dan yang lain juga mempersiapkan diri untuk meninggalkan kota.
Klan wang terpecah menjadi dua kubu. Patriak Wang dan pendukungnya telah membulatkan tekad untuk meninggalkan kota. Sedangkan pihak tetua dua yang didukung tiga tetua memilih untuk bertahan.
Surat permintaan maaf dari pihak walikota tidak mengendurkan niat pihak lain untuk meninggalkan kota. Bahkan paviliun pil pusat mengirim dua pendekar tahap suci untuk mengawal rombongan paviliun pil. Patriak Wang dan orang orangnya bergabung dengan pihak paviliun pil.
Dua puluh hari setelah penggeledahan, terlihat lima kereta meninggalkan kota. Satu kereta milik paviliun pil, sedang yang lain milik klan wang. Kereta kereta hanya diisi wanita dan anak anak. Sedang barang bawaan ada di cincin dan kantong penyimpanan.
Manajer paviliun dan Patriak Wang berkuda didepan rombongan. Delapan pengawal paviliun pil ada dibelakang keduanya. Sedangkan kedua pendekar mengawasi dari jauh. Terdapat puluhan anggota dan pengawal yang setia pada Patriak Wang terlihat berkuda dibelakang rombongan kereta tersebut.
__ADS_1