Sang Pengelana

Sang Pengelana
PERTARUHAN MANAJER SERIKAT PEKERJA


__ADS_3

Malam telah beranjak pagi. Tetua Xian dan dua pamannya masih tenggelam dalam perbincangan yang serius. Ketiganya mengelilingi meja dengan dua buku besar diatasnya.


"bagaimana tindakan paman berdua" ucap Tetua Xian


"kita tidak bisa gegabah dalam hal ini" jawab Tetua Sin


"sebaiknya kita tunggu beberapa hari dulu, sambil mengamati perkembangan" ucap Tetua Han


"maksud tetua" tanya Tetua Xian


"anak itu bisa mengambil rahasia serikat pekerja" jelas Tetua Han. Jadi kita tidak tahu, apa saja yang telah disikatnya. Andai mereka tahu ada barang berharga yang hilang maka keributan besar pasti terjadi.


"baiklah, kita tunggu akibat dari tindakan anak itu" sahut Tetua Sin.


"hahaha,,,, menarik" tawa Tetua Han


"hemmmm,," guman Tetua Xian


Tetua Sin menyimpan kedua buku tersebut agar tak ada orang yang menemukannya. Kemudian ketiganya terus berbincang bincang sampai pagi.


***


Pagi yang cerah. Yun San telah meninggalkan penginapan dan melanjutkan perjalanannya. Dia melintasi desa diluar batas wilayah kota huangdu.


"buummmm,,,," terdengar ledakan keras dari dalam kota.


"hahaha,,, akhirnya mereka baru sadar" batin Yun San sambil terus melesat menuju tepian hutan.


***


"semua anggota serikat pekerja, berkumpul,,," teriak pria paruh baya melayang diatas puing puing bangun serikat pekerja yang telah runtuh. Suaranya menggema diseluruh kota. Tak lama terlihat puluhan orang melesat mendatangi tempat tersebut.


Selain anggota serikat pekerja, tak ada yang mendekati tempat itu. Karena emosi, pria tersebut tak sadar kalau auranya keluar sepenuhnya. Hal itu membuat patriak dan para tetua ketiga klan terkejut.


Seseorang ditahap suci pasti mempunyai posisi diklan atau disektenya. Mereka penasaran dengan manajer serikat pekerja yang hampir tak pernah keluar. Tiga tetua dari dua klan dikota huangdu terlihat ada diantara anggota serikat pekerja.


"aku tidak mau tahu, periksa semua orang dikota huangdu dan kejar yang pagi ini keluar kota" teriak pria itu terdengar menggema.

__ADS_1


"hentikan,,," teriakan terdengar dari jauh, saat para anggota serikat hendak membubarkan diri


"tuan walikota, apa maksudnya,,," tanya manajer


"setiap kota punya aturannya sendiri" jawab walikota. Mereka tidak boleh menggeledah warga kota seenaknya sendiri.


"tapi,,, ada orang yang telah menguras habis isi gudang kami" balas manajer semakin kesal


"selama ini, kalian selalu tertutup dengan pihak manapun" ucap walikota. Bagaimana orang lain bisa mengetahui seluk beluk kantor serikat pekerja. Sebaiknya pihak serikat memeriksa orang orangnya terlebih dahulu sebelum menuduh pihak lain.


Perdebatan antara manajer dan walikota semakin lama makin memanas. Hingga manajer serikat pekerja membuka identitas sebagai tetua kesepuluh dari klan hong. Saat semua orang mengetahuinya, tiba tiba para patriak dan tetua dari tiga klan melesat menuju tempat walikota berdiri.


"biarkan mereka mengadakan penggeledahan" ucap Patriak Qin


"jika tidak menemukan apapun maka kita akan meminta kompensasi untuk itu" tambah Patriak Huang.


"tapi,,,," ucap walikota terhenti


"yakinlah pada kami" sahut Tetua Xian.


"manajer Hong, aku Tetua Huang Xian dari sekte yin yang" ucap Xian. Mewakili pihak kota huangdu, dia menanyakan apa yang telah hilang dari gudang serikat pekerja. Selain itu, juga menanyakan apakah mungkin diambil oleh warga biasa.


Mendapat pertanyaan tersebut, manajer terdiam.


"tak mungkin warga biasa bisa melakukannya" batin manajer.


"kami siap memperlihatkan cincin ruang, namun jika tidak diketemukan apa yang kalian cari, lalu apa kompensasi untuk keributan ini" lanjut Tetua Xian


"ini pertaruhan yang sulit" batin manajer


"kenapa manajer menjadi diam" lanjut Tetua Xian


"jika tidak menemukan maka dalam satu bulan kedepan, kami akan meninggalkan kota ini" jawab manajer


"sepakat, tolong manajer paviliun pil dan kepala guild pemburu untuk menjadi saksi" ucap Tetua Xian yang telah memperhatikan keduanya juga sedang memantau situasi yang sedang terjadi.


"mereka juga harus diperiksa" ucap manajer

__ADS_1


"tolong bantuannya" ucap Tetua Xian sambil menghormat pada dua orang berpengaruh tersebut.


"hahaha,,,, tak perlu sungkan tetua, kami tak masalah untuk diperiksa" ucap manajer paviliun pil


Puluhan orang yang mempunyai cincin ruang dengan sukarela berkumpul ditempat tersebut. Mereka melakukannya untuk menjaga agar suasana kota huangdu bisa kondusif kembali. Dan warga yang terlihat resah menjadi tenang dan beraktivitas seperti biasanya.


Manajer Hong mulai mendatangi mereka untuk memeriksa cincin ruangnya. Melihat sikap arogan manajer Hong, orang orang hanya memperlihatkan sikap acuh tak acuh. Mereka memahami sikap tetua dari klan besar, jadi tidak terkejut melihat hal itu.


Cukup lama waktu yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan. Hingga yang terakhir, raut wajah manajer Hong terlihat memerah. Dia menahan semua rasa yang sedang berkecamuk dihatinya. Marah, kesal, bingung dan menyesal akan pertaruhannya untuk meninggalkan kota.


"maaf telah mencurigai kalian semua, setelah memeriksa anggota dan membereskan barang barang, maka kami akan meninggalkan kota ini" ucap manajer Hong.


"kami juga maklum akan kemarahanmu, jika hal itu terjadi pada kami mungkin juga terjadi hal seperti ini" balas pemimpin guild pemburu.


Walikota lalu berpamitan untuk meninggalkan tempat tersebut, agar serikat pekerja tak terganggu dalam menyelesaikan masalahnya. Dia juga mengajak semua orang berpengaruh untuk menjamu mereka dibalai kota. Tetapi dalam hatinya, ingin mengajak mereka untuk meminta pertimbangan dalam menyikapi masalah yang baru saja terjadi.


***


Yun San terus melesat menyusuri tepian hutan. Saat siang tengah terik, dia mendengar suara kereta dan derap kuda didepannya. Dari satu pohon ke pohon lain, Yun San mempercepat lesatannya.


Merasa kalau sudah mendahului rombongan berkuda, dia lalu menuju tepi jalan yang membelah hutan tersebut. Sambil bersembunyi didahan sebuah pohon yang besar, dia mengedarkan kekuatan jiwanya untuk mengawasi keadaan disekitarnya.


Tak lama menunggu, sebuah kereta dengan empat pengawal berkuda terlihat dikejauhan.


"kereta milik serikat pekerja dan klan hong" batin Yun San saat melihat dua bendera yang terpasang dibagian belakang kereta. Simbol dan tulisan dikedua bendera menunjukkan identitas tersebut.


"klan hong" batin Yun San. Walaupun sudah menekan kebencian dan dendam dengan klan hong, tetapi pergerakan mereka membuatnya semakin bertekad untuk menghancurkan secara perlahan.


Seperti biasa, Yun San telah menyiapkan pisau kecil dijari kedua tangannya.


"wuss, wuss, wuss" terdengar hembusan angin kecil saat Yun San melemparkan empat gelombang serangan pisaunya.


"trinkks ,,, trinkks ,,, achhh ,, bugh" terdengar suara tangkisan dari mereka. Terlihat hanya seorang yang tetap waspada dan sempat menangkis serangan gelap dari Yun San. Namun beberapa pisau tetap mengenai titik vitalnya.


Kelimanya tewas dalam serangan tersebut serta dua ekor kuda juga ikut mati. Yun San segera melesat ketempat mereka. Dua ekor kuda yang diam tanpa penunggangnya ditambatkan pada kereta, kemudian dimasukkan keliontin ruang.


Mayat keempat pengawal dan dua ekor kuda dimasukkan kecincin ruang. Sedang mayat kusir yang terkena dua pisau, dibiarkan tergeletak ditengah jalan. Setelah membersihkan bercak darah dan mengambil pisaunya, dia segera meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2