
Pemilik dan pelayanan penginapan hanya tertegun melihat kepergian keduanya. Komandan penjaga mengajukan sedikit penjelasan dan menuju kedepan kamar, tempat Yun San menginap.
Semua orang ditempat itu penasaran dengan identitas pemuda tersebut. Sedang pemilik penginapan menemui istrinya dan menceritakan kejadian itu. Kemarahan meledak pada pasangan itu. Baru kali ini mereka melihat sendiri sikap kesombongan dan arogannya.
"anak tak tahu diuntung, pulangkan saja kedesa" ucap istri pemilik penginapan.
Malam berganti pagi. Yun San telah menyadari ada seseorang yang berjaga didepan kamarnya. Dengan santai dia keluar kamar dan menyapanya. Orang itu memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dari tindakannya.
"baiklah, mari kerumah tuanmu" balas Yun San sambil tersenyum.
"mari tuan muda" ucap komandan penjaga lalu keduanya berjalan meninggalkan penginapan.
Sampai ditempat tujuan. Patriak klan dan keluarganya menyambut kedatangan Yun San. Setelah memperkenalkan diri dan keluarganya, Yun San diajak keruang pejamuan, hadir pula Xiang Suan dan dua orang lainnya diruang tersebut.
"ohhhh,,, Paman Suan, ada apa ini" ucap Yun San menyapa satu satunya orang yang dikenalnya.
"hahahaha,,, kau memang pandai menyembunyikan wajah aslimu" ucap Xiang Suan setelah yakin pada Yun San.
"maaf paman, aku takut istri paman dan patriak tertarik padaku" ucap Yun San santai.
"sialan, mulutmu tetap usil" balas Xiang Suan diikuti tawa kecil dari semua orang.
"apa sebelumnya juga memakai topeng" tanya Xiang Suan penasaran
"iya,,, itu peninggalan ayahku, tapi sudah rusak, hehehe" jawab Yun San
"bisakah melihat wajahmu yang asli" tanya patriak klan
"ini untuk perkenalan bukan perjodohan" ucap Yun San sambil melepas topeng tipisnya.
"ohhh"
"hahhh"
"busyet"
"gila" teriak kecil semua orang ditempat itu.
Setelah penempaan ulang tubuhnya, wajah Yun San menjadi bersih dan halus. Bahkan aura yang terpancar memukau semua orang. Bahkan kewibawaan seorang patriak klan kalah olehnya.
"ada apa dengan tuan tuan dan nyonya yang terhormat" ucap Yun San setelah memakai topeng tipisnya.
__ADS_1
"hahahaha ,,, sialan, wajahmu bisa membuat istriku kabur" ucap patriak klan sambil melirik istrinya yang masih terpana.
"uhuk" istri patriak klan terbatuk kecil dan menunduk malu.
"tak usah malu nyonya, lihat istriku dan dua menantu kalian juga terkesima" ucap Xiang Suan memecah suasana canggung.
"hahahaha,,," tawa renyah terdengar diruang tersebut.
Para wanita saling lirik dan beranjak pergi dengan alasan menyiapkan hidangan. Sebenarnya mereka malu akan sikap spontannya saat melihat wajah Yun San. Sedang semua pria mulai tenggelam dalam perbincangan mereka.
Semua orang membenarkan Yun San yang terus menyembunyikan wajahnya. Ketampanannya adalah anugerah sekaligus bencana. Jika wanita mengetahui maka mereka akan berusaha mendapatkannya dengan segala cara. Dalam pertemuan ini, patriak klan memberikan sepuluh topeng tipis yang lebih bersih dari yang dipakai Yun San saat ini.
Perbincangan mereka terhenti saat para istri dan pelayan menghidangkan makanan yang telah disiapkan. Namun sambil menyantap makanan Yun San tetap santai dan santun menjawab pertanyaan orang orang itu.
Xiang Suan dan dua lainnya yang ternyata seorang alkemis memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai ajang tukar pengetahuan. Yun San yang telah menguasai seluruh isi kitab pengobatan dapat menjawab dan memberi solusi dari permasalahan yang mereka hadapi.
Bahkan perpaduan resep pil kelas satu dan dua yang mereka teliti dapat disarankan bahan pengganti agar nilai jualnya bisa turun dengan kwalitas yang sama. Hal tersebut bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.
Tak terasa pertemuan dan pejamuan tersebut berlangsung hingga siang hari. Yun San menerima banyak hadiah dari patriak klan dan tiga alkemis. Sedang dia memberikan pil pembersih tubuh dan pil pemurni darah pada para wanita. Sedang patriak klan dan yang lain mendapat beberapa pil yang tak lupa dijelaskan manfaatnya.
Setelah melepas kepergian Yun San, orang orang itu kembali duduk bersama dan meminta para istri mereka menyempurnakan pil tersebut. Satu jam berlalu, para wanita tetap dalam posisi berkultivasi.
"sial,,,"
"ini bau,,," ucap para wanita sambil berlari karena malu. Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka kembali kesamping suaminya.
"hahaha,,, apakah ini benar istriku" ucap Xiang Suan sambil tertawa senang. Kulit wajah para wanita diruang tersebut menjadi lebih bersih dan halus. Selain itu ada aroma wangi yang keluar dari tubuh mereka. Rasa syukur dan bahagia terpancar dari semua orang ditempat itu.
Sedang dua puluh penjaga yang tugas malam saat Yun San memasuki kota, telah berkumpul dihalaman kediaman patriak klan. Mereka yang sebelumnya takut jika dituduh menerima suap, kini dapat tersenyum bahagia karena mendapat hadiah lima pil qi dan sepuluh koin emas untuk tiap penjaga.
***
Yun San yang melesat dengan cepat, telah tiba dipinggiran kota Xuandau. Setelah melewati pos jaga, dia berjalan dengan santai diwilayah yang menjadi kekuasaan klan yun.
"penginapan bintang" batin Yun San membaca tempat yang didatanginya.
"huhhh,,,, pemuda desa"
"hei,,, jangan mengemis disini" hardik pengunjung dilobi yang difungsikan sebagai restoran.
"maaf,,, ada yang bisa dibantu, tuan muda" seorang pelayan muda mendatangi Yun San.
__ADS_1
"adakah kamar kosong untuk beberapa hari" tanya Yun San
"maaf, kamar yang tersisa tinggal kamar vip" jawabnya singkat menjelaskan harga serta penyebab kamar penginapan penuh secara sekilas.
"baiklah, siapkan kamarnya" ucap Yun San
"silahkan tuan muda, mendaftar dulu" ajaknya menuju meja pelayanan. Selesai dengan pendataan dan membayar sewa untuk satu bulan, Yun San ditunjukkan kamar yang disewanya.
"ada lagi yang bisa dibantu" tanya pelayan setelah Yun San memasuki kamar.
"duduklah, aku hanya perlu informasi" ucap Yun San
"baik tuan muda" ucapnya
"siapa namamu" tanya Yun San
"Yun Fan" jawabnya singkat
"nama yang bagus" ucap Yun San
"terima kasih, tuan muda" balas Yun Fan
"apa kau juga dari klan yun" tanya Yun San
"ayahku keluarga klan yun, tapi ibunya warga pendatang" balasnya
"bisakah kau gambarkan tentang klan yun" ucap Yun San
"maaf tuan muda, jika aku ketahuan keluarga utama maka keselamatan keluargaku jadi taruhannya" jawab Yun Fan
"ohhhh,,, adakah peraturan seperti itu" ucap Yun San.
"maaf tuan muda" ucapnya mulai terlihat ketakutan.
"sudahlah, tak perlu takut" jelas Yun San memikirkan cara untuk menggiring pemuda ini agar berbicara.
"aku tidak bertanya hal yang rahasia" jelas Yun San. Sebagai pendatang baru, dia hanya ingin tahu hal hal yang menjadi larangan ditempat ini.
"kita bebas berkeliling dan melihat semua tempat. Namun untuk memasuki tempat tertentu ada biayanya. Seperti masuk perpustakaan klan, harus membayar satu koin emas untuk lantai satu. Lima koin emas untuk lantai dua. Tetapi selain anggota klan dan murid sekte bintang tidak diperbolehkan membeli dupiklat buku yang kita inginkan.
Adalagi tempat yang disampaikan agar tidak didatangi Yun San.
__ADS_1