Sang Pengelana

Sang Pengelana
TURNAMEN GENERASI EMAS 04


__ADS_3

Yun San hanya mematung didepan pintu yang tertutup rapat. Tak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah dia harus membuka paksa?


Tiba tiba sinar keemasan melesat dari kening Yun San, menuju ukiran di tengah daun pintu yang tertutup. Membuat ukiran itu bersinar yang menampakkan pola unik. Hal itu, menghilang bersamaan dengan pintu yang terbuka. Meskipun sempat terkejut dengan kejadian yang ada di depannya, Yun San segera memasuki bangunan itu.


Memasuki aula panjang dengan banyak kamar di kiri kanan. Dia terus melangkah maju mendekati singgasana yang ada diujung lorong.


"maaf telah lancang memasuki tempat ini" ucap Yun San sambil membungkuk hormat didepan sosok yang duduk di singgasana. Sosok pria yang telah meninggal dalam duduk, tapi aura masih dapat dirasakan oleh Yun San.


"wusss,,,," hembusan kuat disertai sinar keemasan yang berkilau menyelimuti tubuh Yun San. Tanpa sadar dia menutup mata saat kilau sinar keemasan muncul.


"tak perlu mengeluarkan qi spiritual, tapi bukalah matamu" terdengar suara seorang pria, saat Yun San hendak mengedarkan qinya.


"ohhh,,, dimana aku berada dan siapakah senior ini" ucap Yun San ketika menyadari, dia sudah ditempat yang berbeda dan ada pria tua yang berdiri didepannya.


"tempat ini adalah lantai tiga dari istana yang kau masuki" jelas pria tua tanpa memperkenalkan namanya. Dia lalu menjelaskan, jika tempat ini adalah ruang dimensi miliknya.


Dia dan tiga kultivator dari alam dewa melarikan ke alam ini. Hal itu dilakukan untuk menghindari pertikaian dengan saudara sendiri. Jadi untuk menyelamatkan klan maka dia dan tiga tetua yang setia serta keluarganya, sampai di alam ini.


Awal pelarian mereka terasa lancar. Namun saat hendak memasuki portal penghubung antar alam, mereka disergap oleh kelompok yang terus mengejarnya.


Demi menyelamatkan keluarga mereka, keempatnya mendapatkan luka parah. Sehingga pelarian itu, meninggalkan duka pada keluarga mereka. Bahkan saat keempatnya menggunakan sisa kekuatan untuk menutup portal penghubung.


Mereka berempat jatuh ditempat yang berbeda. Sebelum hembusan nafas terakhir, mereka menyegel sisa jiwanya pada artefak ruang masing masing.

__ADS_1


Hal tersebut yang menyebabkan munculnya tanah mistik di alam ini. Sementara itu, keluarga mereka meneruskan hidup dan berpisah satu dengan yang lain.


"saat ini, kau berada lantai tiga yang menjadi inti dari artefak ruang milikku" lanjutannya mengakhiri ceritanya


"apa yang senior inginkan dariku" tanya Yun San


"kau memiliki empat benda milikku dan milik temanku" ucapnya.


"apa itu" tanya Yun San bingung


"tak perlu takut, aku tidak akan merebutnya darimu" ucap sosok pria tua sambil tersenyum


Dengan lambaian tangannya, liontin ruang, cincin hitam serta batu yang didapatkan Yun San dari pelelangan melayang didepan mereka berdua. Setelah Yun San tertegun sejenak, tiba tiba dia merasakan sakit kepala.


"tahan sakit yang kau rasakan" ucap pria tua sambil menunjuk kening Yun San. Tak lama rasa sakit yang dideritanya, hingga seberkas sinar keemasan keluar dari kening Yun San.


"apa itu" tanya Yun San setelah pulih dari sakit dan kebingungannya.


"benda seperti token adalah pasangan dari liontin milikmu" jelasnya


Sedangkan cincin hitam tersebut adalah cincin penyimpanan dengan kapasitas yang sangat luas. Sedangkan didalam batu hitam yang seperti bongkahan magma ada cincin pertahanan yang dapat menyerap energi serangan musuh.


Karena energi inti magma terkumpul dalam waktu lama, maka cincin tersebut saat ini terbungkus didalamnya.

__ADS_1


"apa yang senior inginkan" tanya Yun San pasrah dengan kebingungannya.


"aku akan menggabungkan token dengan liontin, dan kedua cincin tersebut" jelasnya


"tapi ada permintaan dariku untuk itu" lanjutannya


"apa itu" tanya Yun San


"hancurkan penghalang portal yang ada dipuncak gunung tertinggi di tengah alam ini" ucapnya


"apa aku mampu dan apa yang terjadi setelah portal terhubung" tanya Yun San penuh dengan kewaspadaan


"aku akan memberikan tehnik kultivasi sempurna dari tehnik yang kau miliki saat ini, selain itu tehnik formasi akan aku berikan untuk meningkatkan milikmu" ucap pria tua.


Sebelum Yun San sempat membalas ucapannya, selarik sinar keemasan melesat memasuki kening Yun San.


"berkultivasilah dan serap energi diruangan ini, jangan hiraukan hal selain itu, juga kedua mahkluk kecil milikmu akan mendapat keuntungan sendiri dariku" ucap pria tua saat melihat Yun San kesakitan saat tehnik yang ditranfer padanya.


***


"bagaimana bajin*** itu bisa melewati pembatas"


"iya, beberapa pemuda yang coba menerobos, semua mengalami luka parah"

__ADS_1


"tahu kalau begini, aku pasti membunuhnya saja"


Banyak perbincangan lain terdengar setelah Yun San melewati tirai pembatas. Mereka tengah tenggelam dalam kemarahan masing-masing.


__ADS_2