Sang Pengelana

Sang Pengelana
HADIAH DARI TANAH RAHASIA SEKTE


__ADS_3

Yun San masih menutup diri dikamarnya, meskipun kondisinya telah pulih. Dia sedang membuka sebuah buntalan kain hitam yang didapat dari pria paruh baya ditanah rahasia sekte. Tiga kitab kecil dan sebuah buku tipis tanpa judul disampulnya, juga terdapat sebuah gelang dari baja hitam yang berukir unik dan halus.


Tehnik pedang tanpa nama, Tehnik tapak baja dan ilmu tubuh tanpa kultivasinya. Sebuah buku tipis tanpa judul sedang dibukanya. Dilembar pertama hanya berisi sebuah keluhan.


"hidup berbilang ratusan tahun, membangun sekte dan menancapkan nama besar" batin Yun San mulai membaca. Mengejar kebesaran dan ketenaran bahkan sampai mengabaikan kebersamaan dan cinta kasih. Tapi apalah daya saat duri duri sudah tertancap dalam diseluruh tubuh.


Ketiga kitab tersebut adalah olah dari gabungan berbagai tehnik.


- Kitab pedang tanpa nama, adalah gabungan dari tehnik pedang suci, tehnik pedang cahaya dan ilmu pedang walet putih. Terdapat empat puluh satu gerakan yang bisa dikembangkan. Setelah menguasai dengan sempurna, maka penggunanya akan dapat menyuguhkan tarian pedang yang indah. Namun dibalik keindahan ada rasa membunuh kejam yang sangat tersembunyi.


- Kitab tapak baja, berisi gabungan dari tehnik tangan besi dan tehnik pukulan bintang. Yang ingin mempelajari tehnik tersebut harus mempunyai unsur api bawaan atau seorang alkemis yang sudah terbiasa bermain dengan api. Kekejaman tehnik ini adalah kemampuan pengguna untuk memasukkan api kedalam tubuh lawan. Saat digunakan dalam pertarungan maka akan mudah membuat lawan terluka dalam.


Tetapi dibalik kekejaman tehnik tersebut ada manfaat yang sangat besar bagi yang menguasai dengan sempurna. Dibeberapa halaman terakhir akan dijelaskan manfaat lainnya. Bagaimana menggunakan tehnik tersebut untuk mengobati luka dalam akibat racun dan cara menempa dengan tangan.


- Kitab ilmu tubuh tanpa kultivasi adalah tehnik pengolahan tubuh dari berbagai sumber. Selain itu ada tehnik kultivasi sembilan nadi dewa dari klan kuno Xiao. Serta tehnik kultivasi dua belas simpul abadi.


Tehnik pengolahan tubuh tersebut sebaiknya dilatih setelah mencapai tahap langit atau tahap suci. Sebab jika sudah ditahap menguasai atau bahkan sempurna maka penggunanya akan sulit naik ketingkat selanjutnya. Bukan tidak bisa, tapi memerlukan sumberdaya yang sangat besar. Bisa juga menggunakan energi alam yang padat.


Diakhir halaman ada uraian cara menyembunyikan kultivasi dari dua tehnik tingkat tinggi yang telah digabungkan dengan sempurna. Sedangkan', gelang baja tersebut sudah diukir pola yang bisa menekan tiga tahap kultivasi dari penggunanya. Hal itu berguna saat pelatihan dalam kemampuan bertarung.


Selanjutnya, Yun San mulai mempelajari kitab tehnik pedang tanpa nama. Penjelasan awal dibaca berulang ulang dan dipahaminya. Tanpa Yun San sadari, keseriusan dan ketekunan telah membuatnya lupa waktu. Membaca dan menghafal lalu bermeditasi untuk memahami dan berlatih gerakan jurus tersebut.


Juga beberapa gerakan yang dipadukan dari dasar pedang yang telah sempurna dikuasainya. Didalam lautan jiwa, Yun San telah menguasai tehnik pedang tersebut. Gerakan lincah, lembut seperti tarian pedang yang indah. Merasa cukup untuk latihan awalnya, Yun San mulai bangun dari meditasinya dan keluar dari kamar.


"hehehe ,,,, kenapa kalian kusut begini" ucap Yun San saat melihat ketujuh sahabatnya sedang bermalasan diruang tamu.


"sialan, kami sudah menunggumu selama tujuh hari" ucap Han Joe


"apaaa,,,, tujuh hari" ucap Yun San kaget. Dia tidak menyadari sudah menutup diri dikamarnya selama itu.


"sudahlah yang penting kau, sudah keluar" kata Han Ji lalu menceritakan informasi yang didapat saat membagikan pil sampai habis. Dan juga undangan Tetua Muda Xian untuk Yun San.


"sial,,,, Tetua Hong Gun,,,, oh klan hong" ucap Yun San geram.

__ADS_1


"baiklah, kalian sempurna ini dulu" lanjut Yun San sambil memberikan dua pil pada ketujuh sahabatnya.


Dia tidak merasa keberatan dengan pil yang dibagikan, karena semua bahannya didapat dari tanah rahasia sekte.Saat mereka merasa Yun San terlalu royal, dia menjelaskan kalau bahannya didapat dari tempat tersebut. Dia juga merasa tidak enak hati jika menggunakan semua sendirian, karena dia juga yang meminta teman lainnya keluar tanpa mendapatkan hasil apapun.


Sahabatnya segera pulang guna menyempurnakan pil dan berjanji segera datang lagi untuk pergi ketempat Tetua Muda Xian. Sedang Yun San menunggu diruang tamu dan mengeluarkan dua tikus yang lama disembunyikan.


"huh,,,, lega,,,," ucap cici


"iya,,,, kenapa kita tidak boleh bermain diluar" ucap ciko.


"baiklah, kalian berdua boleh keluyuran tapi jangan mencuri ditempat ini" ucap Yun San


"terima kasih tuan" ucap cici yang terlihat senang.


"kalian buat jalan keluar masuk kekamarku" jelas Yun San. Saat keduanya dalam bahaya, maka bisa bersembunyi dikamarnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk mencari informasi tentang berita yang baru diterima oleh Yun San.


"kalau mencuri ditempat orang itu apa boleh" tanya cici


"terserah,,,, tapi keselamatan kalian harus dijaga" ucap Yun San


"hahahaha,,, beres tuan" balas ciko, dan segera pergi keluar bersama cici.


"keduanya lebih bisa diandalkan untuk mencari informasi" batin Yun San sambil melihat kepergian dua sahabat kecilnya.


Yun San juga keluar rumah dan berjalan menuju gerbang yang terdapat tangga dari rantai yang berhubungan dengan puncak utama. Beberapa murid paviliun langit menyapa saat melihatnya. Terutama mereka yang telah menerima pil pemberian Yun San.


Sampai dipuncak utama Yun San terus menyusuri jalan sambil menghapal bangunan yang akan dikunjungi lain hari. Paviliun tempa, sebuah bangunan besar tempat dia berhenti, lalu memasukinya.


"murid baru yaa" tanya seorang pemuda


"iya,, aku Yun San dari paviliun langit" ucap Yun San


"ohhh,,, ada yang bisa dibantu" tanya pemuda itu

__ADS_1


"aku ingin memperbaiki pedang" jawab Yun San


"memperbaiki pedang, mungkin biayanya lebih tinggi daripada beli yang baru" ucapnya sambil menjelaskan tentang mahalnya biaya perbaikan.


Yun San yang tetap ingin memperbaiki pedangnya, lalu pemuda itu pamit untuk menemui tetua paviliun tempa.


"Yun San, murid baru yang membuat paviliun surgawi sibuk akhir akhir ini" ucap pria paruh baya yang datang bersama pemuda tersebut.


"salam tetua" ucap Yun San tetap hormat meskipun mendapat candaan pria itu.


"aku Wang Da tetua paviliun tempa, mari keruang kerjaku" balas pria itu sambil memperkenalkan diri.


"baik Tetua Wang" ucap Yun San lalu mengikuti dibelakangnya.


"kau tak perlu kaku, aku bukan orang paviliun surgawi" ucap Tetua Wang sambil jalan


"maaf ,,, aku mendengar berita tersebut juga baru hari ini" ucap Yun San.


"selama didalam sekte kau tetap aman" balas Tetua Wang lalu mempersilahkan duduk saat sampai diruangannya.


Tetua Wang juga menjelaskan sedikit tentang sikap dan sifat tetua dan murid paviliun surgawi. Dan demi keselamatannya, dia memberi saran pada Yun San untuk tidak mengambil misi keluar sekte. Yun San mendengarkan penjelasan tersebut dengan seksama dan berterima kasih untuk itu.


"selanjutnya kita bicarakan bisnis dulu" ucap Tetua Wang.


"aku minta Tetua Wang untuk memperbaiki pedang ini" ucap Yun San sambil mengeluarkan pedang peninggalan dewa pembunuh.


"pedang yang ganas, sepertinya dirusak oleh pemilik sebelumnya" ucap Tetua Wang sambil mengamati pedang tersebut.


Untuk memperbaiki perlu sehari dan biayanya lima ratus koin emas. Tetapi panjang pedang tersebut akan banyak berkurang. Agar bisa kembali seperti semula perlu bahan tambahan.


Setelah mendengar penjelasan Tetua Wang, akhirnya Yun San menyetujui untuk menambahkan bahan, sekalian memesan sarung pedangnya. Dia juga memberikan kantong penyimpanan berisi seribu koin emas dan segera berpamitan pada Tetua Wang.


Keluar dari paviliun tempa, Yun San langsung berjalan cepat untuk kembali ke paviliun langit.

__ADS_1


__ADS_2