Sang Pengelana

Sang Pengelana
MENYERAP KHASIAT PIL


__ADS_3

Patriak sekte telah melerai pertikaian para tetua. Mereka terlihat akur diluarnya, tapi pandangan tetua paviliun surgawi masih menyimpan kemarahan.


##


Ditanah rahasia, para murid terus melakukan aksinya masing masing. Semakin hari, kian bertambah murid yang dikeluarkan. Namun Yun San dan kelompoknya tak menghadapi masalah. Mereka tidak memikirkan tentang peringkat dalam pelatihan ini.


Han Joe, Han Wan, Han Suan, Mu An dan Mu Wei adalah kelima pemuda yang terus mengikuti Yun San. Kelimanya lebih bersemangat dalam bertarung dengan binatang buas. Mereka kini tidak takut akan terluka, karena pil yang diberikan Yun San bukan hanya menyembuhkan tapi juga menguatkan tubuh.


Selain mengejar binatang buas, mereka juga membantu Yun San mencari tanaman obat. Hal itu dimaksudkan untuk mengganti pil yang telah dikeluarkan oleh Yun San. Atas kerjasama tersebut, Yun San juga aktif melatih dalam membuat pil.


Semua bahan yang mereka kumpulkan telah dijadikan pil oleh Yun San. Perpaduan yang dibuat Yun San disesuaikan dengan karakter dan manfaat dari tanaman obat. Pil penyembuh, penawar racun, nutrisi, pemulih qi dan beberapa pil lain yang semuanya, pil kelas tiga. Ada juga dua resep pil kelas empat yang sudah dibuatnya, tapi masih ditingkat menengah.


Yun San hanya menyimpan pil kelas tiga sempurna ke atas. Untuk pil kelas tiga tingkat tinggi kebawah diberikan pada lima pemuda yang mengikutinya. Hal itu membuat kelimanya semakin menghargai pribadi Yun San.


Enam bulan telah berlalu Yun San dan kelompoknya terus berlatih bersama. Saat ini Han Joe mengajak kelimanya memasuki pusat dari tanah rahasia sekte. Dalam perjalanan kali ini, pertemuan dengan kelompok murid dari paviliun lain tidak bisa dihindari.


Enam pemuda terus berjalan menuju pusat tanah rahasia. Kelompok lain atau binatang buas yang menghadang tak membuat mereka mundur. Keenam pemuda itu sudah mulai gila dengan pertarungan. Terluka, sembuh dan jalan lagi. Begitu ritme yang mereka jalani.


Keenamnya mulai terkenal dalam pelatihan tersebut. Karena kelompok lain yang menghadangnya tidak dipaksa keluar, tetapi dirampas poinnya. Dari mereka yang dilepaskan, tersebar kabar untuk tidak menghadang enam pemuda dari paviliun langit. Sebab menurut mereka, keenamnya adalah orang yang gila pertarungan dan tak menghiraukan luka yang dialaminya.


Keenam pemuda, murid paviliun langit yang tengah menjadi topik perbincangan kini telah sampai ditanah lapang yang luas. Terlihat tiga kelompok paviliun lain juga telah sampai. Mereka berkumpul di tiga tempat yang berbeda. Diujungnya terdapat tangga batu yang menuju puncak gunung. Beberapa murid dari paviliun surgawi dan dewa telah mencoba naik ditangga batu.


Keenam pemuda yang baru datang, adalah Yun San dan kelompoknya.


"saudara Yun San, ini adalah puncak dari pelatihan ditanah rahasia ini" ucap Han Joe.


"maksudnya" tanya Yun San


"tetua paviliun langit tidak menyampaikan hal ini, karena tetua hanya berharap kita menjalani pelatihan dengan aman dan tidak ada korban yang jatuh" ucap Han Joe


"jadi tetua berpikir kalau kita lemah" ucap Yun San.


"menurut senior Han Ji" Han Joe mulai bercerita. Sepuluh tahun yang lalu, setengah dari murid sekte hilang dan terbunuh ditanah rahasia. Saat itu, peringkat seratus teratas akan mendapat hadiah koin, pil, tehnik beladiri dan senjata.


Juga mereka yang mencapai puncak seribu tangga akan menjadi murid inti. Itupun dibatasi hanya seratus murid. Persaingan dan pertikaian yang kejam terjadi. Siapa yang membunuh tidak terekam dalam tablet yang ada diluar. Hanya diketahui kalau namanya menghilang dari tablet, maka murid tersebut telah meninggal.


Paviliun cahaya dan langit yang mengalami kerugian besar, karena murid yang selamat tidak lebih dari dua puluhan. Sedang dua paviliun lain, menyapu seluruh hadiah yang disebutkan. Meskipun banyak juga murid mereka yang tewas.


Dari kejadian tersebut, tetua paviliun hanya berpesan untuk keluar hidup hidup meskipun kita terluka parah.

__ADS_1


"saudara Yun San,,,," terdengar teriakan dari belakang saat Han Joe berhenti bercerita.


"oh,,, He Gian" ucap Yun San saat menoleh kebelakang dan mengetahui orang yang memanggilnya.


"kalian juga telah sampai disini" ucap Han Joe setelah He Gian dan kelompoknya mendekat.


"iya,, kami tinggal dua puluh orang, Jolie dan beberapa murid lain terpaksa keluar karena terluka parah" balas He Gian


"kalian juga banyak yang terluka" ucap Mu An.


"pil penyembuh kami habis dan bahan obat yang kami konsumsi tidak terlalu membantu" ucap He Gian.


"bahan obat tidak semua bisa dimakan secara langsung, sebab ada kandungan yang malah merusak tubuh" ucap Yun San.


"ohhhh,,,," guman He Gian


"tapi itu untuk jangka panjang, aku punya pil penyembuh dan penawar racun, kalian bisa menukar dengan bahan obat" lanjut Yun San sambil mengeluarkan masing masing dua puluh pil.


"baik, tunggu sebentar" ucap He Gian mulai mengumpulkan bahan obat dikelompoknya.


"tak usah terburu buru kalian serap pil ini, biar kami yang berjaga" ucap Yun San sambil menyuruh He Gian membagikan pil tersebut. He Gian segera menerima dan membagikan pada yang lain. Selanjutnya kedua puluh murid tersebut segera menyerap khasiat pil yang diberikan Yun San.


"hahahaha,,,, memang pantas mendapat julukan kelompok serigala langit" tawa terdengar dari sekelompok pemuda yang mendekati Yun San dan yang lain. Ada lima belas pemuda dalam kelompok tersebut.


"paviliun dewa" ucap Han Joe


"tak perlu bersikap seperti itu" ucap pemuda yang ada ditahap bumi tingkat empat.


"apa maksud kalian" tanya Mu An.


"kami hanya minta kalian memberikan pil secara baik baik" ucap pemuda itu sambil tersenyum.


"pil kami hanya untuk orang orang yang kami pilih" balas Yun San.


"whahahaha,,, serahkan dan kami akan menjamin keselamatan kalian" lanjut pemuda itu.


"wuss,,,, keselamatan apa yang kau jaminkan" ucap Yun San setelah bergerak cepat dan menempelkan pedangnya dileher pemuda itu.


"kau,,,, be be berani" ucapan pemuda jadi terbata bata. Yun San tidak membalas tapi menekan pedangnya.

__ADS_1


"hancurkan token murid atau mati" ucap Yun San tegas. Sementara, pemuda lain dikelompok itu hanya terdiam. Mereka terkejut akan tindakan cepat dan tiba tiba dari Yun San.


"ka kau,,, cari masalah" ucapnya


"hancurkan sekarang" bentak Yun San sambil menekan pedangnya dan memberi sedikit goresan.


"ba,, baik" ucapnya lalu menggenggam tokennya hingga hancur, sehingga pemuda tersebut langsung dikeluarkan.


Sementara itu, He Gian dan kelompoknya mulai bangun satu persatu. Mereka mulai berdiri dikiri kanan Yun San dan yang lain.


"kalian ingin bertarung" teriak He Gian yang sudah menggenggam pedangnya.


"tidak ,,, kami akan mundur" ucap seorang pemuda namun masih terasa kemarahan dari nada suaranya.


Setelah kelompok itu pergi, Yun San langsung mengamati keadaan disekitarnya.


"meskipun dari paviliun yang sama, mereka tidak terlihat akur satu dengan yang lain" ucap Yun San.


"hanya paviliun cahaya yang terlihat bersatu, mereka belum bergerak karena banyak yang terluka" ucap He Gian


"mereka saling menjaga satu sama lain" ucap Mu An.


"kau mau membantu mereka" tanya Yun San sambil menatap Han Joe


"aku,,,," ucap Han Joe


"kalian membawa banyak pil untuk apa, kalau tidak dibagi" tanya Yun San


"hehehe,,, ayo,,,, siapa tahu dapat keberuntungan" ucap Han Joe sambil mengajak empat temannya.


Kurang dari lima puluh murid paviliun cahaya yang tiba ditempat tersebut. Mereka bingung dan waspada saat Han Joe dan yang lain mendekat. Setelah percakapan singkat dan mengerti tujuannya. Raut wajah mereka terlihat berbinar dan senang. Senyum terkembang dari bibir mereka, namun tak sedikit yang meneteskan airmatanya.


Bukannya menyerap khasiat pil yang mereka terima, tapi semua murid paviliun cahaya mendekati Yun San dan yang lain.


"aku Qin Fan, mewakili murid paviliun cahaya berterima kasih atas bantuannya" ucap pemuda sambil memperkenalkan diri.


"tak perlu peradatan seperti itu, sebaiknya cepat serap khasiat pil obat yang kalian terima" ucap Yun San sambil tersenyum.


"baik,,," balasnya dan mengajak yang lain segera menelan pil obat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2