
"hei,,, kau" terdengar teriakan dikanan Yun San. Sedang Yun San tetap melangkah menuju meja resepsionis. Dibelakang meja ada rak kayu yang memajang berbagai inti dan kulit binatang buas.
"adakah yang bisa dibantu, tuan" tanya pelayan wanita
"bisakah membeli hewan buas sebagai peliharaan" balas Yun San
"bisa atau tidak, manajer kami yang memutuskan" ucap pelayan
"tolong tanyakan padanya" ucap Yun San
"baik,, tunggu sebentar" ucapnya lalu bergegas pergi.
"hahaha,,, beraninya kau, tidak hormat pada tuan muda ini" hardikan seseorang dibelakang Yun San.
"plakkkk,,,," sebuah tamparan mendarat saat Yun San menoleh
"ohhh" guman Yun San.
"akibat penempaan kemarin, pukulan pemuda ini terasa lemah" batin Yun San
"maaf aku salah apa padamu" tanya Yun San datar
"kau berani mengabaikan panggilan tuan muda ini" ucapnya sambil menyombongkan diri. Terlihat tiga temannya juga tengah membusungkan dada.
"tuan muda, maaf manajer menyuruh masuk" sapa pelayan wanita dari samping Yun San.
"baik, pimpin jalan" balas Yun San
"silahkan" ucap pelayan wanita.
Keduanya melangkah pergi dan mengabaikan keempat pemuda tadi.
"tuan muda, bagaimana ini"
"bangs**, kita tunggu dia keluar" ucap pemuda dan temannya
"selamat datang Tuan Muda Lin Yun San" ucap manajer guild yang masih memunggunginya.
"sialan,,, salam paman Wang" ucap Yun San setelah pria tersebut membalikkan badan sambil tersenyum.
"bagaimana paman dapat mengenaliku" tanya Yun San penasaran
"cincin hitam dijari manis sebelah kiri dan liontin ruang yang masih kau pakai" ucapnya
"dia yang menjelaskan ciri cirimu" lanjutnya sambil menunjuk pelayan wanita
"pelayan yang teliti dan sopan pada setiap pelanggan" ucap Yun San sambil menatap pelayan tersebut
"terima kasih atas pujiannya" ucap pelayan
"kapan paman pindah kesini" tanya Yun San
"tiga bulan yang lalu" ucapnya sambil menceritakan peristiwa setelah Yun San meninggalkan kota Hongtei.
"katanya mau beli hewan peliharaan" lanjut Wang Qian mengakhiri ceritanya.
"aku merasakan kehadiran Xiao Yu ditempat ini" ucap Xiao Di dalam pikiran Yun San
"bisakah melihat koleksi burung diguild ini" tanya Yun San
"hahaha,,, kau juga anggota guild pemburu, jadi tak perlu sopan seperti itu" ucap Wang Qian lalu mengajak keluar dari ruang kerjanya.
Keduanya berjalan menuju ruang lain dan pelayan wanita masih mengikuti dari belakang.
"diruang ini untuk jenis burung yang berukuran kecil" ucap Wang Qian mengajak masuk ruangan yang terdapat banyak burung dengan rantai dikakinya.
Memasuki tempat tersebut Yun San mengedarkan energi spiritualnya. Dia merasa hal tak asing yang ada diatas meja. Sebuah kotak atau sangkar yang terbungkus kain hitam.
"apa ini paman" tanya Yun San setelah mendekatinya
__ADS_1
"elang putih kecil, tadi pagi seorang pemuda menjualnya kesini" ucap Wang Qian
"berapa paman membelinya" tanya Yun San
"sepuluh koin emas, karena elang itu terluka oleh panah beracun" ucap Wang Qian
"ini,,," balas Yun San sambil memberikan lima belas koin emas lalu membuka kain penutupnya
"brakkk,,," dengan paksa Yun San merusak sangkar tersebut.
"Xiao Yu,,," ucap Yun San pelan sambil menatap elang putih yang hampir pingsan.
"minumlah,," ucap Yun San sambil mengulurkan botol kecil berisi eleksir penawar racun.
Lima belas menit Yun San mematung memperhatikan elang putih menyempurnakan eleksir penawar racun. Sedang Wang Qian dan pelayannya mundur sedikit menjauh. Mendengar dan melihat interaksi tersebut, keduanya menyadari kalau Yun San adalah pemilik burung itu.
"tuan,,," ucap Xiao Yu lemah.
"tak perlu banyak bicara, minum obat ini lalu pulihkan dirimu" ucap Yun San mengeluarkan eleksir vitalitas. Eleksir tersebut perpaduan antara pil pemulihan dan penguat tubuh yang disiapkan untuk kedua sahabat kecilnya. Setelah meminumkan sampai habis, Yun San memasukkan elang putih pada liontin dimensinya.
"maaf tuan muda,,," sapa Wang Qian
"dia sahabat kecilku" ucap Yun San setelah menenangkan diri
"aku akan mengganti kerugianmu" ucapnya merasa bersalah
"paman tidak salah, sudahlah tunjukkan koleksi yang lain" ucap Yun San mengalihkan pembicaraan
Ketiganya lalu keluar dan menuju bagian belakang guild pemburu. Dua puluhan burung besar dari berbagai jenis terlihat jinak.
"mereka telah dipasang segel budak" ucap Wang Qian sambil menjelaskan kenapa semuanya terlihat jinak.
"burung merah,,," ucap Yun San sambil memperhatikan seekor burung merah besar yang sedang terbaring lemah. Hanya kepalanya yang masih terlihat tegak menatap mereka bertiga.
"berapa harganya paman" ucap Yun San sambil menunjuk burung merah.
"burung itu sudah tua dan hampir mati, jika sehat harganya bisa lebih dari dua juta koin emas, saat ini pemiliknya menitipkan untuk dijual seharga lima ratus koin emas" jawab Wang Qian.
"apa tuan muda tidak salah pilih" tanya Wang Qian penasaran
"hehehe,,, sudahlah, bebaskan segelnya" ucap Yun San
Wang Qian lalu menggerakkan jarinya untuk melepaskan segel budak yang terpasang diburung merah. Meskipun terlepas, burung tersebut hanya diam karena keadaannya yang sangat lemah. Bahkan hanya diam saat Yun San berusaha untuk memegang keningnya.
"aku tak tahu, bisa menyembuhkanmu atau tidak" ucap Yun San dengan kekuatan spiritualnya.
"aku akan berusaha kalau kau mempercayaiku" lanjutnya.
Burung merah besar hanya menundukkan kepala lalu terlihat airmatanya menetes.
"wuss,,," hembusan angin pelan terdengar saat Yun San memasukkan dalam liontin dimensinya.
"ini paman" ucap Yun San memberikan kantong penyimpanan.
"tujuh ratus lima puluh, ini kebanyakan" ucap Wang Qian sambil menghitung jumlah koin dalam kantong penyimpanan.
"yang lima puluh berikan padanya, biar sesekali bisa sombong seperti putri bangsawan" ucap Yun San sambil menunjukkan pada pelayan yang tetap menemani mereka berdua.
"ini untukmu" ucap Wang Qian sambil mengeluarkan lima puluh koin emas.
"tuan,,," ucap pelayan terhenti karena airmata mulai tumpah. Dengan tangan gemetaran, dia memasukkan koin emas pada kantong penyimpanan.
"bugh,,," suara lututnya saat dia menjatuhkan diri didepan Yun San
"terima kasih tuan muda" ucapnya sambil tetap terisak.
"bangunlah dan berhenti menangis, nanti paman Wang risih mendengar tangisanmu
"hehehehe,,, mulutmu memang nakal" ucap Wang Qian sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Keduanya berjalan sambil berbincang ringan, sedangkan pelayan itu tetap mengikuti dari belakang sambil menyeka airmatanya.
"ada lagi yang kau butuhkan" tanya Wang Qian setelah diruang kerjanya.
"apa token pemburuku dapat ditingkatkan" tanya Yun San.
Wang Qian memegang token dan mengukir nama Yun San dengan energi qi yang tersalur dijarinya.
"ambillah dan pelajari tehnik penyegel binatang" ucap Wang Qian
"pemburu bintang empat" guman Yun San sambil melihat logo dan bintang yang terbuat dari emas.
"hahahaha,,, apa paman sudah gila menyerahkan token ini" ucap Yun San sambil tertawa
"sialan,, aku dibilang gila, bahkan aku tidak bisa melihat pasti tahap kultivasimu" ucap Wang Qian sambil tersenyum kecut
"itu rahasia, paman" balas Yun San sambil mengembalikan token binatang duanya.
"bisakah aku menjualnya disini" ucap Yun San sambil mengeluarkan kulit dan kepala ular terbang.
"busyet,,, sialan,,, gila" ucap Wang Qian sambil melompat mundur karena terkejut.
"whahahaha,,,, biasa saja paman, masa manajer guild pemburu takut" ucap Yun San sambil tertawa lantang.
"jangankan bertarung, terkena sedikit racunnya, aku bisa tewas" ucap Wang Qian kembali duduk.
"bagaimana, mau membeli apa tidak" ucap Yun San
"tiga minggu lagi, datanglah diserikat perdagangan" jelas Wang Qian.
Serikat perdagangan bekerja sama dengan paviliun pil, guild pemburu dan yang lain akan mengadakan lelang besar. Pelelangan akan dilakukan dibalai utama milik serikat dagang.
"ambillah, ini tiket vip" ucap Wang Qian sambil memberikan tiket ungu.
"untuk paman" tanya Yun San
"besok aku akan mendaftarkan dua item ini, dan mendapatkan tiket lagi" ucap Wang Qian.
"whahahaha,,,,," lanjutnya tertawa senang
"ada apa paman,," tanya Yun San
"aku penasaran reaksi mereka yang melihat kulit utuh dan kepala binatang buas tingkat delapan" jawabnya. Setelah basa basi sebentar, Yun San berpamitan pulang dan memberitahukan tempatnya menginap.
Diantar oleh Wang Qian dan pelayan guild, Yun San melangkah santai melewati ruang para pemburu berkumpul.
"Tuan Wang" panggil pemuda sambil mendekatinya.
"ada apa" tanya Wang Qian
"apa burung yang aku jual dapat disembuhkan, aku akan menebusnya kembali" ucap pemuda itu
"burungnya sudah aku lepaskan" ucap Wang Qian datar.
"nona, pemuda ini kehilangan burung, apa kau yang memotongnya" ucap Yun San pada pelayan.
"uhhukk,,," pelayan wanita terbatuk karena tahu maksud kata kata Yun San.
"whahahaha ,,,," gelak tawa orang orang terdengar menggema. Sedangkan Wang Qian hanya tersenyum sambil menahan diri untuk tidak tertawa.
"kau,,, srink" teriaknya bersamaan dengan pedang yang ditarik keluar.
"apa yang kau lakukan" bentak Wang Qian.
"aku tidak terima penghinaannya" ucap pemuda itu
"meskipun kau, anak tetua lima klan yun, jangan harap bisa menyentuh anggota guild pemburu" teriak Wang Qian dan terlihat anggota guild lainnya maju dan berdiri dibelakang Wang Qian.
"Tuan Wang, maafkan tuan muda kami" ucap seorang paruh baya yang sebelumnya diam kini maju dan menjura hormat.
__ADS_1
"sudahlah, bawa tuan muda keluar guild" ucap Wang Qian.
"terima kasih tuan" ucapnya lalu mengajak pemuda dan temannya keluar guild pemburu.