
"achhh" teriak kesakitan seorang pemuda yang terlempar dan berhenti setelah menabrak pohon.
"teruskan dan waspada dengan gerakan ekor ular itu" teriak Yun San sambil melesat kearah pemuda yang terluka.
"minumlah" ucap Yun San pada pemuda itu.
Pemuda itu tidak menolak pil pemberian Yun San dan langsung menyerap khasiat pil tersebut. Sedang Yun San kembali mengawasi keempat pemuda yang masih menyerang ular tersebut. Dia melihat mereka mulai kelelahan dan Qi nya terlihat mulai menipis.
"kalian mundur" teriak Yun San, diikuti keempat pemuda yang melesat mendekat padanya.
"serap pil ini" ucap Yun San sambil memberikan pil qi emas.
"ini terlalu mahal" ucap mereka hampir bersamaan.
"sudahlah, tak ada waktu" ucap Yun San lalu melesat menyerang ular yang masih mengamuk dan menuju ketempat mereka.
Keempat pemuda tidak segera menelan pil, tetapi menyaksikan Yun San yang menyerang ular tersebut. Gerakan Yun San yang cepat dengan pedang yang sudah terbungkus oleh api teratai ungu.
"pantas dia selalu bergerak sendirian"
"ternyata kita hanya beban untuknya"
"sepertinya dia hanya ingin melatih kita"
"aku saat ini ternyata bodoh"
"senior Han Ji menyuruh kita menjaganya"
"tapi malah kita yang dijaga olehnya" ucap Han Joe dan tiga temannya. Sedang seorang pemuda yang sedang terluka masih menyerap pil yang diberikan Yun San.
Tebasan pedang Yun San telah melukai ular tersebut dengan parah. Luka yang ditinggalkan seperti luka bakar yang tak dapat dipulihkan oleh ular tersebut. Setelah ular tersebut sekarat, dia berhenti menyerang.
"saudara Han Joe, bunuh ular itu dan ambil poinnya" teriak Yun San
"tapi,,,," ucap Han Joe
__ADS_1
"tidak ada tapi kalau ikut denganku" ucap Yun San
"baik,,," ucap Han Joe lalu melesat menebas ular yang telah sekarat.
"bagaimana keadaanmu" tanya Yun San pada pemuda yang tadi terluka
"terima kasih, aku sudah sembuh dan qi ditubuhku semakin penuh, sepertinya akan menerobos tahap bumi tingkat dua" ucapnya
"selamat,,," ucap Yun San membuat pemuda itu merasa malu.
Ketiga teman lainnya juga terkejut mendengar percakapan tersebut.
"ayo bantu Han Joe, menguliti ular itu dan mengeluarkan apa yang telah ditelannya" ucap Yun San
"baik" ucap keempatnya bersamaan.
Keenam pemuda membelah perut ular tersebut. Namun mereka melompat mundur saat melihat isi perutnya. Tiga pemuda meringkuk sudah tak bernyawa.
"murid paviliun dewa" ucap Han Joe
Tiga pemuda segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Yun San. Sedang dua lainnya memotong motong tubuh ular dan menyimpan dikantong penyimpanannya. Itupun atas perintah Yun San, sebab ular tersebut tidak beracun sehingga bisa mereka makan. Ular sepanjang lebih dari dua puluh meter itu akan berguna bagi pembekalan kelompoknya.
Setelah itu Yun San mengajak mereka untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Lalu terlihat enam bayangan melesat memasuki wilayah yang lebih dalam. Sampai mereka menemukan gua kosong yang terlihat aman untuk beristirahat.
Akhirnya, Yun San dan yang lain mulai melakukan aktivitas masing masing. Ada yang mencari kayu bakar tak jauh dari gua itu. Yang lain mempersiapkan daging ular yang akan mereka bakar.
Hari yang melelahkan terbayarkan. Mereka menikmati daging bakar dengan lahap. Saling bercerita tentang diri masing-masing, yang membuat Yun San lebih menghargai mereka karena kejujurannya. Bahkan tiga kantong penyimpanan diserahkan pada Yun San.
Dalam ketiga kantong terdapat tiga token dengan jumlah semua poin lebih dari seratus. Yun San memindakan ketokennya, kemudian mentranfer kelimanya masing masing lima belas koin. Sedang poin dari membunuh ular dibagi oleh Han Joe pada empat temannya karena Yun San menolaknya.
Isi lain dalam kantong yang berupa koin, pil, tanaman obat dan senjata diberikan pada Yun San. Kelimanya sudah puas dengan poin dan pil yang sudah diberikan Yun San sebelumnya.
"sebaiknya kalian serap khasiat pil yang aku berikan, saat ini biar aku yang berjaga" ucap Yun San, setelah menyimpan semua barang didapatkan.
Keempatnya segera berkultivasi, sedang Yun San dan seorang pemuda menjaga tempat tersebut.
__ADS_1
##
He Gian yang kehilangan jejak Yun San dan kelompoknya kini telah memasuki wilayah dalam. Mereka bergerak dengan hati hati. Tiga pemuda yang mempunyai tehnik gerakan angin menjadi pengintai bagi kelompok itu. Tak selamanya kelompok ini bersembunyi, jika mereka menemukan murid paviliun lain yang berjalan dengan kelompok kecil maka akan disergapnya.
Murid paviliun surgawi dan dewa, saat ini merasa diatas angin. Jadi mereka yang sebelumnya dalam kelompok besar. Saat ini mulai berpencar dengan kelompok kecil yang beranggotakan lima sampai sepuluh murid.
He Gian dan yang lain menyergap kelompok kecil yang ditemui. Setelah mengambil poin mereka, maka He Gian memaksanya untuk menghancurkan token agar mereka keluar dari tanah rahasia sekte yin yang. Hal tersebut, bertujuan untuk menjaga keamanan dari tindakan itu.
##
Dilapangan sekte, para tetua terus mengamati tabel peringkat dan murid yang muncul dari portal. Awalnya, tetua dari paviliun cahaya dan langit terlihat geram dan kesal karena banyak murid mereka yang keluar. Para murid keluar bukan karena serangan binatang buas. Namun karena sergapan dari paviliun lain.
Hal tersebut kini berbalik, para murid dari paviliun dewa dan surgawi keluar karena sergapan dari murid paviliun langit.
"paviliun langitttttt,,,,,," teriak tetua paviliun surgawi yang mendapat penjelasan muridnya yang menyebabkan mereka keluar.
"jika murid tetua boleh menyerang murid kami, kenapa mereka tidak boleh membalas" balas tetua paviliun langit.
"mereka bergerombol dan murid kami dalam kelompok kecil" ucap tetua paviliun surgawi.
"itu hanya pelatihan para murid, kenapa tetua paviliun surgawi harus marah" tanya tetua paviliun cahaya yang terlihat senang karena murid paviliun surgawi menghadang batu keras.
Perdebatan para tetua semakin sengit dan memanas. Bahkan tetua paviliun surgawi sampai menunjukkan tahap kulivasi mengeluarkan auranya. Ketiga tetua paviliun lainnya juga melakukan hal yang sama.
"hentikan,,,," teriakan keras dari langit terdengar menggema. Terlihat dua sosok muncul dan turun didepan para tetua.
"salam leluhur"
"salam patriak sekte" ucap para tetua dan murid sekte yang ada dilapangan.
"itu perkembangan baik untuk kerjasama para murid" ucap patriak sekte.
"tapi,,,, mereka" ucapan tetua paviliun surgawi terhenti saat patriak sekte melanjutkan ucapannya.
Selain murid paviliun surgawi dan dewa tak ada yang mendapatkan pengarahan sebelum acara ini. Kejadian tersebut murni dari inisiatif para murid sendiri. Jadi tak baik jika para tetua bersitegang karena masalah tersebut.
__ADS_1
"apa kalian kira aku tidak tahu hal tersebut" ucap patriak sekte mengomentari protes yang disampaikan tetua paviliun surgawi.