
Yun San dan ketiga sahabatnya terus melangkah menuju portal kelantai tujuh.
"wusss,,,"
"wusss" hembusan angin menerpa saat Yun San memasuki lantai tujuh.
"Xiao Yu, Lin Wei,,, kalian masuk dulu" ucap Yun San
"baik tuan" jawab keduanya lalu hinggap ditangan Yun San dan dimasukkan liontin dimensi.
"angin ini" guman Yun San
"tempat ini baik untuk berlatih tehnik pedang" ucap Xiao Di yang masih dikantong bajunya.
"baik paman,,," balas Yun San.
"masuklah dipusaran angin yang ada diujung tempat ini, kemudian ikuti arusnya sambil mengeluarkan tehnik pedangmu" ucap Xiao Di
"baiklah" jawab Yun San
"tunggu,,,," ucap Xiao Di
"ada apa paman,,," tanya Yun San
"lihat didepan bagian kananmu" ucap Xiao Di
"mereka teman temanku dan akupun hendak mendatangi mereka" ucap Yun San sambil melesat mendatangi tempat yang dimaksud.
"Yun San,,," sapa semua murid yang mengenalnya hampir bersamaan.
"hahaha,,,, kenapa kalian" tanya Yun San pada kelima sahabatnya yang sedang dikerumuni murid paviliun cahaya dan paviliun langit.
"sialan kau,,," teriak Han Joe dan Mu An bersamaan.
"mereka mencoba menerobos pusaran angin, namun terluka seperti ini" ucap Qin Fan. Yun San melihat luka luka pada kelima sahabatnya. Goresan ditubuh mereka seperti tebasan pedang.
"sembuhkan dulu luka kalian" ucap Yun San
"obat obatan kami habis" balas Han Suan.
"nich,,,,," ucap Yun San sambil melemparkan botol pil yang diambil dari cincin penyimpanannya.
"terima kasih" jawab mereka lalu membagi pil obat dan segera menelannya.
"bagaimana keadaan kalian" tanya Yun San pada Qin Fan dan He Gian yang ada didepannya.
"kami baik baik saja" ucap Qin Fan.
"murid paviliun kita tinggal tiga puluh delapan" balas He Gian.
"yang lain masih dibelakang, bagaimana kau memimpin kelompokmu jika saat mereka terluka malah ditinggal" ucap Yun San
"itu,,," jawab He Gian sambil menatap He Jolie
__ADS_1
"kepemimpinanmu dilihat saat membawa murid sekte, bukan statusmu saat didalam klan" ucap Yun San sambil menatap tajam pada He Gian.
"maaf,,," ucap He Gian
"pada mereka, kau seharusnya meminta maaf" ucap Yun San sambil menunjuk murid paviliun langit yang berkumpul ditempat itu.
Kekesalan Yun San atas keputusan He Gian meninggalkan teman yang terluka sudah terlampiaskan. Setelah He Gian meminta maaf pada yang lain dan berjanji menunggu murid tersebut ditempat ini.
Lama kelamaan, obrolan mereka mulai hangat. Yun San menyarankan mereka untuk berkultivasi didekat pusaran angin. Untuk mereka yang telah menguasai tehnik pedang, disarankan untuk menyempurnakan didalam pusaran dengan mengikuti aliran arus angin.
"jangan melawan agar luka yang kalian derita tidak terlalu parah" ucap Yun San
"saudara Yun San, boleh aku bertanya" ucap seorang gadis didekat Qin Fan
"silahkan,," balas Yun San.
"aku Yufei" ucapnya lalu menjelaskan permasalahan saat mempelajari alkemis. Hal itu ditanyakan karena menurut kelima sahabatnya, Yun San sangat mahir dalam pembuatan pil.
Dengan santai, Yun San menjelaskan solusi untuk masalah tersebut. Bahkan dasar tentang alkimia disampaikan dengan jelas. Jenis, karakter dan titik lebur dari setiap bahan yang berbeda. Jika mereka kesulitan dalam membentuk pil obat, Yun San memberi saran agar dijadikan eleksir dengan tambahan air suci.
"harga air suci sedikit mahal" ucap Yufei.
"meskipun begitu, tapi efek dari eleksirnya juga meningkat lebih baik" balas Yun San.
"selama ini kalian pasti belajar dengan resep ringan" ucap Yun San lalu memberikan masukan. Mereka diminta untuk berani berkorban dalam mempelajari alkimia. Setelah memahami tehnik dasarnya, mereka tak seharusnya takut akan kegagalan. Dengan kegagalan tersebut maka mereka akan mendapatkan pencerahan.
Semua murid yang ada ditempat tersebut mendengar penjelasan Yun San dengan seksama.
"ada apa" balasnya sambil menoleh.
"maafkan sikapku selama ini" ucap gadis tersebut yang ternyata He Jolie
"tak apa apa, namun rubah sikap sombongmu sebab diatas kekuasaan kita akan ada yang lebih berkuasa" ucap Yun San
"iya,,," ucap He Jolie sambil merona merah, entah malu atau marah.
"apa tingkat alkemismu" tanya Qin Fan
"sepertinya sama dengan kalian" ucap Yun San dengan santai.
"aku sudah tingkat dua" ucap Qin Fan
"mana token alkemismu" tanya Yun San
"menurut tetua sudah ditingkat dua, tapi token dari paviliun pil masih tingkat satu" ucap Qin Fan sambil mengeluarkan token alkemis.
"berarti yaa tingkat satu dan tetaplah rendah hati seperti sebelumnya" ucap Yun San
"ohhh,,, maaf" ucapnya Qin Fan yang merasa ucapannya sedikit menyombongkan diri.
"kalau sudah melewatiku, maka kau boleh sombong" ucap Yun San sambil mengulurkan token alkemis pada Qin Fan
"ini,,,, ohhhh,,, tingkat tiga" teriak Qin Fan
__ADS_1
"Lin Yun San ,,,," lanjutnya membaca nama yang tertera.
"biasa saja,,,, nanti kalian juga bisa ketingkat itu" ucap Yun San
"sial,,,, berapa tahun lagi" balas Qin Fan sambil mengembalikan token tersebut
Semua murid paviliun cahaya hanya terdiam dan melototi Yun San. Seakan mereka hendak menerkam dan menelannya hidup hidup.
"kenapa kalian menatapku seperti itu, membuat takut saja" celoteh Yun San dan membuat mereka sadar lalu tersenyum kecut.
"whahahaha,,,,, mereka ingin menelamu, saudaraku" ucap Han Joe yang telah selesai menyempurnakan efek pil obat.
"ohhhhh,,, tidak,,,," guman murid paviliun cahaya hampir bersamaan dengan raut wajah ketakutan.
"hahahaha,,, sudahlah, Han Joe hanya bercanda" ucap Yun San sambil tertawa.
"whahahaha,,,,,," teriak sahabat Yun San yang lain lebih keras.
Suasana serius sebelumnya kini semakin mencair. Kelima sahabat Yun San ternyata juga konyol.
***
Disisi yang lain.
Kelompok murid paviliun dewa dan paviliun surgawi berkumpul terpisah. Sepuluh murid paviliun surgawi terlihat menyendiri dan tidak searogan biasanya. Mereka masih menunggu murid lain untuk datang ditempat tersebut.
Agak jauh dari mereka, terdapat tiga puluh murid paviliun dewa. Saat masuk menara, mereka membagi kelompok kecil beranggotakan sepuluh murid. Tiga kelompok tersebut berbincang bincang sambil menatap sinis murid paviliun surgawi. Sesekali mereka juga menatap kelompok Yun San penuh rasa penasaran.
"apa yang mereka lakukan" ucap murid paviliun dewa sambil melihat lima sahabat Yun San mendekati pusaran dengan pedang terhunus.
"mungkin mereka ingin memecah pusaran, untuk membuka pintu selanjutnya" jawab yang lain.
***
"jaga jarak dan jangan melawan arus" ucap Yun San berpesan pada sahabat sahabatnya
"yang lain, berkultivasi secara bergantian" lanjutnya.
"baik,,," jawab He Gian dan Qin Fan lalu mengatur anggotanya.
Waktu terus berlalu. Yun San dan kelima sahabatnya bergantian memasuki pusaran. Saat keluar dari pusaran, kelimanya mendapatkan luka luka. Awalnya cukup parah, namun dalam latihan berikutnya luka luka mereka mulai berkurang.
"mereka datang" teriak seorang murid paviliun langit saat melihat kedua belas temannya telah sampai dilantai tujuh. Namun mereka bukan berkumpul dengan yang lain, tapi terus berjalan mendatangi Yun San.
"terima kasih,,," ucap kedua belasnya serempak sambil menjura hormat pada Yun San.
"Tak perlu kalian bersikap seperti ini, kita adalah saudara dari paviliun dan sekte yang sama" ucap Yun San sambil tersenyum.
"bisakah kami menjadi anggota kelompokmu" tanya seseorang mewakili yang lain.
"tak masalah,, kalian tinggal bergabung dengan kelima sahabatku" jawab Yun San
"terima kasih" balas mereka.
__ADS_1