Sang Pengelana

Sang Pengelana
MENCETUSKAN KOTA DONGFAN


__ADS_3

Siang berinteraksi dengan warga dan murid sekte, saat malam giat dengan kultivasi. Sudah dua bulan Yun San berada dilembah batu. Pagi ini, dia meminta semua murid dan warga berkumpul didepan kediaman Lin Dong.


"terima kasih atas kehadirannya" ucap Yun San memulai penjelasan mengenai maksud mereka dikumpulkan. Dengan menggunakan kekuatan energi qi, Yun San melanjutkan penjelasannya.


Mulai hari ini, desa lembah batu akan berganti nama kota dongfan. Pemimpin kota akan dijabat paman Lin San. Selanjutnya, para pejabat kota akan dipilih paman Lin San. Sedangkan bukit tersebut akan dijadikan pusat pemerintahan.


Untuk sekte lembah batu tetap menggunakan nama tersebut. Patriak sekte dijabat oleh paman Hutian. Sedangkan para tetua dan wakilnya tetap diisi oleh orang lama. Tapi jika diperlukan penambahan tetua dan wakilnya, akan dilakukan setelah merapikan segala perubahan yang terjadi.


Kedua pamannya yang lain juga menjabat sebagai kepala keamanan kota dan penegak hukum sekte. Sementara pengurus kebun herbal tidak mengalami perubahan. Juga para alkemis tidak ada perombakan.


"hidup tuan muda"


"panjang umur tuan muda"


Teriakan warga dan murid sekte mulai menggema saat Yun San diam. Semangat mereka terlihat menggelora.


Banyak warga terlihat meneteskan airmatanya. Kebanyakan yang menangis adalah generasi tua dan keturunannya. Mereka bersuka cita atas keberhasilan dari perjuangannya selama ini.


Dari keterpurukan dan disingkirkan, kini bisa bangkit dan menuju kesuksesan besar.


"maaf tuan muda" seorang warga berteriak setelah sorak sorai mulai mereda.


"silahkan bertanya atau mengajukan usulan" balas Yun San membuat suasana menjadi tenang.


"bagaimana dengan Patriak Lin Dong" tanya pria tersebut.


"kakekku baru pulih, jadi harus menjalani kultivasi tertutup untuk jangka waktu tertentu" balas Yun San.


"lalu tuan muda sendiri" ucap pria lain


"aku kembali kesekte yin yang untuk sementara waktu, selanjutnya mencari keberadaan ibuku" jawab Yun San beralasan.


"untuk membantu keamanan, aku akan meninggalkan ketiga sahabatku" lanjut Yun San.


"Xiao Yu,,, Lin Wei,,,," teriak Yun San. Kemudian kedua burung yang hinggap dipundaknya mulai terbang diangkasa. Diikuti pandangan para warga dan murid sekte, Xiao Yu dan Lin Wei merubah ukuran tubuhnya.


Bentangan sayapnya lebih dari sepuluh meter dan ukuran tubuh yang besar.


"binatang iblis" teriak semua orang terlihat ketakutan.


"tenang,,, jangan takut" teriak Yun San


"tinggallah dibelakang bukit" teriak Yun San pada keduanya


"baik tuan muda" balas keduanya menggema dan yang lain juga mendengarnya.

__ADS_1


"mereka bisa berbicara"


"tuan muda"


"dia juga mengakui tuan muda"


"itu bawahan tuan muda" ucapan para warga saling sesahutan karena terkejut.


"Lin Bai,,," teriak Yun San kembali menggema


"baik tuan" balasan terdengar dari samping kediaman Lin Dong. Perlahan sosok hitam terlihat membesar. Akhirnya berhenti setelah sosok itu setinggi lima meter.


"harimau hitam"


"panther"


"binatang iblis juga" ucapan semua orang dengan raut muka ketakutan.


"berkumpulah dengan Xiao Yu dan Lin Wei" ucap Yun San


"baik tuan" balas Lin Bai lalu menghilang dibelakang bukit.


"mereka bertiga adalah sahabatku, jadi kalian tidak perlu takut" ucap Yun San. Mereka akan membantu keamanan diwilayah tersebut. Selain itu, mereka juga patuh kepada kakeknya.


Yun San berpesan untuk mempercepat pembangunan dan mempersiapkan dokumen untuk perubahan status wilayah mereka. Selanjutnya, dia memberi kesempatan pada Lin Dong, Hutian dan yang lain untuk berbicara didepan warga dan murid sekte. Seperti biasa, tidak ada kata arogan yang keluar dari ucapan mereka. Namun lebih pada ajakan untuk lebih mempererat persaudaraan. Selain itu, menekankan agar semua pihak lebih meningkatkan kerjasama.


Waktu cepat berlalu. Gelap malam mulai menyelimuti wilayah tersebut. Yun San, Lin Dong dan keempat pamannya sedang berkumpul dikediaman Lin Dong. Dalam kesempatan tersebut, Yun San memberikan jutaan koin emas, senjata dan ribuan pil berbagai jenis.


Yang diberikan Yun San adalah hasil dari menjarah klan hong. Pembagian semua harta dan sumberdaya diserahkan pada keempat pamannya. Karena mulai besok, Lin Dong akan memasuki kultivasi tertutup.


"semua kekayaan akan disimpan digedung harta" ucap Hutian


"paman berempat harus menyiapkan tempat perbekalan masing masing" jelas Yun San


Hal tersebut jangan menjadikan perpecahan diantara mereka. Namun, untuk mempermudah perencanaan masing masing devisi. Untuk menghindari kecurigaan, maka tiap bulan harus diadakan pertemuan dan melaporkan setiap pemasukan dan pengeluaran.


"ini untuk perbendaharaan kota yang akan kita bangun" ucap Yun San sambil mengeluarkan empat peti tak begitu besar.


"apa itu" ucap Lin San terkejut


"lihat saja" balas Yun San santai


"batu roh"


"bagaimana bisa"

__ADS_1


"dari mana ini"


"apa kau sudah gila, memberikan semua ini" ucap Hutian dan yang lain setelah membuka satu peti didepan mereka


"itu belum bisa disebut batu roh, masih dibawanya" jelas Yun San. Kemudian menjelaskan kristal qi yang ada didalam peti. Jadi setelah ini, mereka tidak terlalu dibebani oleh dana dan sumberdaya. Selain itu, tak perlu menambang secara gila gilaan untuk mewujudkan kota impian mereka.


"kalau perkiraanku tidak salah, sebulan lagi ada klan wang yang akan bergabung" ucap Yun San. Jika mereka mau bersumpah surgawi untuk setia maka berikan tempat untuk klan wang. Juga bantu ekonomi mereka dengan menjadikan sebagai penyalur bijih baja.


"mereka mempunyai keahlian dalam negoisasi dan perdagangan" ucap Yun San. Selain belajar dalam hal itu, keempat pamannya juga bisa bekerjasama untuk memajukan kota dongfan. Sedang Hutian dapat mendirikan jasa pengawalan yang beranggotakan para murid sekte. Selain untuk menambah penghasilan juga bisa melatih kemampuan para murid.


Keempatnya hanya terdiam dan tertegun dengan pemberian sumberdaya dan curahan dari pemikiran Yun San.


"paman berempat bisa pulang dulu dan mulai besok paman Lin San tinggal bersama kakek disini" ucap Yun San


"baik tuan muda" ucap mereka lalu berdiri dan membungkuk hormat


"tak perlu seperti itu dan jangan lagi memanggil tuan muda, sebab aku masih keponakan kalian" ucap Yun San tegas.


"hemmm" guman mereka sambil tersenyum, lalu meninggalkan tempat tersebut.


"tuan muda" ucap Xiao Di yang saat ini ada ditubuhnya Lin Dong sambil menekuk satu lututnya didepan Yun San.


"ada apa kek,,,eh paman Xiao Di" ucap Yun San lalu mengajak duduk untuk menjelaskan sikapnya


Setelah duduk berhadapan, tiba tiba hadir Xiao Yu, Lin Wei dan Lin Bai.


"hahaha,,, kalian juga sudah disini" sapa Yun San.


"hormat kami, tuan muda" ucap ketiganya


"hahhh,,, ada apa ini" tanya Yun San


"begini" jelas Xiao Di


Setelah menyatu dengan tubuh Lin Dong, Xiao Di dapat mengetahui memori yang tersimpan. Klan lin tidak sesederhana seperti yang terlihat. Leluhur klan lin adalah Xiao Lintian. Seorang tuan muda dari klan kuno Xiao yang dihianati oleh saudaranya.


Dia melarikan diri dan mendirikan klan lin diwilayah itu. Serta mengganti nama Lin Lantian. Namun hingga saat ini klan Xiao terus mencari keberadaannya, karena segel yang dibawa saat melarikan diri.


Lin Dong adalah cucu dari Xiao Lintian. Dan segel itu dibawa Lin Dong lalu diserahkan pada Lin Fan. Namun Lin Dong hanya berpikir apakah keberadaan segel itu yang membuat ayah Lin Yun San dikejar klan hong dan terbunuh.


"bagaimana bentuk segel itu" tanya Yun San


"segel tersebut terbuat dari giok suci yang berbalut emas" ucap Xiao Di sambil menjelaskan gambarannya.


"tapi jangan jangan" lanjut Xiao Di sambil menatap tajam pada Yun San

__ADS_1


"ada apa paman" balas Yun San


__ADS_2