
Setelah merenung sebentar, Yun San dan yang lain melanjutkan perbincangannya, lalu dilanjutkan dengan memeriksa kebun obat. Berbagai jenis tanaman herbal yang sulit ditemukan dialam bebas, kini telah tumbuh subur. Sebagian bibit tanaman tersebut diperoleh dari menyatroni klan hong dikota hongtei.
Suasana didalam liontin dimensi selalu terang oleh kristal cahaya yang diperoleh saat menyatroni beberapa tempat. Ada juga penemuan Yun San diberbagai tempat. Cukup lama Yun San mengamati kebun obat.
"kalian tinggal didalam dulu, aku akan persiapan untuk ujian menara naga" ucap Yun San dan menjelaskan sekilas tentang hal tersebut, saar berpamitan pada sahabat sahabatnya.
***
Hampir dua tahun, Yun San meninggalkan desa lembah batu. Desa kecil yang tertidur, terabaikan dan dipinggirkan. Kini telah menggeliat dan bangun dari tidurnya. Mimpi mimpi indah mulai hadir dan nyata dialami para warga.
Perkampungan kecil ditengah lembah tetap diabadikan dan hanya mengalami penataan ulang. Rumah rumah warga diatur dan dibangun ulang. Area perkebunan tanaman obat yang mengelilingi terlihat lebih luas. Di lereng bukit yang mengelilingi desa lembah batu berdiri bangunan bangunan untuk murid sekte lembah batu.
Yang lebih menarik adalah tiga bangunan besar ditengah perkampungan. Bagian depan bangunan aula pertemuan yang dibiarkan terbuka. Bangunan tempat berkultivasi, tetap seperti sebelumnya. Yang terakhir adalah bangunan yang menimbulkan keresahan bagi klan lin.
Bangunan pusat keamanan desa dan sekte lembah batu. Tempat tersebut dibangun tertutup dan merupakan tempat terlarang. Hutian yang menjadi kepala keamanan menghabiskan hari hari didalamnya untuk berkultivasi bersama para wakilnya,
Dia hanya sesekali waktu keluar untuk bercengkrama dengan keluarga. Selain itu, juga untuk menemui tuannya. Sedang wakil wakilnya, keluar masuk sesuai jadwal yang telah ditugaskan padanya,
Sedang tugas pengawasan dan pengamanan dilaksanakan oleh dua puluh wakilnya. Setiap wakil kepala keamanan mempunyai minimal lima puluh anggota. Para anggota dipilih dari murid sekte lembah batu.
Pihak klan lin mengendus keberadaan pasukan keamanan yang berjumlah besar untuk sebuah desa. Mereka mulai khawatir akan hal tersebut. Bahkan Lin Dong, sebagai kepala desa memutuskan untuk membatasi pihak luar yang ingin berkunjung.
***
Ujian menara naga akan segera dimulai. Dua ratus murid dari empat paviliun telah berkumpul.
"tatapan mereka pada kita sepertinya tidak baik" ucap He Gian pada murid paviliun langit yang sedang berkumpul. Ditempat tersebut, juga ada Yun San dan kelompoknya.
"biarkan saja, tapi kita harus hati hati dengan mereka" balas Han Joe sambil melirik keberadaan murid paviliun surgawi.
"itu gara gara Yun San" ucap He Jolie yang ada disamping He Gian.
"wanita sialan,,, jaga mulutmu" hardik Mu An menatap sinis.
"kau,,," teriak He Jolie
__ADS_1
"saudara He Gian, keberadaan saudaramu bisa membuat murid paviliun langit pecah" ucap Yun San
"sebaliknya kau tidak mendatangiku saat bersamanya" lanjut Yun San kemudian pergi menjauh sebelum Gian membalas ucapannya.
"ada apa dengan sikapmu" tanya He Gian
"pemuda sombong, aku sangat membencinya" balas He Jolie
"dia tidak pernah berbuat salah padamu" ucap He Gian
"tidak ada yang pernah mengabaikan tuan putri ini dan karena dia juga, aku mendapat teguran keras dari tetua muda" ucap He Jolie
"tapi kita tak perlu menebar bibit permusuhan seperti itu" ucap He Gian
"sudahlah, aku tak mau membahas tentang dia" ucap He Jolie dengan raut wajah menunjukkan kekesalan hatinya.
"sebentar lagi ujian menara naga akan dimulai" ucap pria tua dengan suara menggema. Dia adalah salah satu sesepuh sekte yang pernah muncul saat penutupan tanah rahasia sekte.
Dia lalu menjelaskan garis besar ujian menara naga yang tidak mempunyai aturan. Perkelahian antar murid diperbolehkan bahkan jika murid terbunuh didalam menara, maka pihak murid tersebut tidak bisa menuntut pihak lain. Tetapi meskipun terkesan kejam, namun semua peserta diberi token untuk menjaga diri. Jika token tersebut dihancurkan maka dia akan dikirim keluar dari dalam menara.
Jari jari tangan keempat tetua mulai membentuk segel formasi dan tak lama kemudian dilesatkan kearah puncak menara yang terdapat patung kepala naga diempat sisinya.
Tak lama kemudian, muncullah simbol simbol didinding menara seakan mengalir menuju pintu gerbang. Simbol simbol tersebut muncul hanya sebentar, namun membuat Yun San mengalami keadaan linglung.
Kepala Yun San terasa pusing dan sakit seperti ditusuk ribuan jarum. Keringat dingin mulai keluar didahinya. Dia lalu duduk meditasi untuk menenangkan diri.
"segel api, angin, cahaya dan kehidupan" batin Yun San saat mencerna segel yang dibentuk oleh keempat tetua.
"simbol formasi ruang dan waktu, serta ada simbol formasi pengumpul energi" batin Yun San sambil terus mencerna kejadian yang ada didepannya.
"huhhh" gumannya sambil menghembuskan nafas saat menyudahi meditasinya.
"ada apa" tanya Han Joe yang terus disamping Yun San bersama empat sahabatnya.
"tiba tiba kepalaku sakit, tapi sudah tidak apa apa" jawab Yun San
__ADS_1
"kau yakin tidak apa apa" tanya Mu An
"iya" balas Yun San sambil tersenyum
"baiklah, ayo masuk" lanjut Yun San mengajak sahabatnya memasuki gerbang menara yang telah terbuka.
Hampir semua peserta sudah memasukinya. Hanya sebagian murid paviliun cahaya dan kelompok Yun San yang tersisa. Kelompok tersebut lalu melesat memasuki gerbang menara.
"oh,,, ternyata seperti ini" guman Yun San setelah memasuki menara. Hamparan pedang rumput yang terbentang luas. Didepan Yun San dan kelompoknya terlihat kelompok lain sedang bertarung dengan serigala perak.
"mari kita bantu mereka" ucap Yun San sambil mengeluarkan pedangnya.
"auwww,,,," terdengar auman serigala saat Yun San dan yang lain hendak bergerak.
"sial,,,," teriak Mu An saat menyadari ada rombongan serigala perak yang mendekati mereka.
Yun San dan keempat lainnya segera melesat dengan senjata ditangan masing masing. Tak ada keraguan yang hadir dihati keempat sahabat Yun San. Mereka yakin akan kemampuan Yun San, dapat menolong saat sedang kritis.
"oh,,,, itu,,," guman Yun San saat melihat seekor serigala tewas ditangan Han Joe. Mayat serigala lenyap dan menjadi seberkas energi samar yang memasuki tubuh Han Joe.
"setelah membunuh semua serigala, kalian segera berkultivasi dan biar aku yang akan berjaga" teriak Yun San
"baik,,,,"teriak sahabatnya yang juga merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya setelah membunuh serigala perak.
Keempatnya lebih bersemangat mendengar teriakan Yun San. Namun juga tetap berhati hati. Walaupun tercipta dari energi, tapi serangan yang mengena juga menimbulkan luka.
^^^
"kita tinggalkan serigala serigala ini untuk mereka" ucap murid paviliun surgawi sambil melihat kelompok murid paviliun cahaya dibelakang mereka.
"iya, kita cepat maju agar segera masuk kelantai dua" sahut yang lain.
"semuanya,,,, menyerang untuk membuka jalan" teriak pemimpin kelompok tersebut.
"baik,,,," sahut yang lain
__ADS_1