Sang Pengelana

Sang Pengelana
MEMASUKI KOTA XUANDAU


__ADS_3

Keenam orang penting diserikat perdagangan sedang membahas persiapan pelelangan. Mereka adalah manajer dari serikat pekerja, rumah tempa, dan lainnya. Mereka mendapat undangan untuk memberi peringkat pada item yang akan dilelang. Tiba tiba seorang penjaga memiliki ijin untuk masuk tempat tersebut.


"ada apa" tanya manajer serikat perdagangan setelah penjaga yang diijinkan masuk mendekatinya,


"Tuan Wang Qian dari guild pemburu cabang wilayah klan yun mohon untuk bertemu" ucap penjaga.


"baiklah, bawa dia masuk" ucap manajer


"siap tuan" ucap penjaga dan segera berlalu


Tak lama kemudian, Wang Qian masuk keruangan tersebut.


"salam,," ucap Wang Qian sambil menjura dihadapan semua orang.


"silahkan duduk" ucap manajer serikat


"maaf jika kedatanganku, mengganggu" ucap Wang Qian setelah duduk


"adakah hal penting" tanya manajer


"ada yang menitipkan sesuatu untuk dilelang" jawab Wang Qian


"keluarkan saja, kebetulan kami sedang membahas item yang akan dilelang" ucap manajer


"ini" balas Wang Qian sambil mengeluarkan kulit ular terbang.


"itu,,, benarkah,,," ucap manajer rumah tempa sambil berdiri.


"kulit ular terbang" jelas Wang Qian. Binatang tersebut sudah ditingkat delapan. Untuk membuktikan tingkatannya, Wang Qian lalu berdiri dan mengeluarkan kepala ular dilantai.


"sial,, binatang buas tingkat delapan" ucap pria tua.


"dapatkah, manajer Wang mempertemukan kita dengan senior yang menitipkan ular itu" ucap manajer serikat perdagangan


"identitasnya tidak mau diketahui, makanya binatang itu dititipkan pada kami" balas Wang Qian


"kita tidak mau jika tanpa sengaja menyinggungnya" lanjut manajer serikat


"kenapa Manajer Wang harus menutupi identitasnya pada orang sendiri" hardik pria tua


"Manajer Hong, sudah sepatutnya kami merahasiakan hal itu demi keselamatannya" jawab Wang Qian pada pria tua yang menjabat sebagai manajer serikat pekerja.


"sudahlah, diantara orang sendiri tak perlu bersitegang" ucap manajer serikat perdagangan menengahi.


Setelah Wang Qian mendaftarkan kepala dan kulit ular terbang. Suasana dalam ruangan menjadi penuh dengan kepentingan pribadi. Beberapa orang membujuk untuk menjual pada kesempatan itu, bukan dimasukkan pada pelelangan.

__ADS_1


"maaf, aku sudah memberikan kartu undangan padanya" ucap Wang Qian


"baiklah, keduanya masuk dalam dua puluh item utama" ucap manajer serikat perdagangan.


"ini kartu vip terakhir yang kita keluarkan" lanjut manajer sambil memberikan kartu pada Wang Qian.


"terima kasih tuan, aku permisi" ucap Wang Qian setelah menerima kartu, sambil berdiri dan menjura hormat. Kemudian dia melangkah keluar dari tempat tersebut.


***


Waktu terus berlalu. Yun San terus menutup pintu kamar, tetapi aroma obat merembas keluar kamar. Hal itu membuat semua orang tak ada yang berani mengusiknya.


Yun San menghabiskan hari harinya dengan menyempurnakan pil. Dia hanya membuat pil, lalu memulihkan diri. Aktifitas yang berulang ulang, sehingga hampir semua bahan telah disempurnakan menjadi pil atau eleksir.


Hari hari berlalu tanpa disadari oleh Yun San. Saat hendak memulihkan diri, dia merasakan kehadiran dua sahabat kecilnya. Dia membuka jendela dan kedua sahabatnya masuk kedalam kamar.


"kalian sudah kembali" sapa Yun San


"iya tuan, tetapi hampir setengah pil yang kami bawa telah terpakai" ucap Ciko


"tak masalah, bagaimana hasilnya" tanya Yun San


"kita pergi dari wilayah ini dulu, nanti kami ceritakan" balas Cici


"baiklah" ucap Yun San


Selesei dalam aktivitasnya, Yun San menyimpan tungku dan botol pil kedalam cincin penyimpanan. Kedua sahabatnya juga masuk kedalam liontin ruang.


"tuan" terdengar suara dalam pikiran Yun San


"ada apa" tanya Yun San


"Ketiganya sudah bangun" jawab Cici


Yun San tak jadi keluar kamar dan mulai duduk bermeditasi diatas tempat tidur.


"tuan,,,," sapa kelima makhluk yang ada didalam liontin ruang


"selamat untuk kalian bertiga" ucap Yun San


"terima kasih tuan" jawab ketiganya


"Lin Bai" ucap Yun San sambil menatap macan hitam setinggi lututnya.


"terima kasih tuan" ucap Lin Bai. Dia menjelaskan kalau darah dalam tubuhnya mengalami peningkatan dalam kwalitas.

__ADS_1


Xiao Yu dan burung merah juga mengalami peningkatan dalam auranya.


"kalian belum boleh keluar sebelum energi dalam tubuh menjadi stabil" ucap Yun San


"baik tuan" jawab mereka.


Yun San lalu memeriksa ruang dalam liontin dimensi yang telah menjadi dunia kecil untuk sahabat sahabatnya. Kepadatan energinya melebihi dunia luar. Hal ini menunjang perkembangan kebun obat. Berbagai jenis tanaman obat, ditanam rapi sesuai dengan variannya. Setelah puas berkeliling tempat tersebut, Yun San akhirnya keluar.


Yun San yang telah keluar dari liontin dimensi, lalu bergegas keluar kamar dan meninggalkan penginapan. Dia menyusuri jalan utama wilayah klan yun, dan menuju pusat kota Xuandau.


Gerbang masuk ibukota terpampang megah, dengan puluhan prajurit kerajaan xuan yang berjaga. Tanpa melewati proses pemeriksaan, semua dapat melintas keluar masuk.


Acara pelelangan membuat jalur keluar masuk dibuka bebas untuk semua pendatang. Tetapi disetiap tempat strategis, terlihat prajurit kerajaan yang berjaga. Hilir mudik pejalan kaki menambah suasana riuh. Namun ketertiban masih terjaga karena banyaknya petugas yang dikerahkan.


Yun San menyusuri jalanan ibukota Xuandau. Beberapa penginapan yang didatangi telah penuh pengunjung. Hingga senja datang, dia tidak mendapatkan tempat untuk menginap.


Dia terus melenggang santai. Toko pakaian yang cukup besar didatanginya.


"berhenti,," teriak seorang penjaga.


"kenapa paman" ucap Yun San sambil menatap kedua penjaga yang berusia empat puluhan tahun.


"kami tak akan memperbolehkan pengunjung yang hanya mau melihat lihat saja" ucap penjaga yang lain.


"kalau ada yang cocok, aku pasti akan membelinya" ucap Yun San


"hehehehe,,,,, pakaian yang kau kenakan tak pantas jika kau mengucapkan kata kata itu" terdengar suara wanita yang baru keluar dari toko pakaian.


"nona muda" ucap kedua penjaga yang menyadari keluarnya wanita yang masih terlihat muda.


"apa maksudmu" tanya Yun San


"aku nona muda dari pemilik toko ini, dan tak mau jika kau akan mengotori tempat kami dengan pemuda miskin sepertimu" jawabnya


Yun San hanya menatap tajam tanpa mengeluarkan sepatah kata. Dia baru saja memasuki ibukota dan tak menginginkan keributan yang akan membuka identitasnya.


"maaf jika kedatanganku membuat tuan tuan dan nona muda tak enak hati" ucap Yun San lalu berbalik dan cepat berlalu tanpa menunggu jawaban dari ketiganya


"ka,,u,,,," ucapan nona muda terhenti saat mengetahui Yun San sudah berlalu dari depan tokonya. Meskipun berjalan santai, Yun San yang menggunakan langkah bayangan telah terlihat didepan paviliun pil. Penjaga paviliun itu dengan sopan mempersilahkan Yun San masuk.


"siapa pemuda itu" tanya nona muda pada dua penjaga toko


"maaf nona, kami tidak tahu" jawab seorang penjaga


"kalian menghardiknya, tapi penjaga paviliun pil bahkan menghormatinya" ucap nona muda

__ADS_1


"bukankah nona muda yang mengusirnya" ucap penjaga memberanikan diri.


"huhhh,,,," gumannya kesal dan masuk kembali kedalam toko


__ADS_2