Sang Pengelana

Sang Pengelana
UNDANGAN TETUA MUDA XIAN


__ADS_3

Pagi berganti senja. Han Ji dan yang lain telah berkumpul ditempat Yun San.


"kau darimana saja" ucap Mu An saat melihat kedatangan Yun San


"dari paviliun tempa untuk memperbaiki pedangku" jawab Yun San tanpa menutupi tujuan kepergiannya.


"sebaiknya kita segera berangkat kerumah tetua muda" ucap Han Joe


"baiklah" ucap Yun San sambil berbalik keluar rumah diikuti ketujuh lainnya. Delapan pemuda melesat menuju tempat murid inti. Digerbang batas murid inti dan murid dalam, mereka tidak mendapat banyak pertanyaan karena surat undangan dari Tetua Muda Xian.


Sampai ditempat Tetua Muda Xian, mereka segera dipersilahkan masuk. Senja yang cerah, bertepatan dengan beberapa murid inti juga ada ditempat tersebut.


"ini Yun San, murid baru yang sedang menjadi topik pembicaraan kita" ucap Tetua Muda Xian memperkenalkan pada murid inti.


"salam tetua,,, salam senior,,, junior ini Yun San, murid baru paviliun langit" ucap Yun San


"hahahaha ,,, bagus"


"hehehe ,,, di paviliun langit tak perlu peradatan seperti itu" balas beberapa murid senior.


"kau sudah mengetahui alasan, aku mengundangmu" tanya Tetua Xian setelah Yun San dan yang lain duduk.


"sudah tetua" balas Yun San


"apa rencanamu" tanya Tetua Xian


"dalam beberapa hari kedepan, aku akan mengambil misi keluar sekte" ucap Yun San ringan.


"apa kau sudah gila" ucap seorang murid inti.


"Tetua Hong berasal dari klan hong" jelas Tetua Xian setelah meminta beberapa murid inti tenang. Selain Hong Gun, ada tiga tetua paviliun surgawi yang berasal dari klan hong. Dari data yang Tetua Xian dapatkan, hampir lima ratusan murid yang berasal dari keluarga utama dan cabang klan tersebut.


Sepuluh tahun lebih, sekte yin yang menutup diri karena keberadaan mereka. Hal itu bukan membuat sekte stabil, tapi menjadikan mereka semakin kuat serta perpecahan antar paviliun disekte yin yang kian meluas. Saat ini hanya paviliun langit yang cukup bersih dari pengaruh klan hong, karena ada lima tetua paviliun yang berada ditahap surgawi. Sehingga mereka belum mampu menyusupkan anggotanya dipaviliun langit.


Selama Yun San tetap dipaviliun langit akan terjamin keamannanya.


"bagaimana kalau kau berlatih sampai ditahap langit baru mengambil misi keluar sekte" ucap Tetua Xian


"perlu waktu dan sumberdaya yang besar untuk itu" ucap Yun San


"kau tak perlu bingung untuk sumberdaya, ada misi kecil yang ada didalam sekte" ucap murid inti.


"maaf tetua, sebenarnya ada yang lebih aku khawatirkan daripada masalah ini" balas Yun San.

__ADS_1


"apa itu" ucap tetua dan beberapa murid hampir bersamaan.


Yun San lebih memikirkan keselamatan keluarganya di desa lembah batu. Seandainya ada yang mengabari tentang masalah yang dihadapi dan meminta mereka untuk tidak mengakui keterikatan dengan dirinya. Selain itu meminta bantuan dari paviliun pil untuk menjaga keluarganya.


"menjelaskan pada keluargamu itu mudah, tapi paviliun pil,,,,," ucap Tetua Xian terhenti sejenak.


"cukup sulit, sebab hanya alkemis yang bisa menggerakkan mereka" lanjutnya.


"aku hanya perlu orang yang bisa bebas keluar sekte" ucap Yun San


"aku bisa keluar sekte untuk itu, lagi pula sudah lama berdiam didalam sekte membuat jenuh juga" ucap Tetua Xian.


Sebagai tetua muda, dia selalu disibukkan oleh urusan dalam. Sehingga kesempatan keluar seakan tak ada waktu.


"urusan paviliun pil, tetua bisa membawa suratku" ucap Yun San sambil mengulurkan token alkemis bintang tiga.


"alkemis bintang tiga, yang kemarin,,,," ucap Tetua Xian sambil mengamati token yang telah berpindah ketangannya.


"untuk usiaku apa wajar menunjukkan token ini sembarangan" ucap Yun San


"baiklah, aku yang akan berangkat dan kau buatkan surat untuk paviliun pil" ucap Tetua Xian.


"sedang misi yang nanti kau ambil, beritahu kami misinya" lanjut Tetua Xian.


Yun San juga menawarkan diri untuk menyelidikinya dan minta denah tempat tinggal Tetua Hong dan tiga tetua paviliun surgawi yang terkait. Tetua Muda Xian tidak keberatan membuat denah yang diminta oleh Yun San.


Malam mulai menunjukkan temaramnya. Pertemuan dirumah Tetua Muda Xian berakhir dan semuanya kembali ketempat tinggal masing masing. Begitu pun Yun San langsung masuk kamar saat tiba dirumahnya.


Setelah merebahkan tubuh, kedua sahabat kecil Yun San mendekat dikiri kanannya.


"berita tentang tuan, saat ini sedang menjadi topik perbincangan" ucap ciko


"hampir semua murid paviliun langit siap membela serta bersimpati pada tuan, selain itu ada perselisihan yang berkepanjangan antara paviliun surgawi dan paviliun langit" sahut cici


"kalian satroni rumah tetua paviliun surgawi" ucap Yun San sambil mengeluarkan denah paviliun surgawi dan terlih ada empat tempat yang ditandai.


"itu rumah para tetua yang berasal dari klan hong" jelas Yun San


"apa,,,,,, klan hong lagi" ucap ciko


"hehehe ,,,, serahkan padaku" sahut cici


"berhati hatilah dan waktu kalian hanya tujuh hari" ucap Yun San

__ADS_1


"baik tuan, kami berangkat sekarang" balas keduanya


"tunggu" ucap Yun San lalu bangun dari posisi tiduran.


"ambil ini" lanjut Yun San sambil mengeluarkan pil nutrisi, penawar racun dan penyembuhan.


"terima kasih tuan" ucap ciko lalu menyimpan ketiga jenis pil yang masing masing berjumlah sepuluh butir. Kedua sahabat kecil tersebut lalu turun dari tempat tidur Yun San dan keluar dari jalan rahasia yang telah dibuat oleh keduanya.


Waktu terus berjalan. Pagi yang cerah menyapa. Yun San memakai gelang hitam dipergelangan tangannya. Dia berlatih tehnik pedang dihalaman rumahnya. Gerakan pelan diawal kini mulai bertambah cepat. Karena kultivasinya ditekan pada tahap pembentukan tubuh, maka tehnik pedang yang diperagakan tidak terlihat berbahaya. Bahkan beberapa murid paviliun langit yang melihatnya, mengira Yun San sedang memperagakan tarian pedang.


Pagi berganti siang. Seperti tak mengenal lelah Yun San telah mengulang gerakannya berkali kali.


"semangat itu baik, tapi istirahat juga penting" suara terdengar membuat Yun San menghentikan latihannya.


"salam Tetua Huang Yan" ucap Yun San sambil menghormat setelah mengetahui orang yang menegurnya.


"hahahaha,,, tehnik yang bagus" ucap Tetua Huang


"terima kasih, tapi ada apa tetua ke area murid dalam" balas Yun San


"dari rumah anakku, dan aku penasaran banyak murid dalam yang membicarakanmu berlatih dari pagi hingga siang tanpa berhenti" balas Tetua Huang


"ohhhh, silahkan tetua masuk" ucap Yun San lalu mengajak Tetua Huang masuk rumah.


Didalam rumah, Tetua Huang menyampaikan kalau Tetua Muda Xian dan lima murid inti berangkat ke desa lembah batu. Perjalanan mereka sedikit memutar karena mengunjungi klan Huang terlebih dahulu. Itupun juga siasat untuk mengelabuhi murid paviliun surgawi yang membuntutinya.


Dalam percakapan tersebut, Tetua Huang juga menanyakan tehnik pedang yang diperagakan Yun San.


"aku mendapatnya dari tanah rahasia sekte" ucap Yun San tak menyembunyikan rahasianya dari Tetua Huang, sambil mengeluarkan sebuah kitab.


"ohhh,,,, kau memang beruntung" ucap Tetua Huang sambil melihat kitab tehnik pedang.


"aku belum menguasainya tetua" ucap Yun San


"jangan lupa mempelajari penjelasan yang tertulis dihalaman belakang" ucap Tetua Huang sambil menyerahkan kitab itu dan meminta Yun San segera menyimpan kembali.


Cukup lama keduanya berbincang bincang. Yun San lebih banyak mendengar penuturan dan penjelasan tentang ilmu pedang. Bahkan saat dia mendapatkan pencerahan membuatnya tak sadar dan berada pada kondisi linglung dengan posisi tetap duduk. Tetua Huang yang menyadari Yun San mendapat pencerahan segera keluar rumah tanpa mengganggunya.


"salam tetua, aku Han Joe murid baru yang tinggal bersama Yun San" ucap Han Joe yang telah pulang dan menunggu diluar rumah.


"murid Han Joe,,, masuklah tapi jangan mengganggunya, dia sedang mendapatkan pencerahan" ucap Tetua Huang


"baik tetua" jawab Han Joe sambil membungkuk hormat dan masuk kerumah setelah Tetua Huang menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2