
"mungkinkah inti jiwamu" jelas Xiao Di. Dalam proses penyembuhan ditengah hutan, Xiao Di melihat inti jiwa Yun San. Namun ada yang berbeda dari inti jiwa yang telah diketahuinya selama ini.
"bagaimana aku mengetahuinya" tanya Yun San
"nanti setelah tahap kultivasimu stabil, carilah tempat yang benar benar tersembunyi untuk menyentuhnya dengan kekuatan jiwamu" ucap Xiao Di
"kultivasiku" ucap Yun San bingung.
Selama ini, Yun San hanya mendapatkan keberuntungan dengan tehnik kultivasi dan benih api teratai ungu yang membuatnya mudah untuk mencerna setiap tehnik dan seni yang dipelajarinya.
"pembentukan tubuh barumu memberi dentian yang berbeda dari yang lain" jelas Xiao Di. Seharusnya Yun San sudah ditahap kaisar, tapi konsumsi qi spiritual yang tinggi membuat dentiannya sulit untuk terisi. Perlu banyak batu roh atau ramuan roh untuk berkultivasi. Selain itu, perlu keberuntungan dengan menemukan tempat dengan konsentrasi qi yang padat.
"apa Langkahku selanjutnya" tanya Yun San
"tetap tinggal disekte tidak akan mendapat banyak manfaat untukmu" jelas Xiao Di. Tahap kultivasi tertinggi disekte yin yang adalah tahap surgawi. Jadi Yun San harus berkelana mencari keberuntungan sendiri untuk itu.
"baiklah,, besok aku kembali ke sekte" ucap Yun San
"pelajari beberapa tehnik atau seni beladiri diperpustakaan sekte, aku yakin hal itu akan berguna saat diperjalanan nanti" ucap Xiao Di
"iya paman, aku akan tinggal untuk sementara waktu disekte" balas Yun San
"oh yaa,,, tinggalkan empat penggali untuk kami" ucap Xiao Di
"untuk apa" tanya Yun San
"ada jurang kabut tak jauh dari sini, keempatnya bisa membantu menyelidiki apa yang ada didalamnya" jelas Xiao Di. Jika itu hal yang berbahaya maka Xiao Di bisa mengingatkan keempat paman Yun San dan yang lain. Jika peninggalan yang berharga, maka Xiao Di akan menggunakannya untuk mengembangkan kota dongfan.
"aku bersumpah surgawi untuk itu" ucap Xiao Di tegas.
"paman,,," teriak Yun San terkejut
"aku Xiao Di bersyukur telah bertemu keturunan Xiao Lintian" jelas Xiao Di
Xiao Di adalah keturunan luar dari klan Xiao di benua atas. Dia berhutang nyawa pada ayah Xiao Lintian. Bertahun tahun dia berkeliling benua atas untuk menelusuri keberadaan Xiao Lintian. Hingga tanpa disadari dia berubah karena keputusan asaan. Sampai menemukan kitab racun dan tersegel dibenua ini karena kemampuan dan kejahatannya.
__ADS_1
Sambil bercerita panjang lebar, Xiao Di meneteskan airmatanya. Kenangan, kesedihan dan kebahagiaan karena bertemu Yun San bercampur jadi satu.
"sudahlah paman tak perlu kita tenggelam pada masa lalu, ada klan lin disini" ucap Yun San ingin tahu apa komentar Xiao Di
"aku juga akan membantu mereka jika mau tunduk dibawah panjimu" ucap Xiao Di bersemangat.
"paman sudah menjadi kakekku, jadi terserah bagaimana pengaturannya" ucap Yun San
"namun banyak keluarga disini yang menyimpan dendam dengan orang orang itu" lanjutnya
"aku akan berusaha sebaik baiknya, tapi jika mereka benar benar krisis maka rencana ini bisa berjalan lancar" ucap Xiao Di
"baik aku bisa menjarah untuk menghancurkan sikap arogan dan kesombongan mereka" ucap Yun San berapi api
Xiao Di dan yang lain bergidik melihat tatapan mata Yun San. Mereka tahu kemampuan Ciko dan Cici untuk menguras habis kekayaan satu klan tanpa diketahui.
"kalian keluar" ucap Yun San sambil mengeluarkan Cici dan yang lain.
Ciko dan Cici diberi arahan untuk menjarah kediaman klan lin dan menunggu Yun San diluar desa. Sedang keempat tikus penggali diarahkan untuk mematuhi Lin Bai. Untuk Lin Wei, Yun San memintanya untuk mengantar Han Joe dan Han Jie kembali kesekte besok pagi.
Tak mau larut dengan kesedihan karena perpisahan, Yun San langsung berpamitan pada semua orang yang hadir. Han Joe dan Han Jie mengikuti pengaturan Yun San dan segera melompat kepunggung Lin Wei. Setelah siap, Lin Wei langsung mengepakkan sayapnya dan mengantar keduanya.
Yun San yang telah berbincang sebentar dengan kakek dan paman pamannya kemudian melompat kepunggung Xiao Yu.
"jaga kebersamaan dan kekeluargaan kalian" teriak Yun San sambil melambaikan tangannya.
"baik tuan muda"
"tuan muda ,,," teriakan balasan terdengar, juga panggilan disertai isak tangis para warga asli lembah batu.
Xiao Yu mengepakkan sayapnya, meninggalkan hembusan angin yang menerpa semua orang. Diangkasa terlihat bayangan putih yang semakin mengecil. Namun tidak seperti yang diperkirakan semua orang. Xiao Yu yang terbang tinggi mulai membelokkan arah dan menyelinap turun disisi lereng pegunungan.
"kau kembalilah dan bantu paman Xiao Di" ucap Yun San yang telah turun dari punggung Xiao Yu
"tuan muda,, terima kasih telah memberi tubuh baru untuk tuanku" ucap Xiao Yu
__ADS_1
"tak perlu ada ucapan terima kasih diantara kita" ucap Yun San sambil mengusap kepala Xiao Yu yang tertunduk.
"kau bisa kembali, semoga kita bertemu dilain hari" lanjut Yun San
Xiao Yu lalu mengubah ukuran tubuhnya.
"hati hati" ucap Xiao Yu lalu melesat meninggalkan Yun San.
Tak lama setelah itu, Yun San juga meninggalkan tempat tersebut. Dia melompat dari pohon ke pohon lain dengan cepat sambil mengedarkan kekuatan jiwanya. Cukup jauh jarak yang ditempuh, hingga akhirnya tiba dipinggiran desa diluar wilayah klan lin.
"hahahaha ,,, kalian disana rupanya" guman Yun San saat mengetahui keberadaan kedua sahabat kecilnya. Kemudian berjalan santai menuju tempat keduanya bersembunyi.
Lalu lalang warga desa tak menghiraukan keberadaan Yun San. Mereka terlihat sibuk dengan aktivitas masing masing. Hingga sampai disebuah rumah kecil, Yun San berhenti.
"tuan,," sapa Cici dan Ciko yang keluar dari persembunyiannya
"ayo tinggalkan dulu tempat ini" balas Yun San sambil mengangkat keduanya. Kemudian melangkah keluar desa tersebut.
***
Semilir angin senja mulai menyapa. Dua pemuda melihat peta dan kembali melesat diantara pepohonan dihutan yang tak begitu lebat. Kedua semakin mendekati perkampungan kecil dihutan tersebut.
"berhenti" seorang penjaga menghentikan keduanya
"aku murid sekte yin yang dan mendatangi tempat ini karena peta ini" ucap seorang pemuda dengan menunjukkan token dan peta yang dibawanya.
"ohhh saudara Han Jie, mari masuk" ucap penjaga sambil mengantar keduanya.
"maaf, seharusnya kalian bertiga" lanjut penjaga sambil berjalan
"saudara Yun San masih diperjalanan" jawab Han Jie.
Keduanya adalah Han Joe dan Han Jie yang telah sampai ditempat persinggahan sekte yin yang. Sebelum mendekati wilayah tersebut, keduanya meminta Lin Wei menurunkan mereka ditempat sepi. Setelah Lin Wei pergi, keduanya melesat dengan tehnik masing masing.
Tempat yang didatangi keduanya berada ditengah jalur antara klan Huang dan sekte yin yang. Mereka sebelumnya mendapat penjelasan tentang tempat baru sekte yin yang. Keduanya diantarkan menuju bangunan yang paling besar.
__ADS_1