Sang Pengelana

Sang Pengelana
KESENGSARAAN PETIR PELANGI


__ADS_3

Beberapa sosok muncul diikuti puluhan lain dari kejauhan. Semua yang hadir hanya diam dan saling pandang. Mereka para patriak dan tetua dari berbagai sekte. Ada yang dari sekte golongan putih, hitam dan netral. Patriak klan besar, pemimpin serikat dan pemimpin organisasi juga datang.


Mereka hanya tertegun karena tidak menemukan apa atau siapa yang telah memicu kesengsaraan petir pelangi. Naga berkepala emas dengan tubuh warna warni, diyakini sebagai baptisan petir pelangi yang melegenda.


Kedatangan mereka untuk merekrut siapapun yang menjalani kesengsaraan tersebut menjadi bagian dari kelompoknya. Namun dengan tangan hampa, mereka kembali ketempat masing masing. Menyisakan beberapa yang masih menyusuri wilayah hutan.


***


Senja mulai datang. Yun San yang terus melesat tanpa henti, kini telah sampai ditepi hutan. Dia kembali memakai topeng tipis untuk menyembunyikan wajah aslinya. Setelah penempaan ulang tubuh, selain kekuatan juga merubah kulitnya menjadi cerah dan bersih.


Topeng tipis yang dikenakan tidak merubah postur wajah, tapi warna kulit lebih kusam dengan beberapa bintik coklat dipipinya. Tahap kultivasinya disembunyikan pada tahap bumi tingkat satu. San keluar dari hutan lalu menyusuri jalan menuju pemukiman yang jauh didepannya.


Semakin dekat, Yun San mencium aroma yang sangat familier.


"apakah ini kota para alkemis" batin Yun San yang mencium aroma tanaman herbal.


Mentari senja telah redup. Yun San tiba digerbang masuk kota. Dua puluh penjaga sedang santai karena tak ada yang melintas untuk masuk kota.


"berhenti, tolong tunjukkan identitas" ucap tegas seorang penjaga tapi dengan nada sopan.


"baik,," jawab Yun San sambil mengeluarkan token dan plakat misi


"murid sekte yin yang sedang menjalankan misi" guman penjaga sambil mengamati Yun San


"kemana tujuanmu" tanya penjaga


"kota Xuandau, apakah masih jauh dari kota ini" balas Yun San


"tidak, dengan berkuda hanya lima jam" jawabnya.


"ohhh cukup jauh, dimana letak penginapan dikota ini" lanjut Yun San


"terus saja masuk, nanti dikiri jalan ada penginapan besar" ucapnya


"yang sederhana apa tidak ada" ucap Yun San


"tidak ada, tapi biaya menginapnya tidak terlalu mahal" jelas penjaga


"baiklah, terima kasih informasinya" ucap Yun San


Setelah menerima kembali token dan plakat misi, Yun San memberi tip pada penjaga lalu melangkah memasuki kota.


"hahhhh,,,," teriak penjaga terkejut.


"ada apa" tanya temannya.


"siallll,,,, dia bertanya penginapan kecil, ehh tip yang diberikan segini banyaknya" sambil membagi koin emas pada teman temannya


"hahahaha,,, tidak rugi kita mendapatkan jatah jaga malam ini" tawa senang para penjaga terdengar.


Semua penjaga mendapat satu koin emas, sedang yang berbicara dengan Yun San mendapat dua koin.


"kenapa kalian terlihat bahagia" sapa seseorang dari belakang para penjaga yang sedang berkumpul.


"ohhh,, komandan" ucap para penjaga. Lalu seorang penjaga menceritakan kejadian yang baru mereka alami.


"siapa namanya" bentak komandan seakan terkejut.


"Lin Yun San dari sekte yin yang" jawab penjaga mulai takut.


"ohhhh,,, kalian jaga dengan baik, aku akan melapor pada Patriak Xiang" ucap komandan tersebut.


Sementara komandan mereka pergi, para penjaga terlihat kebingungan karena sikap dari komandan tersebut.

__ADS_1


"sudahlah, kita terus berjaga malam ini"


iya, lagian kita tidak melakukan kesalahan"


"kalau pemuda itu meminta lagi koinnya, kita tinggal mengembalikan saja" percakapan para penjaga sambil terus melaksanakan tugasnya.


***


Yun San yang sampai dipenginapan mendapat tatapan dari para pelayan karena pakaiannya. Seorang pelayan wanita mendatanginya.


"selamat datang tuan muda, ada yang bisa dibantu" ucapnya ramah tanpa pura pura


"adakah kamar untuk menginap satu malam" tanya Yun San


"ada" jawabnya sambil menjelaskan kelas dari kamar yang disediakan beserta harganya.


"siapkan kamar vip, apa bisa" ucap Yun San santai sambil memberikan koin sesuai harga sewanya.


"mari aku daftarkan dulu" ucap pelayan wanita, kemudian mengajak Yun San menuju meja pelayanan.


Selesai mendata dan mengambil kunci, keduanya menuju kamar yang dimaksud. Tatapan pelayan lain merasa iri pada pelayan wanita itu.


"ini kamarnya" ucap pelayan saat didepan kamar vip sambil menyerahkan kuncinya.


"adakah menu yang bisa dipesan" tanya Yun San


"didalam kamar ada daftar menu" jawabnya


Setelah masuk, Yun San duduk dan membaca menu yang terletak dimeja. Dia menulis beberapa hidangan yang diminatinya.


"siapkan pesanan ini" ucap Yun San sambil memberikan koin emas


"ini lebih dua koin" ucap pelayan setelah menghitung jumlah yang harus dibayar.


"sisanya ambil sebagai tip untukmu" jawab Yun San


Hampir bersamaan dengan Yun San selesai membersihkan diri, dua pelayan menyapa dari luar pintu kamar.


"masuklah" ucap Yun San. Pelayan wanita yang sebelumnya datang bersama temannya. Keduanya membawa hidangan yang telah dipesan oleh Yun San.


Meskipun sedikit penasaran karena jumlahnya yang cukup banyak, tetapi mereka hanya diam. Keduanya menata dan menunjukkan sikap sopan sama seperti sebelumnya.


"ada lagi yang dipesan" tanya pelayan


"setelah makan aku mau beristirahat dan tolong siapapun tidak menggangguku" ucap Yun San.


"baik tuan muda" ucap keduanya, kemudian berjalan keluar.


"keluarlah" ucap Yun San sambil mengeluarkan sahabatnya.


"tuan,,," ucap ketiga sahabatnya.


"Lin Bai belum keluar yaa" tanya Yun San


"belum tuan, tapi mulai ada retakan kecil pada telur yang membungkusnya" jawab Xiao Yu


"baiklah, kalian nikmati makan ini, aku akan berkultivasi dulu" ucap Yun San disambut canda tawa ketiga sahabatnya. Xiao Yu juga terbawa oleh sikap dua sahabat kecil Yun San. Mereka mulai asyik dengan makanan tersebut.


Setelah mengunci kamar, Yun San mulai berkultivasi diatas tempat tidur. Dia menstabilkan energi yang tersebar diseluruh bagian tubuhnya. Qi spiritual mengalir kesetiap ruas tulangnya, kemudian pembuluh darah dan organ dalam. Selesai mengedarkan beberapa kali disetiap bagian, lalu diedarkan kemeredian merediannya.


***


Sementara itu, dilobi penginapan. Patriak klan Xiang, alkemis Xiang Suan dan komandan penjaga kota mendatangi penginapan. Dilobi penginapan, ketiga orang berpengaruh tersebut duduk santai sambil menikmati hidangan yang tersajikan.

__ADS_1


Pemilik penginapan dan para pelayan berdiri agak jauh agar tidak mengganggu mereka. Ketiganya menikmati hidangan tersebut dengan perlahan. Setelah itu menikmati arak yang ada.


"apakah pemuda bernama Yun San menginap ditempat ini" tanya komandan pada pemilik penginapan, setelah dua jam menunggu tapi Yun San tidak turun untuk sekedar makan.


"ada tuan" jawab pemilik penginapan setelah melihat daftar tamu.


"maaf tuan" tiba tiba dua pelayan wanita berlutut dengan tubuh gemetar.


"ada apa" tanya Xiang Suan


"dia berpesan untuk tidak diganggu sampai besok pagi" jawab seorang pelayan.


"hahaha,,,, siapa yang bisa menolak panggilan ketiga tuan ini" seorang pelayan wanita tertawa lantang sambil mencibir kedua temannya yang berlutut.


"siapa pelayan itu" tanya Xiang Suan pada pemilik penginapan


"maaf, dia keponakanku yang datang dari desa" jawabnya.


"oh,, pantas, orang desa menjadi sombong karena pengaruh pamannya" sindir Xiang Suan


"apakah pemuda itu sudah memesan makanan" tanya patriak klan Xiang pada dua pelayan yang masih berdiri dengan dua lututnya


"sudah tuan, kami berdua yang mengantar kekamar" jawabnya bingung karena nada bicara yang ditunjukkan padanya terasa santai tanpa intimidasi.


"apa yang dikerjakannya" tanya patriak klan. Keduanya menceritakan semuanya dari awal sampai selesai.


"dia ingin beristirahat dan minta siapapun untuk tidak mengganggu" ucap pelayan mengakhiri penjelasannya.


"kau kenal dengan pemuda itu" tanya patriak klan


"tidak tuan, kami hanya menghormati permintaan tamu yang kami layani" jawabnya


"hahahaha,,, menarik" tawa Xiang Suan terdengar.


"berapa gajimu" ucap Xiang Suan setelah berhenti tertawa


"maaf tuan" ucap pelayan bingung.


"jawab saja berapa" tanya Xiang Suan


"tiga koin emas sebulan itu beserta bonusnya" jawabnya.


"berdirilah" ucap Xiang Suan.


"pulanglah dan besok pagi datang kepaviliun pil" ucap Xiang Suan sambil memberikan dua plakat tanda pelayan paviliun dan kantong kecil.


"bagilah isi kantong itu" lanjutnya


"terima kasih tuan" ucap keduanya sambil menangis. Ada energi kuat saat keduanya hendak menjatuhkan lututnya.


"penjaga" teriak patriak klan


"siap tuan" ucap empat penjaga setelah mendekat


"antar keduanya pulang" ucap patriak klan.


"siap tuan" jawab mereka lalu mengajak kedua pelayan yang masih terisak.


"jaga kamar Tuan Muda Yun San" ucap patriak klan pada komandan penjaga kota


"baik patriak" jawabnya.


"ayo pergi" ajak patriak pada Xiang Suan

__ADS_1


"kedua pelayanmu adalah emas, sayang kalau bercampur racun ditempat ini, biar kami yang merawatnya" ucap Xiang Suan pada pemilik penginapan


"terima kasih tuan" jawab pemilik penginapan dengan hormat


__ADS_2