
Setelah patriak sekte menyampaikan sambutannya, kini Tetua Huang yang berdiri didepan para murid.
"selanjutnya untuk murid inti dan murid dalam yang belemen berusia dua puluh tahun" ucap Tetua Huang.
Dalam waktu tiga bulan, para tetua dan wakilnya akan mengevaluasi para muridnya. Seratus murid yang terpilih akan dikirim ke akademi militer dikerajaan xuan. Syarat untuk terpilih adalah murid dibawah usia dua puluh tahun dengan kultivasi minimal ditahap langit.
Persyaratannya memang cukup tinggi, karena akademi militer mengadakan seleksi bukan untuk prajurit karier di kerajaan xuan. Namun mereka akan dikirim ke Kekaisaran Yan untuk mewakili kerajaan xuan dalam pemilihan generasi emas benua timur.
"dalam seleksi akan dipilih lima puluh peserta, namun bukan hanya lolos seleksi yang menjadi tujuan utama" lanjut patriak sekte. Tapi kerajaan xuan akan membuka tanah terlarang untuk seleksi tersebut. Tiap kerajaan di benua timur ada tanah terlarang yang dikuasai pihak kerajaan.
Untuk memasuki tanah terlarang, batas usia maksimal dua puluh tahun. Diatas usia tersebut, maka peserta yang menerobos masuk akan ditolak oleh formasi. Didalamnya ada sumberdaya yang menjadi hak para peserta.
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang syarat dan manfaatnya, Tetua Huang kemudian membubarkan pertemuan tersebut.
"""
Waktu berjalan dengan cepat. Patriak Wang dan rombongannya telah sampai disekte lembah batu. Mereka sementara menempati rumah dan kedai milik Lin San, sekaligus mengelolanya.
Sedangkan Lin San dan yang lain terus disibukkan dengan penataan dan pembangunan kota dongfan. Penataan struktur kepemirintahan dan pembangunan infrastruktur berjalan dengan cepat.
"Dalam waktu satu tahun, kota dongfan harus sudah bisa mandiri dan terdaftar di kerajaan" ucap Lin Dong saat mengadakan pertemuan.
"untuk perubahan status, biar aku yang mengantarkan Tuan Lin San dalam pengurusannya" ucap Patriak Wang yang diikutkan dalam pertemuan tersebut.
"setelah semua dokumen siap, maka aku akan merepotkan patriak" sahut Lin San
Selanjutnya yang lain juga menambahkan laporan tentang perkembangan lainnya. Perombakan sekte, pembangunan pemukiman warga bagi klan wang dan keadaan klan lin juga tak lupa disampaikan pada kesempatan tersebut.
"mengenai masalah klan lin" ucap Lin Dong mulai menjelaskan pesan dari Lin Yun San. Beberapa dari tetua klan bisa mereka rekrut. Untuk generasi muda mereka yang akan bergabung dengan sekte maka akan mendapat perlakuan yang sama dengan murid lain. Namun untuk beberapa waktu, mereka harus diawasi dalam hal tingkah lakunya.
Sementara itu situasi diwilayah klan lin terlihat lengang. Kehilangan sumberdaya dan kekayaan klan membuat para tetua saling mencurgai satu dengan yang lain. Bahkan akademi klan yang biasanya riuh dengan aktivitas para murid juga terkena imbasnya.
Para tetua klan dan tetua akademi mulai berkumpul dengan kubu masing masing. Saat ini kekuatan keduanya sedang terkotak kotak menjadi beberapa kubu. Patriak klan, tetua dua dan lainnya sedang berunding untuk meminta bantuan pada klan hong. Mereka bahkan berencana untuk tunduk dibawah naungannya. Sedang kubu lain juga punya rencana masing masing.
__ADS_1
Ada juga yang berencana untuk bergabung dengan Lin Dong dilembah batu. Namun kubu tetua akademi ada yang punya rencana untuk mencari keuntungan. Mereka akan membawa murid akademi untuk bergabung dengan sekte lembah batu, namun posisi tetua juga harus mereka dapatkan.
Kekacauan yang terjadi membuat mereka terus berunding diantara kubu masing masing. Selain itu, beberapa orang juga terlihat keluar untuk mengadakan negoisasi dengan pihak yang mereka putuskan.
"""
Lin Yun San tidak keluar dari tempat tinggalnya. Dia terus mendalami bidang alkemis dan formasi. Disela sela itu, juga berkultivasi untuk memulihkan diri saat energi spiritualnya terkuras saat mendalami keduanya.
Namun keresahan yang terjadi saat berkultivasi mulai mempengaruhi Yun San. Dia merasakan jika energi yang masuk kedentiannya tidak bertambah. Setelah diedarkan keseluruhan merediannya dan dikumpulkan kembali kedentian, terasa jumlah qi spiritualnya tidak ada perubahan.
"aku tak bisa terus seperti ini" guman Yun San
"ada apa tuan" terdengar suara Ciko dalam pikiran Yun San.
"tak ada apa apa" balas Yun San setelah mengeluarkan dua sahabat kecilnya
"ruang diliontin bergetar seakan merasakan keresahan tuanku" ucap Cici
"seberapa keras berkultivasi, tapi qi spiritual didentianku tidak bertambah" ucap Yun San
Saat merawat Yun San, Xiao Di mengira jika Yun San telah membentuk inti jiwanya. Namun selama memulihkan diri diruang jiwa, dia menyadari jika tak sesederhana yang dipikirkan.
Sesuatu yang dikira inti jiwa, ternyata artefak yang keberadaan meminta asupan qi yang dialirkan melalui teratai diruang jiwa Yun San. Lalu melanjutkan lagi, beberapa perihal yang pernah diungkapkan oleh Xiao Di.
"menurut Tuan Xiao Di, hal tersebut tidak membahayakan" ucap Ciko
"jika tuan ingin mencari tahu, maka tuan harap mencari tempat yang tepat untuk itu" lanjut Ciko mengakhiri penjelasan yang telah disampaikan Xiao Di.
Mendengar hal tersebut, Yun San hanya terdiam. Dia teringat pesan itu juga, saat hendak meninggalkan lembah batu. Kemudian beranjak dari duduknya.
"kalian berdua boleh bermain disekitar rumah, aku akan keluar dulu" ucap Yun San
"baik tuan" ucap keduanya.
__ADS_1
"salam senior Yun San" ucap seorang murid saat Yun San membuka pintu rumahnya.
"ohh,, ada apa, sepertinya ada yang penting" tanya Yun San
"Tetua Huang meminta senior untuk menghadap" balas murid itu.
"baiklah,,, tunjukkan jalan" ucap Yun San
"mari senior" balasnya.
Keduanya berangkat kekediaman Tetua Huang. Tak butuh waktu yang lama, Yun San telah sampai dan diminta masuk sendiri keruang dalam. Sedangkan murid yang mengantarkan pergi untuk aktivitasnya yang lain.
"salam Tetua Huang" ucap Yun San sambil menangkupkan kedua tangannya saat masuk keruangan dimana Tetua Huang telah menunggunya.
"duduklah" ucap Tetua Huang sambil tersenyum.
"baik tetua" ucap Yun San lalu duduk.
"kau pasti bertanya kenapa aku memanggilmu" ucap Tetua Huang lalu menjelaskan tanpa menunggu jawaban Yun San.
Seratus murid yang akan dikirim ke kerajaan xuan telah selesai dalam pendataan para tetua. Yun San termasuk salah satunya dari murid yang terpilih. Namun Tetua Huang ingin memberi tugas tambahan untuknya.
"kau dan lina murid inti yang ada ditahap suci bertugas menjaga murid lainnya" ucap Tetua Huang.
Seratus murid akan dibagi menjadi lima kelompok. Tiap kelompok akan dipimpin oleh murid senior yang ada ditahap suci. Sedangkan Yun San yang ada dikelompok satu diminta untuk bergerak sendiri saat didalam tanah terlarang.
Saat memasuki tanah terlarang, semua peserta akan diteleportasi secara acak. Untuk kelima pemimpin kelompok ditugaskan mengumpulkan anggotanya, lalu bergerak dengan kelompok masing masing.
Sedangkan Yun San diminta untuk bersiap diri saat ada kelompok yang dalam kesulitan. Sebab menurut informasi yang sekte dapatkan, pihak organisasi pembunuh dan sekte hitam akan menargetkan sekte sekte yang diduga menghalangi gerak mereka.
"kenapa aku yang dipilih" tanya Yun San
"murid inti yang ada ditahap suci semuanya berusia lebih dari dua puluh tahun" balas Tetua Huang.
__ADS_1
Semua murid tahap suci hanya lima murid yang usianya kurang dua puluh tahun. Kelimanya adalah anak dari tetua sekte atau anak dari pemimpin klan. Jadi peningkatan mereka karena sumberdaya yang diterimanya. Namun pengalaman diluar masih belum teruji.