
Setelah bertemu Ziomei dan yang lain, Lin Yun San memutuskan mengikuti mereka. Namun tak banyak yang dilakukannya. Saat siang, Yun San ikut mencari herbal dan malam hari dihabiskan dengan meditasi.
Tiba saatnya akhir perjalanan mereka di tanah leluhur. Semua peserta diselimuti cahaya dan diteleportasi keluar tanah leluhur.
"wusss,,, wusss,,, wusss" tanah lapang didepan portal masuk tanah leluhur yang sebelumnya sepi, munculah para peserta. Hampir bersamaan mereka diteleportasi keluar.
Berbagai keadaan dan kondisi masing-masing. Hal tersebut, sesuai dengan keadaan mereka didalam tanah leluhur. Bahkan terlihat banyak yang keluar dalam kondisi kelelahan yang parah.
"apa yang terjadi dengan kalian" teriak seorang pria paruh baya sambil melesat kearah puluhan pemuda yang tengah berdiri limbung dan sorot mata linglung.
Aura memancar keluar dan raut muka kemarahan terlihat.
"siapa yang melakukan hal ini" lanjutannya
"tahan amarahmu, Patriak Hong" teriak seorang penatua kekaisaran yan.
"aku harus mendapatkan penjelasan dari kejadian ini" ucap wakil dari kerajaan Hong yang mendampingi generasi muda mereka.
"kita akan menyelidiki bersama sama" balas penatua itu.
"bagaimana kelanjutan turnamen ini" seseorang tetua sekte dari kerajaan lain memberanikan diri untuk bertanya.
"hampir setengah peserta belum kembali, sedang sebagian besar yang telah kembali dalam keadaan menyesal seperti itu, masih berani kau bertanya tentang melanjutkan turnamen" teriak Patriak Hong melampiaskan amarahnya.
"jika turnamen dihentikan, lalu untuk apa kita tetap disini" seseorang dari kerajaan xuan berkomentar
"tidak ada yang boleh pergi, sebelum para murid dari kerajaan Hong bisa diminta keterangan" lanjut Patriak Hong semakin tersulut emosi
__ADS_1
Sebelum perselisihan semakin memanas, seorang penatua kekaisaran menengahi. Dia mengarahkan semua peserta yang lemah dan sakit agar dibawa ke balai pengobatan. Sedangkan yang lain, berkumpul dengan kelompok masing-masing.
***
Beberapa penatua dan komandan prajurit kekaisaran yan, sedang duduk bersama dengan perwakilan sembilan kerajaan.
Tetua yang mewakili Kerajaan Hong bersikukuh, agar permasalahan yang dialami murid muridnya diusut secara tuntas. Hal itu juga disepakati oleh beberapa kerajaan lain yang juga kehilangan generasi mudanya.
Pertemuan yang diharapkan dapat mengambil keputusan yang damai dan adil, kini mulai berubah arah menuju kepentingan dan keuntungan.
"salam tuan, kami ijin untuk melaporkan hasil interogasi" terdengar seseorang meminta ijin masuk. Kedatangannya menghasilkan jeda pada perdebatan sengit yang sedang berlangsung ditempat pertemuan.
"ohhh,,, langsung saja, sampaikan laporanmu agar tidak ada yang ditutup-tutupi" ucap penatua yang memimpin pertemuan tersebut.
"semua peserta telah sadar, tapi kondisi mereka masih lemah" ucap orang tersebut mulai memberikan penjelasan.
Beberapa pemuda juga melaporkan ada penyusup dari organisasi pembunuh. Dan banyak lagi yang didapatkan dari pengakuan mereka.
Suasana yang sebelumnya tenang kini mulai ramai dengan kasak kusuk.
"istana kuno"
"organisasi pembunuh"
"rencana pembunuh kepada para peserta"
"sialll,,,, siapa yang berani melakukan hal itu"
__ADS_1
"tolong dengarkan dulu" teriak penatua sebelum kericuhan terjadi diruang pertemuan.
"apakah keputusan tuan tuan dapat mewakili kerajaan, klan dan sekte di wilayah masing-masing" lanjutannya
"kami perlu mendengarkan pendapat dari klan atau sekte asal peserta yang kami dampingi" seseorang wakil menyampaikan pendapatnya. Kemudian diikuti tujuh wakil kerajaan lain, namun wakil kerajaan Hong hanya diam tanpa komentar.
"harap data para peserta yang selamat diserahkan pada kami"
"sekte asal mereka, juga tahap kultvasinya" ucap penatua yang mewakili pihak kekaisaran.
"baiklah,,, agar tetap terjaga kedamaian di benua timur, maka pelaksanaan turnamen kami nyatakan ditunda"
"sebulan lagi, kami mengundang lima perwakilan dari tiap tiap kerajaan untuk membahas lebih lanjut" ucap penatua yang memimpin pertemuan.
Selain itu, saat wakil kerajaan pulang, ada tiga orang dari pihak kekaisaran dan akademi kekaisaran yang ikut untuk tindak lanjut dari kejadian itu.
***
Hari terus berganti. Yun San, Losun dan yang lain telah sampai di sekte yin yang. Diantara mereka, ada dua orang dari pihak kekaisaran yang melakukan penyelidikan pada Yun San dan yang lain.
Setelah tidak menemukan keganjilan apapun pada sikap kelima murid sekte yin yang, maka keduanya melanjutkan dengan kunjungan resmi kesekte.
***
Waktu berlalu dengan cepat. Tetua Huang mewakili sekte yin yang untuk menghadiri undangan kekaisaran yan. Pada kesempatan ini, Patriak sekte memutuskan untuk mundur dari turnamen jika dilanjutkan.
Bersamaan dengan itu, Yun San juga meninggalkan sekte setelah mendapatkan ijin. Dia dengan santai menuju ke selatan.
__ADS_1
Tujuan awalnya adalah mencari tempat sepi untuk memeriksa apa yang telah didapatkan pada dua kesempatan terakhir. Juga untuk menguak misteri yang terjadi pada dirinya.