Sang Pengelana

Sang Pengelana
TETUA DUA KLAN YUN


__ADS_3

Tempat yang menjadi area favorit bagi anak anak keluarga utama berkumpul. Karena mereka akan bertingkah seperti raja kecil diwilayah ini. Hanya paviliun pil, guild pemburu dan rumah tempa yang bisa disebut tempat netral.


"oh begitu ya,,, jadi pemuda klan yun sangat berkuasa diwilayahnya" komentar Yun San


"kurang lebihnya begitu" balasnya sambil menambahkan beberapa nama tetua klan yang tak boleh disinggung. Karena sikap kejamnya pada orang lain tanpa menilai benar atau salah dari suatu masalah.


Yun San segera menghentikan ucap Yun Fan saat indera mendeteksi ada orang yang sedang mengawasinya.


"terima kasih, sudah menjadi teman ngobrolku" ucap Yun Sanya


"baik tuan muda, adakah bantuan lain yang diperlukan" tanya Yun Fan


"cukup, aku ingin beristirahat dulu, besok pagi kita berbincang lagi" balas Yun San


"baiklah selamat beristirahat" ucap Yun Fan lalu beranjak pergi.


Yun San lalu mengunci pintu dan langsung berbaring ditempat tidur.


"suruh Xiao Yu untuk mencari informasi" ucap Xiao Di


"hehehe, ternyata sahabatku punya kemampuan khusus" ucap Yun San sambil mengeluarkan Xiao Yu dari liontin dimensi.


"ada apa tuan" tanya Xiao Yu


"menurut paman Di, kau ahli dalam mencari informasi" ucap Yun San


"hehehe,,, siap tuan" ucap Xiao Yu membanggakan diri


"tunggu" ucap Yun San saat melihatnya hendak pergi


"jika situasi berbahaya, cepat kembali" jelas Yun San. Tak perlu mengambil resiko, sebab keselamatanmu lebih berharga daripada sebuah informasi.


"tuan" ucap Xiao Yu terhenti, dari sudut matanya terlihat pantulan cahaya.


"hehehe,,, kenapa sahabat kecilku, menangis" goda Yun San.


"huhhh,,," ucapnya sambil terbang keluar dari lubang angin diatas jendela kamar.


"hahahaha,,," tawa Xiao Di terdengar


"ada apa paman" tanya Yun San


"susah dan sakit seperti apapun anak itu hampir tak pernah menangis, tapi perhatian dan kasih sayang akan selalu membuatnya terharu" ucap Xiao Di


"bagaimana keadaan paman sekarang" tanya Yun San


"hehehe,,, kau pasti sudah merasakan kalau aku sudah pulih" ucap Xiao Di

__ADS_1


"hahahaha,,, kelihatannya begitu" ucap Yun San


"baiklah, secepatnya aku harus mencari tubuh baru" ucap Xiao Di


"jangan terburu buru paman, sebaiknya memilih tubuh yang benar benar sesuai" ucap Yun San


"tetapi jangan membunuh orang hanya karena menginginkan tubuhnya" lanjut Yun San


"hahaha baik, aku juga ingin berbuat kebaikan untuk menebus kesalahanku yang dahulu" ucap Xiao Di.


"sepertinya ada yang sedang mengawasimu" lanjutnya


"aku sudah merasakan dari tadi" balas Yun San


"buka lautan jiwamu, aku akan menarik sebagian energi spiritual yang diedarkan orang itu" ucap Xiao Di


"baik" balas Yun San lalu bermeditasi.


Memasuki lautan jiwanya, dia melihat Xiao Di duduk bersila ditengah bunga teratai.


"teratai ini,,," ucap Yun San


"hahaha, dia sudah berevolusi menjadi teratai tujuh warna" jelas Xiao Di. Kekuatannya bisa memurnikan jiwa dibawah tingkat dewa.


"kalau dicoba memurnikan paman apa bisa" ucap Yun San


"sialan,,," balas Xiao Di yang segera melesat menjauhi bunga teratai.


"hahahaha,,," tawa Yun San terdengar sambil berhenti mengarahkan kekuatan teratai untuk menarik Xiao Di.


"huhhh, aku bisa hancur kalau itu kau lakukan" ucap Xiao Di.


"kapan, menarik energi spiritual orang itu" tanya Yun San


"baiklah, lihat dan pelajari segel tangan yang aku lakukan" ucap Xiao Di.


Perlahan dia menggerakkan jari tangan untuk menciptakan segel.


"wuss,,," sebuah segel tercipta dan melayang didepan Xiao Di.


"tarik" teriaknya sambil menggerakkan jarinya untuk membuat segel kedua.


"wuss" selarik energi abu abu memasuki segel pertama lalu ditimpa oleh segel kedua.


Xiao Di kembali memainkan jarinya, lalu muncul segel ketiga.


"uraikan... bumm" teriak Xiao Di bersamaan dengan tabrakan dari segel ketiga.

__ADS_1


"wuss,,," dari letusan ketiga segel tangan muncul tulisan samar yang masih dapat terbaca oleh keduanya.


"Yun Song, tetua dua klan yun" guman keduanya hampir bersamaan.


"ternyata pemuda yang aku abaikan dilobi penginapan, anak dari orang ini" ucap Yun San


"hahaha,,, mereka salah menyinggung orang" ucap Xiao Di senang


"maksudnya" tanya Yun San


"mereka telah membangunkan singa yang sedang tidur" lanjutnya


"sial,,,, sudahlah, murnikan energi yang tersisa" ucap Yun San


"baik,,, baik" balas Xiao Di lalu melesat ketengah bunga teratai dan kembali bersila.


Yun San menyudahi meditasinya dan mulai tidur.


***


Didepan rumah mewah, seorang pria paruh baya berjalan sempoyongan. Saat didepan kedua penjaga dia terjatuh.


"tuan,,," teriak keduanya lalu membuka gerbang dan segera mengangkat tubuh tuannya.


"ada apa" teriak seorang pemuda yang mendekat


"tidak tahu, tiba tiba tuan jatuh didepan gerbang" jawab keduanya dengan panik


"cepat bawa ayah masuk rumah" teriaknya sambil berlari membuka pintu.


Malam itu, suasana dikediaman itu gempar. Kepala keluarga mereka tiba tiba pingsan. Tabib keluarga utama klan yun, tak mampu berbuat banyak untuk itu. Sedang alkemis dari paviliun pil belum juga datang.


***


Pagi yang cerah mulai beranjak siang. Yun San sedang duduk santai dilobi penginapan. Lalu lalang warga melakukan aktivitas seakan symphoni alam yang indah. Satu persatu pengunjung restoran datang meskipun hanya untuk menikmati segelas arak berkualitas.


Tempat makan dan minum, baik itu besar atau kecil adalah tempat yang tepat untuk mencari informasi. Berita berita mulai terdengar, mulai dari bisnis sampai sekedar gosip. Bahkan ada yang berbicara pelan karena takut menyinggung pihak yang kuat.


Kejadian semalam juga telah menjadi topik. Tetua dua klan yun jatuh pingsan didepan gerbang kediamannya. Tabib dan alkemis yang diundang tidak bisa berbuat banyak. Dia mengalami luka parah pada jiwanya. Sedang pil penyembuh jiwa belum ditemukan. Sebenarnya ada pil pemulih jiwa, tapi pihak paviliun pil harus menghubungi pusat organisasi alkemis untuk mendapatkannya.


Yun San mulai beranjak dari tempat duduknya. Orang orang yang sebelumnya tak memperhatikan, kini banyak pasang mata menatapnya. Pemuda berpakaian sederhana dengan santai duduk direstoran. Tak salah mereka berpikir seperti itu, sebab ada kedai makan dan minum yang lebih kecil serta harga yang jauh lebih murah.


Keluar dari tempat tersebut, Yun San mulai melangkah dengan santai. Dia mengamati suasana diwilayah klan yun. Klan dari ibu kandungnya. Karena menyinggung orang berpengaruh saat itu, maka ayah dan ibunya harus terpisah. Saat ini dia bisa menghancurkan kedua kekuatan sekaligus, tapi akibatnya banyak anak anak yang akan bernasib seperti dirinya.


"masuk ketempat itu" ucap Xiao Di membubarkan lamunan Yun San


"guild pemburu" batin Yun San membaca papan nama sebuah bangunan besar

__ADS_1


"iya,," balas Xiao Di


Yun San lalu melangkah menuju pintu masuk. Dua penjaga hanya memandang dan memantau dirinya. Perlakuan yang sama pada semua pengunjung guild.


__ADS_2