Sang Pengelana

Sang Pengelana
TUGAS UNTUK LIN YUN SAN 2


__ADS_3

Meskipun Lin Yun San selalu menyembunyikan tahap kultivasinya, namun Tetua Huang telah mengetahui dari awal dia bergabung kesekte yin yang. Selain itu, setiap gerak geriknya tak lepas dari pantauannya.


Saat menjalankan misi atau berkelana, maka ada seorang tetua luar yang ditugaskan untuk menjaga dari kejauhan.


"kenapa tetua melakukan hal itu" tanya Yun San penasaran.


"itu berhubungan dengan ayahmu" ucap Tetua Huang sambil menerawang jauh.


"ayah,,,," guman Yun San tertegun.


"usiamu sudah mendekati tujuh belas tahun" lanjut Tetua Huang, lalu menceritakan kisah yang dipendamnya.


Empat puluh tahun yang lalu, adiknya diselamatkan oleh Lin Fan. Kejadian tersebut saat memasuki makam kuno di Kekaisaran Yan. Keduanya adalah bagian dari lima puluh murid jenius yang mewakili kerajaan xuan.


Tetua Huang terus bercerita tentang keduanya. Bahkan tentang pernikahan kedua orang tua Yun San.


"mereka memang menikah secara diam diam" lanjut Tetua Huang


Adik Tetua Huang yang bernama Huang Long dan beberapa sahabat Lin Fan yang menjadi saksi pernikahan mereka. Namun setelah dua tahun, hal tersebut diketahui oleh klan yun. Karena tuan muda klan hong mendesak untuk mempercepat pernikahan yang mana keduanya telah dijodohkan oleh patriak masing masing.


Keduanya kemudian melarikan diri, Namun karena ibu Yun San sedang mengandung, maka pelarian keduanya tidak bisa leluasa. Saat dihutan perbatasan benua, organisasi pembunuh bayangan dan organisasi sayap hitam yang disewa klan hong menemukan keberadaannya.


"darimana tetua mengetahui cerita tersebut" tanya Yun San saat Tetua Huang terdiam sebentar.


"aku lanjutkan ceritaku dulu" ucap Tetua Huang.


Hutan perbatasan tersebut sangat luas dan masih termasuk alam liar. Namun murid sekte langit surgawi dari benua tengah sering berlatih dan berburu ditempat itu. Saat itu Huang Long menjadi salah satu dari tetua muda disekte tersebut.


"Huang Long dan murid muridnya menemukan kedua orangtuamu" lanjut Tetua Huang. Waktu itu, ibu Yun San sedang kesakitan saat melahirkan. Tak lama setelah melahirkan, mereka dikepung oleh dua kelompok yang disewa klan hong. Setelah bentrok terjadi, Lin Fan melarikan diri untuk menyelamatkan Yun San. Sedangkan Huang Long bentrok dengan kedua kelompok untuk menyelamatkan ibu Yun San.


Dalam pertikaian tersebut, ibu Yun San dan beberapa murid Huang Long tewas. Sedangkan anggota kelompok yang hendak menangkap ibu Yun San dibantai habis. Tapi beberapa anggota yang mengejar Lin Fan tidak diketahui keberadaannya.


"lalu siapa matriak sekte bintang" tanya Yun San dengan nada emosi karena mendengar cerita tentang kedua orang tuanya.


"dia adalah putri dari pamannya ibumu" ucap Tetua Huang. Atas kejadian tersebut, kakekmu menjadi tertekan. Kemudian posisi patriak klan direbut oleh adiknya. Sedang kakek Yun San tidak diketahui keberadaannya.

__ADS_1


"ohhhh,,," guman Yun San disertai hawa membunuh karena emosinya mulai tidak terkontrol.


"kau,,,, tenangkan dirimu" ucap Tetua Huang


"maaf tetua" ucap Yun San sambil menundukkan kepala dan menyeka butiran airmata yang keluar.


"jangan terkungkung dengan kemarahan dan dendam" ucap Tetua Huang


"saat ini, tak perlu menghubungi klan yun"


"ada sesuatu yang diincar dari kepemilikan ayahmu" lanjutnya


"apa itu, tetua" tanya Yun San


"kitab tehnik bayangan yang ditemukan saat memasuki tanah rahasia sekte" ucap Tetua Huang


"kenapa" tanya Yun San


"jika isi kitab itu disebarluaskan maka kelemahan anggota organisasi pembunuh bayangan akan terbongkar" jawab Tetua Huang


"iya, tapi untuk menghancurkannya" balas Tetua Huang. Jika tehnik tersebut disebarluaskan, khawatir jika muncul organisasi pembunuh yang baru.


"ini kitab yang mereka cari" ucap Yun San sambil mengeluarkan kitab tehnik bayangan.


"isinya hanya sampai tehnik kedua, sedang tehnik ketiga sudah aku musnahkan" lanjutnya, lalu menyerahkan pada Tetua Huang.


"tetua dapat membentuk pasukan keamanan khusus yang dibekali dengan tehnik itu" ucap Yun San, saat Tetua Huang sedang membuka kitab tersebut.


"usulanmu akan aku rundingkan dulu dengan para leluhur sekte" balas Tetua Huang sambil meletakkan kitab diatas meja.


"kembali ketugas yang kami berikan, bagaimana tanggapanmu" tanya Tetua Huang


"sebenarnya, aku ingin mengambil misi, sekalian berkelana" balas Yun San


"anggap saja hal ini sebagai misi sekte" ucap Tetua Huang.

__ADS_1


Jika berhasil masuk lima puluh besar, maka Yun San bisa mewakili kerajaan xuan untuk memasuki makam kuno di Kekaisaran Yan. Setelah itu, dia dapat berkelana ke dunia luar.


"bagaimana dengan tawaranku" tanya Tetua Huang


"jika tetua bisa memberiku surat ijin keluar sekte, maka aku bersedia" ucap Yun San


"baiklah, lima hari lagi kelompokmu akan berangkat terlebih dahulu" ucap Tetua Huang


"tetua yang mendampingi akan aku beritahu kesepakatan kita" lanjut Tetua Huang


"baik tetua, kalau begitu aku pamit untuk menenangkan diri dulu lalu bersiap siap" ucap Yun San


Yun San kemudian beranjak keluar dari tempat tersebut. Sedangkan Tetua Huang masih menatap kepergiannya.


"semoga anak itu, tidak tenggelam dalam kemarahan dan dendam" guman Tetua Huang lalu melanjutkan aktivitasnya.


Hari berlalu dengan cepat. Yun San telah merenungi tentang riwayat keluarganya. Dia telah membulatkan tekad untuk berkelana dan mengabdikan ilmu yang dimilikinya untuk siapapun yang membutuhkan.


Masalah kemarahan dan dendam yang beberapa hari hadir didalam hatinya, kini telah dibuangnya. Dalam meditasi, dia tidak mau muncul iblis hati dengan hal tersebut.


Hari yang ditentukan telah tiba. Seorang tetua muda dan sepuluh murid telah berangkat keibukota Xuandau. Mereka keluar dari perkampungan sekte dengan tehnik meringankan tubuh. Sesampainya di wilayah klan huang, mereka hanya singgah dan menolak kereta kuda yang telah disediakan.


Ibukota huangdu terlihat lebih hidup dan meriah. Rombongan Yun San juga sampai di ibukota, setelah melakukan perjalanan sehari penuh. Tetua muda yang mendampingi, langsung mendatangi akademi militer kerajaan xuan untuk mengkonfirmasi kalau sekte yin yang ikut berpartisipasi.


Sedangkan Yun San dan yang lain menuju tempat yang telah disediakan akademi untuk murid murid sekte yin yang.


"hahaha,,, murid sekte yin yang, mana yang lainnya" teriak seorang pemuda yang sedang berkumpul dengan kelompoknya.


"kalau takut mati cepatlah pulang dan gak usah berpartisipasi" sahut yang lain sambil menatap sinis, kemudian pergi dari tempat tersebut.


"sekte pedang surgawi, seberapa kuat mereka" ucap seorang anggota kelompok Yun San.


"para tetua dari paviliun surgawi dan paviliun dewa bergabung dan mendirikan sekte pedang surgawi" jelas Losun.


Sebagai pemimpin kelompok, Losun sudah mendapat informasi tersebut. Dia lalu meminta anggotanya untuk berhati hati dengan kelompok murid sekte pedang surgawi. Namun sebelum menjelaskan hal hal lain, dia mengajak masuk kebangunan yang disediakan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2