
Tetua Muda Huang Xian terdiam dengan raut wajah yang berubah ubah saat mendengar cerita Yun San tentang desanya. Perjuangan mereka lebih melelahkan dari yang Tetua Xian bayangkan.
"pantas,,, kekeluargaan dan kebersamaan tak pernah ditemui didesa atau klan lain" batin Tetua Xian saat mengingat kunjungannya ke desa lembah batu.
"tetua,,,," sapa Yun San, saat menyadari Tetua Muda Huang Xian masih termenung setelah mendengar ceritanya.
"oh,,,, apa kau ingin mengunjungi keluargamu" balas Tetua Xian spontan.
"iya,,," ucap Yun San
"baiklah,,," jelas Tetua Muda Huang Xian. Melalui wakilnya, Han Jie dan Han Joe sudah ditugaskan untuk menemani Yun San. Besok sore, keduanya menunggu Yun San digerbang kota hongtei. Tetua Xian juga menjelaskan kalau sekte yin yang sedang dalam proses pemindahan ketempat yang baru.
Kepergian Yun San juga mempunyai banyak motif dibaliknya. Selain untuk mengunjungi keluarganya, juga bertujuan mengecoh perhatian pihak paviliun surgawi. Saat ini, beberapa murid inti paviliun surgawi mendapat tugas untuk memata matai setiap pergerakan yang dilakukannya.
"aku yakin, kau mempunyai cara untuk menyingkirkan mereka" ucap Tetua Xian sambil tersenyum kecil.
"ohhh,,,," guman Yun San
Tetua Xian menjelaskan jika para tetua muda paviliun langit telah mengetahui sebagian kecil perjalanan Yun San diluar sekte selama setahun. Menghilangkan sepuluh murid inti paviliun surgawi, berhasil menjalankan misi bahkan menghilang dari pantauan orang orang yang ditunjuk Tetua Xian.
"huhhhh,,,," guman Yun San sambil tersenyum kecut.
"ini buku tentang daratan timur" ucap Tetua Xian sambil menyodorkan buku setebal dua jari. Selain itu ada secarik peta untuk menuju tempat baru mereka dan sekilas penjelasan singkat disampaikan oleh Tetua Xian.
Token murid inti yang baru, beberapa kristal qi dan sebuah batu roh tingkat rendah dalam kantong penyimpanan. Token tersebut adalah identitas murid sekte ditempat yang baru. Kristal qi dapat diserap untuk memulihkan qi yang hilang. Fungsinya sama dengan pil pemulihan qi. Selain itu juga digunakan sebagai alat pembayaran. Nilai kristal qi setara dengan seratus koin emas.
Batu roh berguna untuk membantu kultivasi. Energi yang diserap saat berkultivasi lebih besar dan murni daripada kristal qi. Nilainya seratus kristal qi, namun karena sulit mendapatkannya maka bisa lebih tinggi.
"kau bisa berangkat sekarang dan sebelum enam bulan kalian bertiga harus melapor ke sekte" ucap Tetua Xian menyelesaikan penjelasannya.
"baik tetua" balas Yun San.
Setelah menyimpan semuanya dicincinnya, Yun San menjura hormat dan pamit meninggalkan tempat tersebut. Sikapnya tetap seperti biasa, tidak terlalu rendah hati juga tidak sombong. Dia mengetahui kalau bisa bertindak sombong didepan tetua muda dengan statusnya saat ini. Namun karena status tetua inti sangat rahasia maka dia tidak akan menggunakannya.
Keluar dari aula paviliun langit, Yun San terus melangkah pergi meninggalkan wilayah paviliun langit. Sampai ditempat murid luar dia tidak berhenti dan langsung menuju gerbang untuk keluar sekte. Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari para penjaga, dia lalu melangkah keluar dan segera melesat pelan.
Setelah jauh dari gerbang sekte, Yun San tidak lagi melompat dengan tehniknya. Dia mulai berjalan santai sambil mengedarkan kekuatan jiwanya untuk memantau situasi disekitarnya.
Senyum kecil muncul disudut bibirnya. Beberapa sosok bersembunyi terdeteksi dalam pantauannya. Tetap bertingkah santai, dia melangkah keluar dari jalan. Memasuki tepi hutan, Yun San tidak berhenti namun sedikit mempercepat langkahnya. Sesuai dengan perhitungannya, beberapa sosok muncul dari persembunyian dan melesat kearah Yun San pergi.
Meskipun terlihat santai, namun Yun San menggunakan tehnik bayangan. Hal itu, membuat jaraknya dengan para pengejarnya tetap terjaga. Setahun yang lalu, dia telah menjelajahi hutan tersebut untuk mencari herbal dengan kedua sahabat kecilnya. Mendapat keuntungan dalam penguasaan medan, dia terus menggiring pengejarnya untuk masuk lebih dalam.
__ADS_1
Waktu terus berganti, tanpa terasa senja telah datang. Saat ini, Yun San telah cukup jauh masuk kedalam hutan. Xiao Yu dan Lin Wei juga dilepas untuk memantau posisi dan menentukan arah. Xiao Di juga dikeluarkan dan bersembunyi disaku bajunya. Sedang para pengejarnya tetap dibelakang dan telah berkumpul.
Yun San merasakan ada dua puluh orang yang membuntutinya.
"mereka gigih juga" batin Yun San.
"setelah mengetahui situasi dan keadaan keluargaku, jangan harap aku lunak pada mereka" lanjut Yun San kesal dalam hatinya.
"didepan ada padang rumput meskipun tidak terlalu luas" ucap Xiao Yu yang telah kembali dan terbang rendah disamping Yun San
"baiklah,,, nanti kau dan Lin Wei kembali kewujud besar kalian" ucap Yun San
"apa boleh kita membunuhnya" tanya Xiao Yu
"itu terserah kalian" ucap Yun San.
"tuan,,,," teriak Lin Wei yang baru datang.
"ada apa,,,," tanya Yun San
"beberapa serigala terlihat bersembunyi, tapi masih cukup jauh" jawab Lin Wei.
"iya tuan" balas Xiao Yu
"apa kau ingin menelan mereka semua" tanya Yun San
"tidak ,,, tidak,,, aku hanya kesal mereka terus mengusik tuan muda" jawab Xiao Yu
"baiklah,,," ucap Yun San.
"mereka cukup dilumpuhkan dan pastikan tidak bisa meninggalkan tempat ini" lanjutnya menjelaskan. Biarkan hutan ini yang menentukan nasib mereka. Namun jika serigala serigala itu mencium aroma darah, maka mereka pasti mengalami nasib yang lebih mengerikan.
"hahaha,,,, tuan muda ternyata kejam juga" terdengar Xiao Di tertawa mendengar penjelasan tersebut.
"kita pancing mereka memasuki padang rumput" ucap Yun San
Sedikit lebih cepat Yun San melesat menuju tempat yang dimaksud.
"Xiao Yu, sampaikan rencana kita pada Lin Bai" ucap Yun San sambil mengeluarkan Lin Bai disudut tertentu dalam manuvernya.
"baik,,," balas Xiao Yu lalu terbang cepat kearah Lin Bai yang telah diluar dan hendak menyusul Yun San.
__ADS_1
Dibelakang Yun San.
"seekor harimau hitam" teriak beberapa orang.
"tak perlu takut sebab melihat dari ukurannya, kita pasti dapat mengatasinya" ucap pemuda yang memimpin kelompok tersebut.
"lihat,,, anak itu mempercepat larinya"
"mungkin karena takut"
"ayo kita lumpuhkan, jika tidak mau tunduk maka alternatif kedua adalah membunuhnya"
"bunuh saja,,, setahun yang lalu, karena mengikuti anak itu, saudara tuaku meninggal"
Suara mereka terdengar saat semakin jauh dalam pengejarnya. Selain itu, juga merasa jika membunuh Yun San ditempat itu maka tidak ada yang mengetahuinya.
"berhenti ,,,,," teriak pemimpin kelompok tersebut pada Yun San saat mengetahui posisi Yun San terlihat dipadang rumput yang terbuka.
"ada apa kalian mengikutiku" balas Yun San sambil terus melesat, namun sedikit lebih pelan.
"hahaha,,,, berhentilah, tak ada gunanya kau terus berlari" teriak pemuda tersebut.
"baik,,,," ucap Yun San kemudian berhenti dan berbalik menatap para pengejarnya
"kenapa kalian mengajariku" teriak Yun San
"kau telah dua kali menyinggung kami" ucap pemuda itu.
"apa yang kalian inginkan" tanya Yun San
"serahkan rahasia menara naga"
"aku tidak mengerti maksudmu" ucap Yun San
"tak usah berbelit belit, mengejarmu sejauh ini sudah dibatas kesabaran kami" ucap pemuda tersebut tanpa menahan niat membunuh yang keluar.
"jangan harap,,, sampai mati kalian tidak akan mendapatkan apapun" ucap Yun San
"baiklah ,,,, jika itu mau mu" ucap pemuda lainnya tak dapat menahan kemarahannya
"hajar anak sialan itu" teriak pemuda yang memimpin kelompok tersebut.
__ADS_1