Sang Pengelana

Sang Pengelana
APEL EMAS


__ADS_3

Lin Yun San terus menyusuri hutan dengan santai.


"hai,,, berhenti,,," teriak seseorang terdengar dari samping. Lalu sekelompok orang sambil membawa binatang buruan datang menghampirinya. Sebelumnya Yun San sudah menyadari keberadaan mereka, namun mengabaikannya.


"ada apa paman" ucap Yun San


"kau berjalan sendirian di hutan, apa kau tersesat" tanya orang itu


"aku hanya berkelana dan masuk hutan ini, untuk mencari tanaman herbal" ucap Yun San


"ohhh,,, berhati hatilah, sebab ada beberapa orang yang telah mendatangi bagian dalam hutan ini"


"maksudnya" tanya Yun San


"hari ini kami berangkat berburu, tapi belum sampai masuk terlalu dalam sudah menemukan binatang binatang yang terbunuh dan ditinggalkan"


"jadi memungutnya dan hendak keluar hutan karena sudah mendapatkan buruan tanpa bersusah payah"


"oohhh ,, terima kasih atas pengingatnya paman, aku akan lebih berhati hati saat masuk kedalam" balas Yun San


"baiklah,,, kami akan pulang, jika kau tak mau kemalaman di hutan, ambillah arah ini karena desa kami ada di sana" ucapnya sambil menunjuk arah tertentu, Setelah berbincang sekilas, Yun San dan kelompok itupun berpisah. Setelah para pemburu menjauh, Yun San menuju bagian dalam hutan.

__ADS_1


Disepanjang jalan yang ditempuh, Yun San mendapatkan banyak tanaman herbal. Namun jika ada hewan buas, dia hanya menghindar. Saat malam pun, dia tak menghentikan perjalanannya.


Hari terus berganti. Mendekati pusat hutan tersebut, Yun San merasakan aura kuat dibeberapa tempat. Dengan tehnik menyembunyikan diri, dia mendekati satu tempat. Yang mana, ditempat tersebut dirasakan ada dua aura tahap suci dan beberapa dibawahnya.


"sudah hampir sebulan kita ditempat ini"


"tunggu saja waktunya, menurut perkiraan satu atau dua hari lagi buah itu akan matang"


"bagaimana dengan klan Hong yang juga berjaga disebelah sana"


"menurut laporan pengintai, hanya ada seorang tahap suci diantara mereka"


Yun San mendengar percakapan mereka dari tempat persembunyiannya. Tetap mengatur pernafasannya, dia masih penasaran dengan orang orang tersebut.


"kita hanya menunggu klan Hong dan kelompok lain bergerak dulu, sambil mengamati saat yang tepat"


"ternyata ada apel emas ditempat ini" batin Yun San sambil berlalu pergi dari tempat persembunyiannya.


Sampai di pohon besar yang cukup jauh dari jangkauan para pengintai kelompok kelompok tersebut, dia mulai bermeditasi diatas dahan.


"ternyata itu" batin Yun San dalam meditasinya, saat mengetahui manfaat dari apel emas. tanaman yang hanya berbuah seratus tahun sekali, itupun paling banyak hanya sembilan buah.

__ADS_1


Mengkonsumsinya dapat meningkatkan tahap kultvasi dengan stabil, namun hanya bermanfaat sekali. Untuk konsumsi selanjutnya hanya menstabilkan qi didalam dentian. Manfaat apel emas akan sempurna jika dijadikan eleksir dengan pelengkap herbal langka lainnya.


Dalam meditasinya, Yun San juga menemukan beberapa resep eleksir dan pil dengan bahan utama apel emas.


Setelah dirasa cukup mengetahui manfaatnya, Yun San menyudahi meditasinya. Dia kemudian mengedarkan kekuatan jiwanya kearah pohon apel emas berada.


"ohhh" guman Yun San saat merasakan jika binatang penjaga pohon apel emas, seakan mengetahui tindakannya.


"hampir mencapai tingkat tujuh" guman Yun San merasakan tingkat kekuatannya. Pantas disebut binatang iblis, karena ular python hitam itu telah mendapat beberapa keberuntungan dan bermutasi. Selain tubuh besar dan panjang, terdapat kristal hitam di keningnya.


Alam mulai gelap, Yun San juga beranjak pergi sambil menyembunyikan diri dengan tehnik ilusi. Tapi kekuatan jiwanya terus diedarkan untuk mengetahui situasi tempat tersebut.


Cukup lama dia bergerak lincah, akhirnya menemukan tempat yang tak ada siapapun mengintai dari sudut itu. Jarak dari pohon apel emas hanya seribu meter, namun berada ditepi jurang.


"sungai" batin Yun San saat mendengar gemericik air dibawah jurang. Tanpa menunda lagi, Yun San memasang formasi untuk menyembunyikan keberadaannya ditempat tersebut.


Didalam formasi, dia bermeditasi untuk mengurai kembali tehnik yang dikuasainya. Hingga tanpa disadari hari telah terang.


Bangun dari meditasi, dia melihat dibawah jurang.


"sial,,," guman Yun San saat merasakan fluktuasi beberapa binatang penunggu sungai tersebut.

__ADS_1


"jika terjun ke sungai, aku harus mengikuti arus dengan cepat" batin Yun San memperhitungkan arah pelariannya, saat ikut memperebutkan pohon apel emas.


__ADS_2