
Han Joe dan Han Jie diterima oleh seorang wakil tetua dirumah singgah bagi murid sekte yin yang. Keduanya mendapatkan penjelasan tentang lokasi baru sekte dan beberapa perubahan peraturan yang harus mereka patuhi.
Selesai mendengar penjelasan wakil tetua, keduanya juga melaporkan perihal diri keduanya dan keterlambatan Yun San.
"abaikan dia" ucap wakil tetua
"selain menjadi murid inti, seperti dia mempunyai identitas khusus" lanjut wakil tetua, kemudian menjelaskan kalau Yun San diberi kebebasan waktu untuk kembali ke sekte. Para tetua dan wakilnya yang mendapat pemberitahuan untuk beberapa murid inti yang diberi identitas khusus. Namun mereka tidak mengetahui identitas apa yang dimaksud.
"kalian akan diantarkan seorang murid menuju gerbang sekte, jadi tak perlu menunggu murid Yun San" ucap wakil tetua
"baik" ucap keduanya.
Setelah memberi hormat pada wakil tetua, keduanya mengikuti seorang murid sekte yang akan mengantarkan mereka.
***
Dipinggiran hutan, seorang pemuda sedang santai mengamati wilayah itu dari dahan pohon yang tinggi.
"hutan ini, seperti aneh" batin Yun San.
Selama menyusuri tepian hutan dan sesekali masuk lebih dalam, namun tidak menemukan binatang buas. Hanya kelinci, burung dan hewan kecil yang sejenis.
"ahhhh,,, abaikan saja, aku harus ke sekte dulu" pikir Yun San
Yun San melanjutkan perjalanan sesuai arah yang ada dipeta. Kini dia melesat dari pohon ke pohon dengan lebih cepat dari sebelumnya. Karena tak mau kedua temannya khawatir akan keterlambatannya.
Keesokan hari, saat matahari diatas kepala. Yun San telah sampai didesa yang merupakan pos terluar saat hendak memasuki sekte yin yang. Dengan token identitas, dia langsung diantarkan seorang murid menuju gerbang sekte.
__ADS_1
Dalam perjalanan, murid tersebut menjelaskan secara singkat dan rinci tentang gambaran dan pengaturan tempat baru sekte yin yang. Hal tersebut, membantu Yun San untuk memahami tempat baru yang akan ditinggalinya.
Setelah melewati pemeriksaan ulang saat memasuki gerbang sekte, dia langsung menuju balai perbekalan dan misi untuk melaporkan kedatangannya. Seorang tetua memberikan token dan pakaian baru sebagai identitas murid sekte yin yang. Selain itu, tempat tinggalnya juga dijelaskan sesuai data yang ada.
Waktu terus berlalu. Teman teman Yun San langsung berkunjung saat mengetahui kedatangannya. Namun setelah itu, mereka kembali sibuk dengan kultivasi masing masing. Yun San akhirnya mempunyai waktu untuk bersantai. Dia sedang membuka buku tebal pemberian Tetua Xian.
Gambaran tentang benua yang ditinggalinya, terpapar dengan rinci. Kekaisaran Yan adalah penguasa tertinggi. Dibawahnya ada sembilan kerajaan yang diberi kewenangan untuk mengatur wilayahnya. Selain mengatur wilayah, juga menjaga sembilan tanah terlarang.
Tanah terlarang adalah ruang tersembunyi yang muncul akibat pertempuran para ahli jaman dulu atau sisa peninggalan klan kuno yang telah ditinggalkan. Tempat tersebut akan terbuka setiap sepuluh tahun sekali.
Wilayah kesembilan kerajaan tersebut adalah hadiah dari Kekaisaran yang diberikan kepada sembilan klan bangsawan atas kontribusinya dalam perang antar benua yang terjadi ratusan tahun yang lalu.
Kekaisaran Wei dari benua tengah, pernah mencoba untuk menguasai seluruh benua. Namun gagal karena empat klan kuno yang mendukungnya, menarik diri dari segala urusan Kekaisaran. Keempatnya menemukan kejanggalan dalam ambisi kaisar yang berkuasa saat itu.
Yun San terus membaca buku tebal tersebut. Dia merasa seakan dirinya hanyalah katak dalam tempurung. Wilayah kerajaan xuan yang dianggap luas ternyata hanyalah tempat kecil dari benua timur.
"klan xiao" batin Yun San. Dia kemudian teringat akan janjinya pada guru pertamanya.
"dapatkah aku berkunjung kesana" lanjutnya. Dia berpikir, untuk membalas budi pada orang yang telah mengubah jalan hidupnya. Tekad untuk berkelana semakin kuat. Selain untuk janjinya, dia juga penasaran dengan luasnya alam ini.
Dia terus membaca dengan rasa penasaran dan semakin haus akan wawasan. Bahkan dibeberapa halaman terakhir, terdapat rincian nama klan bangsawan dan klan kelas satu. Selain itu, ada nama nama sekte atas, yang salah satunya sekte yin yang.
"ini sekte kelas atas" guman Yun San sambil berpikir keras.
"bagaimana sekte ini dikategorikan seperti itu" batin Yun San seakan tidak percaya. Tak mau terus terbebani dengan rasa ingin tahunya, Yun San kemudian menutup buku tersebut.
Hari berganti hari. Dalam waktu sebulan lebih, Yun San terlihat aktif mendatangi perpustakaan sekte. Dia tidak perduli poin kontribusinya habis untuk ditukar dengan ilmu dan pengetahuan.
__ADS_1
"teng,,, teng,,, teng" terdengar suara lonceng menggema. Tak lama setelah itu, para murid sekte terlihat melesat ketempat berkumpul. Ditanah lapang yang luas telah terlihat ribuan murid sekte dalam waktu kurang dari satu jam.
Didepan para murid, terlihat patriak dan para tetua berdiri ditempat yang lebih tinggi. Patriak sekte yang tak pernah keluar, saat ini berdiri didepan semua murid sekte.
"salam patriak sekte" terdengar seorang murid inti berteriak keras.
"salam patriak sekte" terdengar gema semua murid mengikuti.
"salam tetua sekte"
"salam tetua sekte" gema lanjutan terdengar.
Setelah patriak sekte maju dan melambaikan tangan, seketika itu kesunyian melanda.
"terima kasih atas kesetiaan kalian" ucap patriak sekte disertai pengerahan qi. Sehingga semua murid dapat mendengar dengan jelas apa yang disampaikan patriak sekte.
"selamat datang di rumah kita yang baru" lanjut patriak. Lebih dari dua ribu murid yang baru dipindahkan ketempat tersebut. Semua murid yang baru datang menjadi murid dalam dan telah mendapatkan token identitas baru.
Struktur baru sekte yin telah diperbarui dan mulai terapkan dengan ketat.
- Murid luar, mereka tinggal di empat tempat yang berbeda. Di masing masing tempat ada dua tetua muda dan wakilnya, serta anggota penegak hukum yang ditugaskan secara bergulir.
- Murid dalam, anggota murid ini tersebar dilereng bukit sesuai dengan pengaturan sekte. Banyak tetua dan wakilnya ditempatkan, untuk memberi bimbingan pada mereka. Balai pertemuan, perpustakaan, balai misi dan tempat publik lain, ada di lingkungan murid dalam.
- Murid inti, mereka tinggal diruang tersembunyi milik sekte yin yang. Awalnya, leluhur sekte yang menemukan ruang tersebut akan menjadikan tempat pelatihan. Namun perselisihan didalam sekte yang semakin parah, membuat leluhur sekte meminta patriak dan tetua yang setia menjadi wilayah disekitarnya sebagai tempat baru untuk sekte. Sedangkan ruang tersembunyi dijadikan tempat tinggal murid inti. Selain itu, leluhur dan patriak sekte juga tinggal ditempat tersebut.
"setiap tahun akan diadakan seleksi untuk semua murid" lanjut patriak sekte. Murid luar yang telah mencapai tahap bumi akan diseleksi menjadi murid dalam. Sedang murid dalam yang telah menembus tahan suci akan diseleksi menjadi murid inti, wakil tetua atau tetua muda sesuai dengan kualifikasi dan kontribusinya untuk sekte.
__ADS_1