
Yun San diarahkan untuk berkultivasi dengan tehnik yang baru ditempat tersebut. Sedangkan jari jemari Patriak Han membuat pola formasi dan menjentikkan keatas. Bersamaan dengan itu, aliran energi mengalir dengan deras.
Yun San yang telah duduk, segera berkultivasi dengan tehnik kultivasi emas nadi dewa. Tak banyak perubahan dari tehnik sebelumnya, namun tehnik yang baru lebih efisien.
Energi besar menerobos titik akupunktur dan berputar dijalur merrdian. Dari meredian mengalir deras menuju dentian. Namun sesuatu yang lain terjadi didentiannya. Menjalankan tehnik baru, membuat api teratai dan petir surgawi berputar saling bertautan. Seperti simbol yin yang dengan warna ungu gelap dan putih. Semburan energi yang masuk menimpa keduanya dan dimurnikan.
Yun San mengamati perbedaan situasi didentiannya. Cairan qi yang terkumpul menjadi lebih murni dan transparan. Namun kekuatan yang terkandung didalamnya berkali lipat dari sebelumnya.
Dentian yang selama ini seakan tak terisi banyak, kini mulai merasakan tetesan qi yang keluar dari simbol yang diciptakan oleh api dan petir. Semakin lama, qi yang sangat murni terus mengisi dentiannya. Yun San yang tenggelam dalam kultivasi, sampai tidak menyadari kedua sosok didepannya telah pergi.
Waktu terus berjalan. Yun San tidak menyadari beberapa lama dia tenggelam dalam kultivasi. Merasakan aliran energi yang memasuki tubuhnya mulai berkurang, dia mulai mengedarkan qi dari dentian merediannya.
Dari jalur meredian, dia mulai mengedarkan keseluruhan tubuh. Aliran darahnya mulai dibersihkan dari endapan pil yang selama ini terabaikan. Selanjutnya, sumsum dalam tulang juga dibersihkan dan dipadatkan.
Tak berhenti sedikitpun, dia terus mengalir qi murni untuk menguatkan organ lainnya. Jantung, limpa, paru paru, hati dan ginjal dibersihkan dan diregerasi dari kerusakan kecil yang tersembunyi.
Pembersihan dan pemurnian tubuh yang awalnya terasa menyakitkan, kini berubah menjadi kesegaran dan tubuhnya seakan lebih berenergi.
"gerrr,,,," getaran keras ditempat tersebut membuat Yun San menghentikan serapan energinya. Sebelum menyudahi kultivasinya, dia mengedarkan sekali lagi lalu mengalirkan qi kedalam dentiannya.
"uuhhh,,,," guman Yun San selesai berkultivasi dan mencium aroma menyengat. Menyadari kalau bau tersebut berasal dari tubuhnya, dia segera melepas pakaian dan mengambil seguci air suci untuk membersihkan tubuhnya. Setelah berganti pakaian dan mengenakan topeng tipis, dia menjentikkan api untuk membakar pakaian yang kotor dan bau.
Tak lama Yun San berdiri diam, sambil mengamati keadaan ditempat tersebut.
"energi dilantai puncak hampir habis, segera keluar dan rahasiakan pertemuan kita" terdengar suara Patriak Han menggema ditelinga Yun San.
"terima kasih guru" ucap Yun San sambil menangkupkan kedua tangannya. Selanjutnya dia menyembunyikan tahap kultivasinya lalu memecahkan token giok dan tiba tiba diteleportasi keluar menara naga.
Sosoknya telah muncul didepan pintu masuk menara naga. Menyadari getaran menara, dia melesat menuju tanah lapang. Dibelakangnya muncul satu persatu murid lain dan segera melesat cepat ketanah lapang.
__ADS_1
"apa yang terjadi" tanya Qin Fan saat menyadari Yun San yang lebih dulu keluar
"aku juga tidak tahu, sebab juga baru keluar" balas Yun San.
"menara naga mulai retak" teriak Han Joe setelah mengamati keadaan menara dengan serius.
"sebaiknya, kita berkumpul dengan kelompok masing masing" ucap Yun San
"baik,,," jawab mereka lalu pecah menjadi dua kelompok.
Mereka melesat menuju tepi tanah lapang dimana masing masing wakil tetua paviliun berkumpul.
"krakkk,,,, brugggh,,,," gema keruntuhan menara terdengar. Serta guncangan dapat dirasakan oleh semua murid sekte.
Tak lama, sosok sosok tetua dan wakil tetua tiba dan berbaur diempat kelompok yang berbeda. Kelompok terbesar yang hadir ada dipaviliun surgawi. Selanjutnya paviliun dewa dan cahaya dengan jumlah yang hampir sama. Sedangkan paviliun langit lebih sedikit dari keduanya.
"Tetua Huang tolong beri penjelasan untuk ini" ucap pria tua dari paviliun surgawi.
"menurut muridku, ada murid paviliun langit yang sampai dilantai delapan" ucap pria tua sambil menatap kelompok Yun San berada.
"aku yang sampai dilantai delapan" teriak Yun San sebelum Tetua Huang sempat berbicara.
"apa yang kau temui disana" tanya pria tua sambil menatap tajam
"tempat yang panas dengan udara yang kering" jawab Yun San
"apa yang kau lakukan" ucap pria tua lebih keras
"mencoba maju, tapi kemudian kembali ketempat awal karena energiku terkuras saat terus melangkah" jawab Yun San
__ADS_1
"jangan berbohong" hardiknya.
"Tetua Chen,,,, lihat dia tetap ditahap bumi, jika menyelesaikan lantai itu, paling tidak sudah menerobos ditahap langit" ucap Tetua Huang tidak senang dengan keadaan tersebut.
"tapi,,,," ucap pria tua yang dipanggil Tetua Chen
"sudahlah,,,, para tetua menyelidiki reruntuhan dan para wakil tetua segera ajak murid murid kembali kepaviliun masing masing" teriak Tetua Huang tidak mau mendengar bantahan dari Tetua Chen.
"baik,,," balas para wakil tetua dari paviliun langit dan mengajak Yun San dan yang lain pergi. Mereka segera melesat diikuti para murid dibelakangnya. Disisi lain hanya kelompok dari paviliun cahaya yang juga meninggalkan tempat tersebut. Sedang dua kelompok besar masih tidak bergeming.
Tetua Huang dan tetua dari paviliun langit lainnya menuju reruntuhan menara. Diikuti para tetua dari paviliun lainnya. Cukup lama, mereka berdiri mengamati keadaan reruntuhan. Namun tak ada petunjuk yang dapat ditemukan, meskipun mereka menggunakan kekuatan jiwa untuk itu.
***
Ditempat lain. Yun San dan yang lain berkumpul diaula paviliun langit.
"selamat untuk kalian" ucap Tetua Xian mengawali sambutannya. Kelima puluh murid akan dibagi menjadi lima kelompok dan menjalani misi dengan panduan dari wakil tetua yang telah ditunjuk. Mereka diberi waktu dua hari untuk mempersiapkan diri. Namun jika ada yang keberatan diperbolehkan mundur dari misi.
Cukup lama penjelasan dan pengaturan yang dilakukan oleh Tetua Xian. Setelah selesai, dia membubarkan pertemuan tersebut. Namun meminta Yun San untuk tetap tinggal ditempat.
"hampir sebulan tidak bertemu, bagaimana kabarmu" ucap Tetua Xian setelah mendekati Yun San
"baik baik saja,,,, adakah berita penting yang akan tetua sampaikan" balas Yun San sambil bertanya.
"langsung saja" ucap Tetua Xian memulai penjelasannya. Kondisi keluarga Yun San saat ini masih aman sebab pihak klan lin tengah mengalami gejolak yang bisa mengakibatkan perpecahan. Berita penting tentang krisis sekte saat ini disampaikan secara mendetail.
"bagaimana pandanganmu" tanya Tetua Xian setelah memberikan penjelasan.
"aku ingin mengunjungi keluargaku" jawab Yun San lalu memberi masukan, jika krisis sekte yin yang sudah sebegitu parah sebaiknya membangun kembali sekte dengan pondasi para tetua dan murid murid yang loyal dan setia.
__ADS_1
"apa alasanmu berbicara seperti itu" tanya Tetua Xian
"keluargaku dan warga desa lembah sebelumnya juga bagian dari klan lin" jelas Yun San, lalu menjelaskan sekilas tentang hal tersebut yang sering didengar dari kakek dan paman pamannya.