
"Lin Wei,,,," teriak Yun San. Seekor burung yang terbang diatas Yun San tiba tiba tubuhnya membesar. Dalam sekejap, seekor burung merah besar muncul diatas Yun San.
"aku serahkan mereka pada kalian" lanjut Yun San sambil menunjuk orang orang yang telah menguntitnya.
"wusss,,, wuss ,,," hembusan udara terdengar dibelakang kelompok penguntit.
"gerrr,,,," geraman juga terdengar dari sisi lain .
"Yun San,,,, jika kami menghilang, maka Tetua Hong akan menuduh kau lah penyebabnya" teriak pemimpin kelompok
"whahahaha,,,, sekarang aku jelas siapa yang menyuruhmu, tak perlu memikirkan nasibku tapi pikirkan apa yang bakal menimpa pada kalian" balas Yun San kemudian melesat cepat meninggalkan tempatnya.
"haiII,,, " teriakan terdengar saat Yun San meninggalkan tempat tersebut. Bersamaan dengan itu, ketiga binatang telah menyerang kelompok itu. Tak tahu kejadian yang menimpa kelompok tersebut, Yun San telah melesat sedikit memutar menuju tepi hutan.
***
Hari telah berganti, pagi pun datang. Yun San dan ketiga binatangnya telah berkumpul kembali. Ketiga sahabatnya tetap diluar liontin dimensi dan mengecilkan ukurannya. Sedangkan Xiao Di melingkar dileher Yun San, seperti kalung emas sebesar jari telunjuk.
Yun San dan yang lain segera beranjak pergi dari tempatnya. Mereka terus bergerak kearah kota hongtei. Namun yang terlihat hanya Yun San dan Lin Bai yang tubuhnya setinggi lutut Yun San.
Hari telah beranjak siang, Yun San sampai dipinggiran kota.
"Tetua Yun San,,,," suara teriakan terdengar bersamaan dengan itu, terlihat dua pemuda berlari kearahnya.
"ohhh,,, kalian,,," ucap Yun San setelah kedua pemuda itu sampai didepannya. Lalu menyuruh ketiga binatangnya untuk pergi. Dua burung dan seekor panther hitam berhamburan acak.
Keduanya adalah Han Joe dan Han Jie. Tak lama mereka bertutur sapa, kemudian melanjutkan perjalanan sambil berbincang ringan. Tak ada kata kata serius yang keluar, sebab mereka khawatir ada pihak lain yang mengikuti. Saat senja mulai datang, mereka telah memasuki kota.
Kesibukan kota hongtei saat senja terlihat lebih hidup daripada setahun yang lalu. Melihat suasana yang lebih hidup, membuat Yun San tertegun.
"kita menginap dikota ini" ucap Yun San
"apa tidak lebih baik, untuk segera menjauh dari wilayah sekte" tanya Han Joe
"aku ada sedikit urusan dikota hongtei" balas Yun San
"baiklah,,, tapi dapatkah kita berdua ikut" tanya Han Jie
__ADS_1
"sebaiknya kalian tetap dipenginapan" ucap Yun San.
Mereka terus berjalan menuju penginapan yang pernah dikunjungi Yun San. Tak butuh waktu yang lama, mereka sampai ditujuan. Setelah mendaftar, mereka mendapat tiga kamar yang saling berdekatan, Namun ketiganya berkumpul dikamar Yun San.
"bagaimana rencanamu" tanya Han Jie
"kalian berdua mencari informasi dengan mendengar pengunjung dikedai arak" ucap Yun San. Lalu menjelas secara ringkas suasana dikota hongtei. Selain itu, dia meminta keduanya untuk berhati hati.
"baiklah,,, aku pergi dulu" ucap Yun San sambil beranjak dan melesat keluar dari jendela kamar penginapan.
"sial,,,, dia tidak meninggalkan bekal buat kita" ucap Han Joe sambil menutup jendela tapi tidak menguncinya.
"sudahlah,,, kita masih memiliki koin emas, pemberian wakil tetua" balas Han Jie lalu mengajak Han Joe keluar kamar.
Senja mulai beranjak malam. Seorang pemuda berjalan santai menyusuri kota. Pakaian hitam sederhana, tidak terkesan mencolok. Membuatnya dapat melenggang tanpa tatapan menyelidik dari pihak lain.
Dia terlihat memasuki bangunan yang cukup besar dikota hongtei.
"adakah yang bisa kami bantu" sapa seorang pelayan
"apakah sudah membuat janji dengan tuanku" tanya penjaga
"belum,,," balas Yun San
"ohhhh,,,," guman penjaga lalu terdiam
"tolong sampaikan, aku ingin bertemu" ucap Yun San sambil mengulurkan token alkemisnya.
"ohhh,,,, Tua Muda Lin,,, tunggu, aku akan melapor" ucap pelayan terkejut lalu masuk keruang belakang.
Tak lama kemudian, dua pria keluar dan pelayan dibelakangnya.
"selamat datang Tuan Muda Lin, mari langsung keruang kerjaku" ucap pria yang kemudian memperkenalkan diri sebagai manajer paviliun pil. Sedang pria disampingnya adalah pemimpin klan wang yang sedang berkunjung.
Ketiganya lalu berjalan keruang belakang sedang pelayan tersebut kembali beraktivitas. Naik kelantai dua, mereka kemudian duduk melingkar sebuah meja.
"rupanya, tuan tuan sedang ada pembicaraan yang penting" ucap Yun San memecah suasana saat manajer paviliun terlihat bingung untuk mulai berbicara.
__ADS_1
"Patriak Wang,,, dapat berbicara dengan tuan muda" ucap manajer paviliun. Dia juga menjelaskan kalau Yun San adalah salah satu orang penting dipaviliun pil. Bahkan sebagai manajer cabang, keputusannya masih kalah jika dibandingkan.
"ohhh,,,," guman Patriak Wang terkejut.
"maaf,,, mungkin kedatanganku pada waktu yang tidak tepat" ucap Yun San.
"tidak,,, tidak,,, bukan itu maksudnya" ucap Patriak Wang
"ini berhubungan dengan sekte yin yang" ucap manajer paviliun. Baru beberapa bulan dia ditugaskan sebagai manajer cabang kota hongtei. Sebelumnya, dia mendapat catatan tentang orang orang tertentu yang mendapat hak istimewa dan identitasnya. Selain tetua yang tercantum, ada seorang murid yang mendapat perlakuan lebih dibandingkan dengan yang lain. Dia adalah Lin Yun San.
Keduanya sedang membicarakan tentang keterlibatan sekte dengan kota hongtei.
"mereka dari paviliun apa" tanya Yun San.
"menurut informasi yang kami terima, mereka dari paviliun surgawi" ucap Patriak Wang.
"apakah Tetua Hong sering berkunjung kekota ini" tanya Yun San
"sebenarnya tidak setiap bulan" jelas Patriak Wang
Dalam setahun ini, Tetua Hong berkunjung tiga atau empat kali. Namun lebih dari empat ratus muridnya, menjadi prajurit keamanan kota hongtei. Hal itu dilakukan untuk mengganti prajurit lain yang ditarik kekota kerajaan.
"ohhhh,,,, kelihatannya hubungan klan hong dan klan wang tidak harmonis" ucap Yun San sambil menatap Patriak Wang.
"klan wang hanya klan kecil yang sedang bertahan untuk eksistensinya" ucap Patriak Wang.
"jelaskan saja pada Tuan Muda Lin" ucap manajer paviliun.
"baiklah,,," ucap Patriak Wang lalu mulai menjelaskan permasalahannya. Kota hongtei awalnya dikelola oleh dua klan, yaitu klan hong dan klan wang. Namun setelah tergerus waktu hubungan keduanya tidak lagi harmonis. Saat ini, klan hong telah memonopoli setiap aspek dan kebijakan dikota hongtei.
Kejadian setahun lalu, sempat menggoyahkan kepemimpinan klan hong. Patriak dan tetua klan sangat terpukul, karena tidak menemukan jejak pelakunya. Meskipun mereka telah mengerahkan orang orangnya untuk menyisir setiap sudut kota dan desa desa diluar kota.
"apa yang terjadi dengan klan wang saat ini" tanya Yun San.
"leluhur tua klan wang meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan dari ibukota" jawab Patriak Wang. Sampai sekarang klan wang tidak dapat menemukan titik terang atas kejadian tersebut.
Setelah kehilangan leluhur tua, klan wang mengalami penurunan. Kekuatan klan bahkan lebih parah. Saat ini, hanya patriak yang mencapai tahap surgawi.
__ADS_1