Sang Pengelana

Sang Pengelana
KEMARAHAN KLAN HONG


__ADS_3

Kedua pria itu terlihat senang saat Lin Bai maju mendekat. Tak ada kesan buas yang mereka rasakan.


"hahahaha ,,, bagus, kau memang tahu keadaan" ucap pria tua sambil tertawa


"tak ada segel padanya, kau bisa mencoba untuk menjinakkan sendiri" ucap Yun San sambil tersenyum.


"apa maksudmu" ucap pria yang lain, merasa ada yang tak beres dari senyuman Yun San.


"dia sahabatku, bukan binatang peliharaan ataupun budak" jawab Yun San dengan senyum yang lebih lebar.


"wusss,,," hembusan angin terdengar dan Lin Bai berubah setinggi lima meter.


"gerrr,,," erangannya menimbulkan angin yang membuat keduanya mundur.


"sialan,,," teriak pria tua.


"kita buka lawan binatang ini" balas temannya.


"jinakkan saja jika kalian mampu" teriak Yun San.


"tuan muda,,, bisakah kita berbicara" ucap pria tua mulai merasa ada yang tidak beres.


"sudah sejauh ini, apakah penting" ucap Yun San.


"kami dari klan hong, jika sesuatu terjadi pada kami maka klan hong akan memburumu" ucap pria yang satunya.


"whahahaha ,,, maaf ancaman kalian tak ada artinya untukku" ucap Yun San


"Lin Wei, keluarlah" lanjut Yun San berteriak.


"wusss,,,," angin menderu bersamaan dengan munculnya Lin Wei yang berukuran besar.


"burung itu,,, sial segelnya sudah hilang" teriak pria tua.


"saudara Bai,,, serahkan pria tua itu padaku, dia yang selama ini selalu menyiksa dan mengambil esensi darahku" teriak parau Lin Wei terdengar.


"ambil saja ,,, aku puas dengan yang satunya" teriak Lin Bai.


"wusss,,, wusss" hembusan angin menderu saat kedua binatang besar itu menyerang kedua pria yang menghadang Yun San.


"tidakkkk,,,,"


"jangann,,," teriak keduanya sambil melesat mundur.


"tuan muda tol,,,,"

__ADS_1


"achhh,,," ucapan keduanya terhenti. Tak lama kemudian kedua tubuh tanpa kepala dibawa keduanya dihadapan Yun San.


"kalian,,," ucap Yun San


"maaf tuan,, kepala mereka tertelan oleh kami" ucap Lin Wei.


"sudahlah,," ucap Yun San sambil menggeledah kedua mayat tanpa kepala.


Setelah menyimpan kantong penyimpanan dan sebuah cincin penyimpanan, Yun San membakar tubuh tersebut. Namun hanya pakaiannya yang terbakar.


"kalian boleh menelannya" ucap Yun San.


"terima kasih tuan" ucap Lin Wei langsung menyambar tubuh pria tua, dan diikuti oleh Lin Bai pada tubuh yang lain.


"lain kali jangan dibiasakan memangsa manusia" ucap Yun San.


"kali ini karena dendamku dengan orang itu" balas Lin Wei.


"kalau tuan tidak mengijinkan maka aku tidak akan menelannya" jawab Lin Bai.


"Bai, aku naik kepunggungmu" ucap Yun San


"ohhh,, senangnya jika tuan naik dipunggungku, silahkan" balas Lin Bai


"baik tuan" jawab Lin Wei sambil mengepakkan sayapnya.


Lin Bai yang telah menyusut dengan tinggi dua meter, kini melompat dengan cepat. Kedua binatang melesat kearah sekte yin yang sesuai arahan Yun San. Seakan tanpa lelah, keduanya terus melesat membelah malam.


***


Pagi yang cerah diibukota Xuandau. Hangat mentari memberikan semangat warga kota untuk memulai aktifitas.


"boommm,,,, boommm,,," letusan keras terdengar diluar ibukota.


Tak lama kemudian, sosok sosok berpengaruh melesat menuju lokasi tersebut. Dari kejauhan, sosok sosok tersebut melihat anggota klan hong dan organisasi pembunuh telah berkumpul. Ribuan orang orang itu berkumpul mengelilingi dua bangunan yang telah runtuh.


Dihadapan sosok berpengaruh tersebut melesat orang dan melaporkan kejadian yang dialami klan hong. Tadi malam ada orang yang berani menyusup ke wilayah mereka. Bahkan yang lebih parah, gudang penyimpanan telah diobrak abrik.


Banyak barang berharga yang diambil, sedang bahan herbal dirusak dan dijadikan satu seperti tumpukan sampah. Atas kejadian tersebut, pihak klan hong menunggu seorang tetua dan anaknya yang belum kembali setelah pelelangan kemarin.


"ada juga yang nekat menyatroni mereka" ucap sosok tua.


"terus amati perkembangannya" lanjutnya.


"baik tuan" ucap pria yang melapor lalu melesat pergi.

__ADS_1


Mengetahui sedikit informasi tersebut, sosok sosok berpengaruh kembali melesat kearah ibukota. Dibeberapa tempat penting, seperti paviliun pil, guild pemburu, rumah tempa, serikat perdagangan bahkan diistana kerajaan xuan, semua orang orang pentingnya dipanggil untuk berkumpul.


Para menteri, pejabat penting pemerintah dan komandan prajurit kerajaan hadir dibalai pertemuan. Hanya para petinggi yang berasal dari klan hong, absen pada kesempatan tersebut. Unjuk kekuatan klan hong membuat pihak kerajaan xuan harus mengambil langkah untuk mencegah keresahan warga ibukota Xuandau.


***


Ditempat lain, juga terjadi pertemuan yang sama. Mereka hanya meminta semua pengurus dan pengawalnya selalu siaga. Selain itu, ada larangan meninggalkan ibukota untuk menghindari kecurigaan pihak klan hong dan organisasi pembunuh.


Sedikit keributan terjadi diguild pemburu, kantor cabang mereka diwilayah klan yun. Dua orang pembunuh topeng hitam datang ketempat tersebut. Satu persatu anggota guild diinterogasi tentang Tetua Hong Fan yang tadi malam sedang mengikuti manajer Wang Qian.


Tak ada yang dapat memberikan informasi keberadaan orang itu. Dia dan seseorang yang menemaninya, meninggalkan guild tanpa berbicara dengan anggota yang lain. Sedangkan Wang Qian hanya diam tanpa ekspresi saat melihat kejadian tersebut.


Beberapa anggota guild pemburu yang juga anggota klan hong mendapat pukulan karena jawabannya tidak dapat memuaskan keduanya. Sedangkan yang bukan anggota klan hong hanya mendapatkan dengusan kesal.


"maaf, aku bahkan tidak tahu kedatangannya" ucap Wang Qian saat dirinya mendapat giliran untuk konfirmasi.


"tapi menurut anggotamu, Tetua Hong Fan datang ketempat ini" ucap seorang pembunuh topeng hitam.


"meskipun benar, tapi dari semalam aku tidak keluar" ucap Wang Qian


"sialan,,,," ucap topeng hitam sambil beranjak pergi. Keduanya tidak bisa bertindak terlalu jauh, karena guild pemburu juga sebuah organisasi yang mempunyai pengaruh besar.


Selepas kepergian keduanya, Wang Qian bernafas lega dan masuk keruang kerjanya.


"kejadian ini sama seperti dikota hongtei"


"jangan jangan,,, memang dia yang melakukannya"


"ada dendam apa, anak itu dengan klan hong"


"anak muda yang cerdik, licik"


"atau anak yang cerdas dan ,,,, ahhhh,,,,, sudahlah" batin Wang Qian menebak nebak penyebab, peristiwa yang menimpa klan hong.


***


Sementara itu, Patriak klan hong, tetua klan, tetua organisasi pembunuh, memberikan perintah untuk menyisir seluruh wilayah klan. Selain itu menyisir hutan dan perbukitan yang dicurigai sebagai tempat persembunyian orang tersebut. Sedang para petinggi kerajaan diminta untuk menyisir ibukota dibantu anggota pembunuh topeng hitam.


Kemarahan patriak klan yang sekaligus putra dari pemimpin organisasi pembunuh sudah memuncak. Ayahnya saat ini dalam kultivasi tertutup, untuk mencoba menembus tahap kaisar.


***


Diaula istana kerajaan xuan. Kaisar Xuan Tian memberi titah kepada jenderal dan komandan prajurit agar menjaga keamanan dan kestabilan situasi diibukota. Sedangkan petinggi lainnya, mengunjungi sekte sekte besar dan menengah agar bersiap siap jika pihak kerajaan meminta bantuan mereka.


Tak lupa, Kaisar berpesan agar mereka berhati hati dalam menjalankan tugas. Sebab kekuatan klan hong dan organisasi pembunuh tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan sampai saat ini, pihak kerajaan tidak mampu membubarkan organisasi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2