
"anak itu pasti memulai misi dari kota huangdu" ucap Tetua Hong. Dia yakin kalau Yun San akan mencari informasi dikota huangdu terlebih dahulu. Karena informasi terakhir yang dimiliki sekte, kedua buronan tersebut beraksi dipinggiran kota itu.
"bunuh dia sebelum memasuki kota, dan ambil cincin ruangnya" lanjut Tetua Hong
"cincin ruang" ucap ketiga tetua lain bersamaan.
"iya, cincin hitam dijarinya adalah cincin ruang dengan kwalitas yang lebih bagus daripada milik kita" jelas Tetua Hong
Biarpun terlihat sederhana, tapi cincin yang dipakainya memiliki ruang beberapa kali lebih luas dari milik mereka. Menurut yang diketahui Tetua Hong, cincin seperti itu berasal dari benua tengah. Dan untuk memilikinya, hanya lewat pelelangan.
"aku yakin anak itu mendapat keberuntungan ditanah rahasia sekte" ucap Tetua Hong. Asumsi tersebut muncul karena kabar tentang Yun San membagikan banyak pil diketahui oleh mata mata yang disebarkan dipaviliun cahaya. Sedang murid paviliun langit juga tak menyangkal saat dikonfirmasi.
He Jolie yang membocorkan informasi tersebut. Sikap Yun San saat bertemu meninggalkan dendam dihati wanita itu. Sehingga dia merasa senang saat mengetahui murid paviliun surgawi mengincarnya. Murid lain yang tahu akan perbuatan itu, hanya mengingatkan dan tidak mau ikut campur urusannya.
He Gian juga tak bisa mengambil sikap, karena merasa itu hanya masalah kecil. Tetapi saat murid inti paviliun langit memanggilnya, dia terkejut dengan efek dari masalah yang sedang terjadi.
"berapa jumlah pil yang dibagikan Yun San"
"berapa harga dari pil itu"
"berapa kekayaan yang Yun San miliki jika dia menjualnya"
"pernahkah berpikir, kenapa dia bersusah payah membuat pil untuk kompensasi kalian"
"apakah tidak ada barang berharga lain yang didapatkannya"
Tetua Huang sudah mengetahui kalau Yun San juga mendapat kitab tehnik pedang. Tetua juga sempat membuka dan menghapal isi kitab tersebut dan hanya tetua muda serta wakil tetua yang boleh mempelajarinya. Itupun untuk menghormati Yun San yang dengan ringannya memperbolehkan tetua mengetahui isi kitab itu.
Murid paviliun langit tidak banyak, maka murid inti tidak mau ada murid yang senang mengadu domba. Dengan peristiwa tersebut, He Gian diminta untuk terus mengawasi dan mengingatkan saudarinya. Jika hal itu terulang lagi, maka dia akan dikeluarkan dari paviliun langit dan dipersilahkan memilih paviliun lain yang disukainya.
Selama dalam pengawasan, He Jolie juga dilarang untuk berkunjung kelingkungang murid inti. Sedang bimbingan dari tetua atau wakilnya hanya didapat saat ada bimbingan umum untuk semua murid dalam. Para tetua dan wakil tetua belum berkenan untuk memberi bimbingan pribadi.
"kau hanya perlu mengawasi dan mengingatkan, masalah lain biar kami yang lain menindak lanjuti" ucap wakil tetua yang hadir, setelah beberapa murid inti menyelesaikan penjelasan dari pemanggilan He Gian ditempat itu.
__ADS_1
"terima kasih senior, dan maaf atas kesalahan kami" ucap He Gian bingung atas akibat yang muncul dari kelakuan He Jolie. Dia juga tak mau hal itu berimbas pada anggota lain dalam kelompoknya.
Setelah dirasa cukup, He Gian disuruh kembali ketempatnya. Wakil tetua dan beberapa murid inti tetap berkumpul.
"kemarin, aku mengikuti Yun San dari jauh" ucap wakil tetua.
"Yun San terlalu cerdik dan licik saat diluar sekte" lanjutnya sambil menceritakan bagaimana sekelompok orang yang menguntitnya diumpankan pada segerombolan serigala.
"dia juga tegas dan kejam" ucapnya dan menggambarkan Yun San melarikan salah satu orang itu. Dia menginterogasinya, namun karena tak langsung menjawab maka Yun San membunuhnya. Walaupun orang itu hendak menjawab tapi Yun San tak perduli. Tanpa berkedip dia memenggal kepala orang itu dan mengambil kantong penyimpanannya.
"apa tahap kultivasi mereka" tanya murid inti yang penasaran dengan berita yang dibawa wakil tetua
"dua tahap langit dan lainnya tahap bumi" jawab wakil tetua
"hahhhh,,,, sebenarnya anak itu ditahap apa" tanya murid inti lainnya karena terkejut
"entahlah, saat masuk sekte ditahap bumi, tapi selama diperjalanan dia terus menyembunyikan tahap kultivasinya di penguatan tubuh tingkat sempurna" jawab wakil tetua
"bahkan kita juga dapat dikelabuhinya"
"sial,,,, aku juga sempat menawarkan diri pada Tetua Muda Xian untuk menjaga keselamatannya dari jauh"
"whahahaha,,, bahkan untuk saat ini, aku merasa sulit mengikuti jalan pikirannya" sela wakil tetua
"hahaha,,, mereka salah memilih target"
"pemburu jadi buruan"
"whahahaha,,,,," percakapan murid inti dan wakil tetua terdengar santai. Ada rasa senang dan puas akan tindakan yang dilakukan oleh Yun San. Baru kali ini murid paviliun langit bisa membalas perlakuan pihak paviliun surgawi.
Kejadian seperti itu memang sering terjadi pada murid paviliun langit. Sehingga Tetua Muda Xian membentuk kelompok yang beranggotakan wakil tetua dan lima puluh murid inti. Mereka mengawasi murid paviliun langit yang sedang menjalankan misi. Jika murid tersebut mengalami masalah, maka mereka akan turun untuk membantu.
"seharusnya hari ini, dia sudah di kota huangdu" ucap wakil tetua. Jadi mereka tidak perlu mengkhawatirkannya, sebab Tetua Muda Xian dan beberapa murid inti sedang berkunjung kekota tersebut.
__ADS_1
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang perjalanan Yun San, mereka akhirnya menyudahi pertemuan itu.
***
"bruakkkk,,, grerr,,,, grerr,,," suara pohon tumbang dan auman harimau terdengar.
"siapa yang sedang berburu" batin Yun San. Ternyata Yun San memutuskan untuk tetap menyusuri hutan tersebut. Sampai dimana dia mendengar pertarungan yang masih jauh dari tempatnya.
Dia langsung melesat menuju lokasi tersebut dan bersembunyi didahan pohon besar. Dengan leluasa dia melihat pertarungan didepannya. Seekor panther melawan ular terbang yang sangat besar.
"kau membunuh anakku, jadi matilah" ucap panther
"anakmu juga telah menghabiskan telurku" balas ular terbang, lalu pergumulan kedua binatang buas itu terjadi lagi.
Panther adalah harimau berbulu hitam, sedang ular terbang yang dihadapi juga binatang buas yang sangat berbisa. Melihat besarnya kedua binatang buas itu seharusnya sudah ditingkat sembilan atau bahkan sepuluh.
Senja berganti malam, bahkan mentari sudah mulai menampakkan diri. Sang panther terlihat sudah lemas dan menyisakan pertahanan terakhirnya. Selain tubuh remuk karena lilitan ular, juga efek racun yang sudah menyebar.
Kondisi ular terbang juga tak jauh berbeda. Yun San menghunus pedang phoenix dan melesat lalu menebas ular tersebut.
"manusia ,,," ucap panther terkejut melihat kehadiran Yun San.
Yun San lalu melepaskan lilitan ular ditubuh panther.
"minumlah darahnya" ucap Yun San sambil menyodorkan leher ular yang terpotong. Meski sedikit kesulitan, sang panther menelan darah yang terus mengalir.
"racunnya sudah menyebar" ucap panther yang masih terkapar. Tetapi Yun San tidak menanggapinya dan langsung membelah perut ular. Kantong empedu yang cukup besar dibawa Yun San dengan hati hati.
"minumlah, jika beruntung maka racun ditubuhmu bisa dinetralkan" ucap Yun San. Panther tersebut hanya bisa menurut. Dengan kondisinya sekarang dia dapat dibunuh Yun San dengan mudah.
Energi kemerahan yang tipis, terlihat membungkus tubuh panther. Sedang Yun San hanya melihatnya sebentar. Setelah itu dia menguliti ular tersebut dan memotong tubuhnya. Selesai melakukan hal tersebut, kemudian menyimpan dicincin ruangnya.
Hari telah berganti. Yun San tetap menunggu perubahan yang terjadi pada panther dihadapannya. Energi kemerahan tipis kini mulai menghitam. Terdapat retakan tipis dibeberapa bagian.
__ADS_1