
Yun San melangkah santai sambil mengamati padang rumput yang dilaluinya.
"rumput api" guman Yun San saat melihat setangkai rumput pedang yang tersembunyi diantara rimbunan rumput liar.
"ambillah, rumput api itu tidak sama dengan yang kita tanam" ucap Xiao Di
"baik,,," ucap Yun San lalu mendekatinya.
"ada garis kuning pada daunnya" ucap Yun San sambil mengamati tanaman tersebut.
"ini,,," ucap Xiao Di
"ada apa" tanya Yun San
"aku pernah menggunakannya sebagai bahan utama dalam membuat penawar racun" jelas Xiao Di
Pil yang dihasilkan dapat menetralkan banyak jenis racun. Dikemudian hari, tanaman tersebut sangat bermanfaat bagi mereka.
"baiklah" balas Yun San saat mendengar penjelasan Xiao Di.
Yun San dengan hati hati mengambilnya dan memasukkan diliontin dimensi. Tak lupa dia menyuruh kedua sahabat kecilnya untuk menanamnya.
***
Diluar menara, para wakil tetua secara bergilir masih berjaga. Empat kelompok wakil tetua dan murid inti mewakili masing masing paviliun. Ketegangan diantara kelompok terlihat meskipun tidak ada kata yang keluar untuk saling menyinggung.
Sementara itu, diwilayah paviliun langit masih terlihat pergerakan para murid yang sedang melakukan persiapan untuk pindah. Rencana untuk keluar bergiliran dengan alasan menjalankan misi, tidak jadi dilaksanakan. Hal tersebut karena tetua agung sekte yin yang mengirim ahli formasi yang membangun portal teleportasi sederhana.
Portal tersebut dapat mengirim mereka keluar dari sekte tanpa diketahui oleh kelompok lain. Namun jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Ditempat mereka muncul, maka murid inti sekte yin yang akan menyambut dan memandu kelompok murid yang diteleportasi.
Portal tersebut dibangun diatas aliran energi bumi yang digunakan sebagai penopang ruang rahasia paviliun langit. Dengan bantuan energi bumi, maka kebutuhan energi untuk portal teleportasi tidak menggunakan kristal qi atau batu roh sebagai sumbernya.
"bagaimana kelompok murid lain yang sudah kita verifikasi" seorang tetua muda bertanya pada Tetua Xian
__ADS_1
"setelah kelompok kita selesai, maka giliran mereka" ucap Tetua Xian
"berapa lama sisa waktu yang kita punya"
"kita hanya punya waktu sepuluh hari" balas Tetua Xian.
Para tetua muda paviliun langit bekerja ekstra dan sangat berhati hati. Rencana untuk mencegah kehancuran sekte sudah dilakukan bertahun tahun. Semua murid yang sudah diversifikasi dan mengambil sumpah surgawi dipindahkan ketempat yang baru.
Sementara murid yang masih bimbang dan murid yang telah direkrut klan hong serta organisasi pembunuh diabaikan dalam proses tersebut. Namun proses pemindahan tersebut juga terbantu karena insiden yang terjadi diklan hong. Tindakan Yun San menjarah klan hong diibukota kerajaan xuan menyebabkan petinggi klan dan organisasi pembunuh disibukkan dalam mengusut kejadian tersebut.
Hari hari terus berlalu. Klan hong dan organisasinya telah mengerahkan hampir semua anggotanya. Bahkan disetiap organisasi yang ada diibukota telah disusupi oleh anggota organisasi pembunuh bayangan. Selain itu, para petinggi klan hong juga merilis barang berharga yang dicuri.
Setiap anggota inti klan dibekali catatan tersebut untuk menyisir setiap toko dan kios kecil yang menjual barang yang tercantum dicatatannya. Namun pelaku yang dicari seakan hilang ditelan bumi, dan apa yang mereka lakukan terlihat sia sia.
Kegagalan mereka tidak melemahkan keinginan untuk terus mengusutnya. Hal tersebut bahkan menimbulkan keretakan diantara kubu para tetua klan. Meskipun tidak menunjukkan efek kehancuran pada klan, tapi kekeluargaan mereka telah tergores.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan meluas, patriak klan melakukan beberapa perubahan dalam posisi dan tugas para tetua.
Didalam menara naga, Yun San masih menyusuri lantai delapan. Dia tidak menyadari waktu yang telah dihabiskan untuk menyusurinya. Hingga tiba didepan portal kelantai selanjutnya. Tak menunggu lama, dia memasuki portal diikuti kedua sahabatnya yang melayang dibelakangnya.
Yun San telah sampai dilantai sembilan. Hamparan pasir dengan udara kering terbentang didepannya.
"ini ujian untukmu" ucap Xiao Di
"uuhhh,,," balas Yun San sambil menghela nafas dalam dalam.
Kedua sahabatnya dimasukkan keliontin dimensi. Setelah menelan pil nutrisi dan penguatan tubuh, dia mulai melangkah.
"terus maju dan jangan menoleh kebelakang, sebab ini ujian tekad untukmu" ucap Xiao Di
"baik" balas Yun San sambil melihat Xiao Di yang melesat masuk keliontin dimensi.
Yun San terus maju tanpa menoleh kebelakang. Setiap sepuluh langkah dirasakan ada tekanan yang semakin membebaninya. Semakin lama langkah yang dapat diambil bertambah pendek. Selain itu, udara kering juga memberi tekanan pada tubuhnya. Beberapa pil ditelan untuk memulihkan stamina, sambil terus maju.
__ADS_1
Dengan terus memompa semangat, Yun San melangkah tanpa menyadari waktu dan jarak yang sudah ditempuhnya. Keringat yang bercampur kotoran keluar semakin banyak.
Beberapa guci air suci yang ada diliontin dimensi telah dikonsumsi. Hal tersebut membantu Yun San mengatasi dehidrasi. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut membantunya membersihkan tubuh dari endapan pil yang selama ini dikonsumsinya.
Serasa sudah berbulan mejalani ujian, dia mulai merasa kelelahan dan kejenuhan dalam hati.
"tidakkkk,,,, aku tidak bisa berhenti" teriak Yun San dalam batinnya.
"kakek, nenek, paman, bibi,,,,,,," batin Yun San terus mengingat orang orang yang selama ini berjuang untuknya.
Bahkan keceriaan sahabat dan warga desa lembah batu saat kebersamaan mereka terpampang dalam pikirannya. Disamping itu, siluet perempuan yang mengaku sebagai ibu kandungnya juga hadir.
"untuk mereka dan agar dapat bertemu ibu,,,, aku harus kuat,,,,," batin Yun San sambil mengatupkan giginya.
Meskipun mendapat tekanan yang semakin besar, dia terus melangkah. Semakin dekat dengan portal, Yun San merasakan tubuhnya seakan mau runtuh. Namun dengan tekad yang tetap terjaga, sampailah dia diportal yang menghubungkan lantai selanjutnya.
"wuss,,,," saat memasuki lantai selanjutnya, dia merasakan hembusan angin yang menyegarkan. Tekanan yang diterima sebelumnya membuat titik akupunktur diseluruh tubuhnya menjadi terbuka. Hal itu, memudahkan aliran energi memasuki tubuhnya.
Cukup lama dia berdiri termenung sambil menikmati aliran energi yang menyegarkan masuk kedalam tubuhnya. Saat kondisinya telah pulih, dia mulai mengamati sItuasi ditempat tersebut.
"selamat,,, kau telah sampai ditingkat sepuluh" ucap sosok pria tua yang ada didepan Yun San.
"terima kasih,,, tapi, apakah ujian ini telah selesai" tanya Yun San
"ujian menara naga, hanya sampai ditingkat sembilan" jelasnya.
Saat sampai dilantai sepuluh, maka peserta tersebut akan mendapatkan dua tehnik dan dua seni yang harus dipelajari. Tehnik formasi lanjutan dan tehnik pembuatan pil yang mendalam. Juga seni pedang dan seni tombak, meskipun dasar tapi merupakan kumpulan seni yang telah disempurnakan.
"duduklah dialtar yang ada ditengah ruangan ini" lanjutnya. Dialtar telah ditempatkan keempat kitab yang harus dipelajarinya. Selain itu, altar tersebut akan menunjukkan nilai dalam pemahamannya. Saat keempatnya telah dipahami, maka dia langsung diteleportasi kelantai selanjutnya.
"terima kasih senior" ucap Yun San sambil membungkuk hormat, saat pria tua itu berhenti memberi penjelasan. Kemudian dia melangkah mendekati altar, lalu meraih keempat kitab untuk memeriksanya.
Yun San lalu duduk diatas altar setelah memeriksa keempat kitab yang akan dipelajarinya. Tehnik formasi lanjutan, kitab pertama yang mulai dipelajarinya.
__ADS_1