Sang Pengelana

Sang Pengelana
TURNAMEN GENERASI EMAS 01


__ADS_3

Malam yang meriah di jalanan ibukota. Hilir mudik para peserta turnamen berbaur dengan warga dan prajurit kekaisaran.


Suasana yang sangat ramai, membuat pihak kekaisaran menugaskan prajurit tambahan di pos pos tertentu. Agar keamanan ibukota tetap stabil.


Sedangkan para pengusaha panen keuntungan. Bukan hanya toko besar yang didatangi pembeli, tapi kios kecil pun mendapat penghasilan lebih dari biasanya. Namun dari semua jenis usaha, yang paling dipenuhi pengunjung adalah kedai minuman.


Lin Yun San dan ketiga lainnya juga tengah asik duduk disalah satu kedai arak yang tak begitu besar. Keempat juga menikmati minuman sambil mencuri dengar percakapan pengunjung lain.


Losun dan dua lainnya menikmati arak terbaik, sedangkan Yun San yang belum terbiasa minum arak hanya memesan arak ringan untuk membiasakan diri.


Hampir semua pengunjung adalah peserta turnamen. Jadi percakapan mereka kebanyakan membanggakan kelompok masing masing.


"di kelompok kita, siapa yang bakal lolos dan masuk ke makam kuno" ucap Baiyi memancing Yun San berkomentar. Sebab dari mereka jalan, Yun San hanya diam dan menjadi pendengar setia ketiganya.


"tahapan ku tidak terlalu tinggi, jadi aku tidak tahu kemampuan yang lain" balas Yun San yang tetap menyembunyikan tahap kultvasi nya.


"bagaimana dia bisa lolos seleksi" batin Baiyi. Dari semua wakil kerajaan xuan, tahap kultvasi Yun San adalah yang terendah.


"sepertinya mudah untuk mempengaruhinya" lanjut Baiyi yang masih berenang dengan angan angannya. Dia bertekad untuk mempengaruhi Yun San. Bahkan jika menolak dia akan mudah untuk mengancamnya.


"setidaknya ada lima dari kita yang ada ditahap suci, tak perlu terlalu dipikirkan" balas Losun


"iya Bay,,, yang penting kita berusaha dengan maksimal" timpal Ziomei


Malam semakin larut, para peserta mulai terlihat kembali ketempat peristirahatannya. Yun San dan yang lain juga melakukan hal yang sama.


Sampai ditempat peristirahatan, mereka beraktivitas masing masing. Tidak semua langsung tidur, tapi ada yang tetap terlihat bergerombol dengan percakapan kecil agar tidak menggangu yang lain.


Sedangkan Yun San mulai tenggelam dalam meditasi. Dia terus mengasah kemampuannya. Di ruang jiwanya, semua seni dan tehnik yang dikuasai diulangi dari awal satu persatu.


Tehnik yang dikuasai sampai tingkat mahir mulai disempurnakan. Bahkan dia lupa akan waktu, 'berapa lama telah berlalu'.


Bagi seorang kultivator memang tidak terlalu membutuhkan makan. Sebab dengan berkultivasi, mereka dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

__ADS_1


Losun tidak membangunkan Yun San. Sementara itu, kelima pemuda yang direkrut organisasi pembunuh dan klan Hong mulai melancarkan aksinya dengan sembunyi sembunyi.


"bagaimana,,, apa mau bergabung dengan kelompok kami" ucap Baiyi mewakili temannya. Mereka telah memberikan gambaran tentang manfaat yang akan diterima.


"aku sudah memahami apa maksud kalian, bahkan kami juga melakukan hal yang sama" ucap seorang pemuda yang sedang mereka pengaruhi.


"maksudnya,,," balas Baiyi bingung


"kami dari kerajaan Hong, jadi pusat klan dan organisasi berada di pihak kami" ucapnya


"bahkan aku adalah salah satu tuan muda di klan Hong" jelasnya


Pemuda tersebut adalah tuan muda kelima dari keluarga inti klan Hong. Dia mengapresiasikan semangat Baiyi dan yang lain.


Juga berpesan untuk berhati hati dalam melakukan aksinya. Karena beberapa pemuda dari klan besar tidak bisa mereka pengaruhi.


Banyak hal yang disampaikan agar Baiyi dan yang lain waspada. Aksi organisasi tidak boleh dilakukan dengan terbuka seperti saat ini. Jika organisasi besar lain mengetahui maka klan Hong juga kesulitan untuk membantu mereka.


Mendengar penjelasan itu, Baiyi dan yang lain seperti mendapatkan pengalaman baru. Kelimanya sadar jika selama ini, mereka seperti katak dalam tempurung.


Lima hari berlalu. Yun San telah bangun dari meditasinya. Hari ini Losun terpaksa membangunkannya. Karena turnamen segera dimulai.


Karena meditasi panjang, Yun San melewatkan banyak hal dalam beberapa hari berlalu. Pergerakan Kerajaan Hong, klan Hong dan organisasi pembunuhan terlewatkan dalam pantauannya. Bahkan pelelangan besar yang dilakukan klan yan terlewatkan begitu saja.


Lin Yun San hanya dapat menghela nafas panjang saat mendengar penjelasan Losun. Dia hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena lupa waktu saat meditasi.


Sambil berjalan menuju lokasi turnamen, Yun San dan Losun berjalan paling belakang. Dengan nada pelan Losun memberi gambaran, siapa saja yang terkena hasutan klan Hong. Baiyi dan delapan pemuda dari berbagai sekte disebutkan oleh Losun.


Seperti yang dijelaskan Losun, Yun San melihat ada benang merah yang diikatkan pada pergelangan tangan ke sembilan pemuda yang dimaksud.


"semoga yang bukan anggota mereka tidak menggunakan tanda tersebut" ucap Yun San


"hei,,, apa yang akan kau lakukan" tanya Losun sedikit keras karena terkejut akan reaksi Yun San setelah mendengar penjelasannya.

__ADS_1


Yang lain pun menoleh mendengarnya.


"hehehe,,, tenang saja, aku cuma partai tambahan dalam turnamen kali ini" ucap Yun San santai untuk menghindari kecurigaan peserta lainya.


"hahaha"


"whahaha"


"tahu diri juga, kamu"


"hanya mengandalkan keberuntungan"


Terdengar tawa dan sindiran dari peserta dari kerajaan xuan.


"sudahlah, keberuntungan juga salah satu kemampuan, dan kalian harus bersatu pada turnamen kali ini" ucap tetua akademi yang mendampingi mereka.


Dia juga menyadari jika lolosnya Yun San membuat semua pihak mempertanyakan kemampuannya. Bahkan dianggap sebagai kemerosotan dari wakil kerajaan xuan.


Hanya Losun yang mengetahui sedikit kemampuan Yun San. Tapi sebatas penjelasan singkat dari Tetua Huang. Adapun Ziomei hanya penasaran, kenapa Tetua Meilin seakan menghormati Yun San.


Sikap Yun San yang tertutup dalam beberapa hari berlalu, membuat rasa penasaran Ziomei semakin besar. Sedangkan bagi Baiyi dan kelompoknya, menganggapnya sebagai pengecut. Karena kultivasi dianggap sebagai alasan karena takut berinteraksi dengan kelompok lainnya.


Siang mulai memancarkan panasnya. Semua peserta turnamen telah berkumpul di arena latihan prajurit kekaisaran.


"selamat datang para peserta turnamen generasi emas kekaisaran yan" ucapan seorang penatua terdengar menggema.


Turnamen saat ini sangat istimewa. Para peserta tidak menjalani pertarungan diatas panggung arena. Tapi memasuki tanah leluhur kekaisaran Yan atau biasa disebut tanah mistik kuno benua timur.


Hal tersebut adalah keberuntungan yang sangat besar bagi para peserta. Sebab segel tanah leluhur akan melemah hanya lima puluh tahun sekali. Itupun dengan waktu yang tidak dapat ditentukan.


Sebelum memasuki tanah leluhur semua peserta akan diseleksi terlebih dahulu. Mereka yang berada dibawah tahap langit tingkat lima akan tersingkir.


Jika dibawah tingkat tersebut maka mereka akan sulit bertahan dengan binatang buas yang ada didalam tanah leluhur.

__ADS_1


Binatang buas di tanah leluhur mayoritas ditingkat lima keatas. Meskipun ada binatang buas ditingkat rendah, tapi pasti ada satu atau dua yang ditahap tersebut mengikuti dibelakangnya.


__ADS_2