
🍁 Happy Reading 🍁
Enam bulan kemudian.
Hari ini adalah hari terbahagia Rigel dan Aluna karena hari ini mereka telah resmi dinyatakan sebagai pasangan suami-istri.
Tidak banyak tamu yang di undang dalam pernikahan Rigel dan Aluna, hanya keluarga inti dari kedua mempelai.
Meski resepsi di lakukan sederhana, tapi tamu dan pengantin terlihat sangat menikmati resepsi yang diadakan di taman sebuah hotel bintang lima.
Saat Rigel dan Aluna nampak sangat bahagia, ada sepasang mata yang haru melihat kebahagiaan mantan terkasih-nya.
Ya, pemilik sepasang mata itu adalah Carina.
Mendengar hari ini pernikahan Rigel dan Aluna, Carina yang masih dalam tahap rehabilitasi dari obat-obatan terlarang yang sempat masuk ke tubuh-nya karena ulah dokter Tom dan masih dalam tahap mental healing, ngotot ingin melihat hari bahagia mantan suaminya.
__ADS_1
Bukan untuk mengacau, kali ini Carina benar-benar hanya ingin melihat, walaupun sebenarnya Carina tidak di undang ke pernikahan mantan suaminya itu.
Carina sudah ikhlas melepaskan semua masa-masa indah dengan mantan suaminya, meski di lubuk hatinya yang paling dalam ia masih menyimpan rasa cinta untuk mantan suami-nya itu.
"Kamu terlihat sangat bahagia Rigel. Aku senang, melihat kamu bisa bahagia lagi. Maaf, selama pernikahan kita dulu, aku dan orangtua ku sudah banyak memberi tekanan pada mu." Lirih Carina yang melihat Rigel dari kejauhan.
"Car..." Tiba-tiba tangan besar menepuk pundak Carina.
Carina menoleh sesaat lalu kembali melihat Rigel dan Aluna yang terlihat sangat bahagia.
"Sudah puas?" Tanya pria yang menepuk pundak Carina tadi.
"Ayo kita pergi dari sini." Ajak pria itu sambil menarik tangan Carina.
"Selamat atas pernikahan mu Rigel, semoga kamu berbahagia selalu. Aku harap di kehidupan selanjutnya, aku ingin kamu lah jodoh ku lagi agar aku bisa memperbaiki kesalahan ku di masa lalu." Gumam Carina dalam hati sebelum dirinya memutar tubuhnya dan ikut dengan pria yang menarik tangannya.
__ADS_1
"Rob, aku lapar. Kita cari makan dulu yuk." Kata Carina.
Ya, pria yang bersama Carina adalah Robby, polisi yang pernah merekomendasikan kakak-nya yang ada di Singapura yang merupakan seorang psikiater kepada orangtua Carina.
Sejak Carina terapi di tempat Kakak Robby, Carina jadi dekat dengan keluarga Robby, mulai dari orangtua dan Kakak-kakak Robby, dan otomatis menjadi dekat juga dengan Robby.
Mereka sering melakukan panggilan video saat malam jika Robby sedang tidak dinas malam. Dan Robby juga pernah beberapa kali datang ke Singapura untuk berkumpul dengan dua orang Kakak-nya yang tinggal di Singapura dan pastinya sekalian bertemu dengan Carina.
Lama kelamaan hubungan mereka semakin dekat, benih cinta pun mulai tumbuh di hati Robby, tapi sampai saat ini Robby belum mengungkapkannya pada Carina karena tahu, Carina masih trauma dengan masa lalunya dan sedang dalam proses penataan hati.
Mengetahui Carina ingin pulang ke negara A untuk menghadiri pernikahan mantan suami-nya pun, Robby dengan senang hati menjemput Carina di bandara dan rela mengambil cuti beberapa hari sampai Carina kembali ke Singapura.
Dan selama di negara A, orangtua Robby juga meminta Carina untuk tinggal di rumah mereka dari pada harus tinggal di hotel, karena Carina sudah tidak punya rumah lagi di kota itu dan orangtua Carina juga saat ini ada di Singapura dan tidak ikut ke negara A.
Robby sudah memberitahu pada orangtuanya tentang perasaannya pada Carina, dan untungnya orangtua Robby terlihat legowo kalau Robby memilih Carina untuk menjadi pendamping hidup-nya, padahal mereka tahu status Carina yang janda dan sedang dalam tahap mental healing sedangkan putra bungsu mereka masih perjaka.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...