
🍁 Happy Reading 🍁
Rigel menjauhkan tubuh Aluna lalu menatap mata Aluna dimana air mata sudah menggenang.
"Lun.." lirih Rigel.
"Kenapa Mas? Benar kan yang aku bilang? Istri Mas Rigel sudah bisa melayani Mas Rigel, itu berarti Mas Rigel udah gak butuh aku lagi. Tapi Mas Rigel bingung karena aku sedang hamil. Gitu kan Mas?" Tanya Aluna dengan nada yang sedikit meninggi.
"Gak gitu Lun-"
"Gak usah bohong Mas! Kalau memang Mas Rigel lebih memilih istri Mas Rigel, ya sudah kembali lah dengan istri Mas Rigel, aku akan membesarkan anak-anak ini sendiri." Potong Aluna.
"Hey.. kamu ngomong apa sih Sayang? Yang bilang aku akan milih Carina siapa? Kan sudah aku bilang, aku akan menceraikan Carina dan akan menikahi kamu dan kita hidup bahagia dengan anak-anak kita." Ucap Rigel menyakinkan Aluna.
Ngiiiiiik....
Tiba-tiba suara yang keluar dari teko untuk memasak air mengalihkan pandangan Rigel dari mata Aluna.
Rigel pun berjalan mendekati kompor lalu dan mematikan kompor itu, setelah itu Rigel kembali mendekati Aluna lalu menarik kursi dan mendekatkan kursi itu pada Aluna.
"Aku akan menjelaskan pada mu alasan kenapa aku menghilang selama beberapa hari, tapi kamu janji dulu, untuk tidak berpikir yang macam-macam pada ku." Ucap Rigel.
__ADS_1
Dan tak lama di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
Rigel pun mulai menceritakan pada Aluna mulai dari Mama mertua-nya yang memberikan minuman yang katanya adalah minuman herbal, padahal minuman itu sudah di campur dengan obat perangsang lalu mengatakan dirinya yang tidak bisa keluar dari kamar karena sang Mama mertua mengunci kamarnya dari luar, sampai akhirnya Rigel yang tidak bisa menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun dan akhirnya melampiaskannya pada Carina.
Rigel juga menceritakan pada Aluna alasan sang Mama mertua melakukan itu karena mertua-nya sudah tahu tentang perselingkuhan Rigel dan Aluna dan demi menjaga rumah tangga putri mereka, makanya sang Mama mertua ingin mengikat Rigel dengan membuat Rigel menyetubuhi Carina sampai Carina hamil. Rigel juga mengatakan pada Aluna kalau Mama mertua-nya juga melakukan pengancaman sama seperti yang di lakukan Papa mertua-nya pada Aluna.
"Lalu Mas, kalau istri Mas Rigel sampai hamil bagaimana?" Tanya Aluna setelah mendengar cerita Rigel.
"Itulah yang membuat pikiran ku kacau Lun. Kalau mengikuti kata hati, aku akan tetap menceraikan Carina. Tapi kalau aku mengingat kejadian malam itu, aku benar-benar menyesal dan aku juga takut kalau sampai Carina hamil." Jawab Rigel.
Aluna pun kembali menangis.
"Lun, dengar aku. Kamu percaya pada ku kan? Aku janji akan tetap menikahi mu apapun jalan ceritanya, mau Carina hamil atau tidak. Tapi mungkin kalau sampai Carina hamil, aku harap kamu sedikit bersabar lagi karena aku tidak mungkin menceraikan Carina saat Carina hamil. Tapi aku janji, setelah Carina melahirkan, aku akan langsung menceraikan Carina dan akan menjadi milik mu seutuhnya." Ucap Rigel meyakinkan Aluna.
"Kamu percaya kan sama ku Lun?" Tanya Rigel.
"Iya Mas, aku percaya sama kamu." Jawab Aluna sambil menangis.
"Kamu mau kan nunggu aku sampai hari itu tiba, kalau memang Carina benar-benar hamil?" Tanya Rigel lagi.
"Iya Mas, aku akan selalu menunggu kamu untuk menjadi milikku seutuhnya." Jawab Aluna sambil memeluk Rigel dan menangis dalam pelukan Rigel.
__ADS_1
"Udah dong Sayang, jangan nangis terus, kasihan anak-anak kita kalau kamu nangis terus." Ucap Rigel lalu menjauhkan tubuh Aluna dari tubuhnya, kemudian mengusap air mata wanita-nya itu.
"Terimakasih Sayang sudah mau mengerti keadaan ku." Kata Rigel lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Aluna.
Mereka pun berciuman dengan sangat lembut dan mesra untuk saling mencurahkan rasa cinta mereka.
Ciuman yang tadinya lembut kini berubah menjadi ciuman yang panas, tangan Rigel juga sudah menjalar kemana-mana, sampai akhirnya tangan besar itu sampai lah di dua gundukan daging milik Aluna.
"Mas.. jangan. Kata dokter kan kita gak boleh berhubungan intim dulu." Kata Aluna mengingatkan Rigel saat Rigel hendak menaikkan pakaian Aluna.
"Banyak jalan menuju Roma, Sayang." Jawab Rigel.
Rigel pun melanjutkan menaikkan pakaian Aluna sampai sebatas dada lalu menaikkan penutup dua gundukan daging Aluna yang memang sudah ia buka pengaitnya, kemudian Rigel pun melahap salah satu dua gundukan daging itu dengan sangat lembut.
Suara des*ahan pun lolos begitu saja dari mulu Aluna kala lidah Rigel memainkan puncak gundukan itu. Dan suasana di dapur kecil itu pun semakin memanas.
Namun tiba-tiba...
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1