
🍁 Happy Reading 🍁
"Lihat ini Pa..." Ucap Mama mertua Rigel seraya memberikan ponsel kepada sang suami.
Papa mertua Rigel pun mengambil ponsel itu dari tangan istrinya.
Rahangnya langsung mengeras dan nafasnya juga memburu begitu melihat pesan yang berisi foto-foto bukti perselingkuhan Rigel dan Aluna.
Ditambah lagi informasi tentang siapa Aluna.
"Dasar menantu breng*sek!!!! Bisa-bisa'nya dia berselingkuh dengan mahasiswa-nya sendiri!!!" Geram Papa mertua Rigel.
"Jadi Papa udah tahu kalau Rigel itu selingkuh?" Tanya Mama mertua Rigel dengan tatapan yang mengintimidasi sang suami.
Papa mertua Rigel mengangguk.
"Terus Papa kenapa gak bilang-bilang sama Mama?"
"Maaf Ma, Papa menutupi semua ini dari Mama karena Papa belum punya bukti kuat tentang perselingkuhan Rigel, tapi sekarang Papa sudah punya bukti kuat tentang perselingkuhan laki-laki breng*sek itu!!" Jawab Papa mertua Rigel.
"Bisa-bisa'nya dia selingkuh disaat Carina sedang dalam keadaan sakit seperti itu!!!!" Geram Papa mertua Rigel.
"Carina dan Rigel harus segera bercerai!! Papa tidak sudi putri kita menyandang status istri Rigel lebih lama!!" Geram-nya lagi.
"Papa salah!! Carina dan Rigel harus tetap bersama, itu lah hukuman yang setimpal untuk Rigel" sahut Mama mertua Rigel dengan tatapan bengis.
"Apa maksud Mama? Mama mau Carina terus-terusan di telantarkan dan di bohongi oleh Rigel? Meski Carina sedang gangguan jiwa, Papa tidak rela laki-laki breng*sek itu mengkhianati putri kita!! Kalau memang karena dia tidak tahan dengan hasrat kelaki-lakiannya, harusnya dia izin dong sama kita, sama orangtuanya untuk menikah lagi!! Bukan malah berselingkuh seperti ini, apalagi dia berselingkuh dengan mahasiswi-nya sendiri!!" Balas Papa mertua Rigel.
"Justru karena Rigel berselingkuh makanya Carina harus tetap menjadi istri Rigel!! Kalau Carina sampai bercerai dari Rigel, yang menang itu si pelakor itu Pa!! Pasti sekarang si pelakor itu mengidam-idamkan berada di posisi Carina, kalau Carina dan Rigel tidak bercerai, si pelakor itu tidak akan berada di posisi Carina! Selamanya si pelakor itu hanya bisa menjadi simpanan Rigel." Jawab Mama mertua Rigel.
__ADS_1
Papa mertua Rigel diam dan memikirkan apa yang barusan istrinya katakan.
"Iya, Mama benar juga." Ucap Papa mertua Rigel.
"Kita harus ke kota J sekarang, kita harus tetap pura-pura tidak tahu tentang perselingkuhan Rigel. Karena kalau kita mengatakan pada Rigel tentang perselingkuhannya, maka sama saja kita membuka jalan untuk Rigel mengucap kata cerai untuk Carina." Ucap Mama mertua Rigel lagi.
"Ya Papa setuju. Ayo kita bersiap-siap." Balas Papa mertua Rigel.
🍁🍁🍁
Aula Kampus.
Pukul 16.30
Pentas seni hari kedua pun berakhir.
Bip.. bip.. bip.. bip.
Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Aluna.
Aluna pun membuka pesan masuk itu dan ternyata pesan masuk dari Rigel.
📱 Rigel : Aku tunggu di halte bus tadi.
Begitulah isi pesan Rigel mengingatkan Aluna.
📱 Aluna : Iya sayang.
Balas Aluna.
__ADS_1
Sambil mengetik pesan balasan untuk Rigel, Aluna sambil senyum-senyum sendiri.
"Cie... Chat dari Ayang yah?" Sindir Jessy yang melihat Aluna senyum-senyum sendiri sambil membalas pesan. Jessy yakin kalau sekarang Aluna sedang berbalas pesan dengan Rigel.
"Apaan sih. Orang ini Papa aku kok." Elak Aluna seraya cepat-cepat masukkan ponselnya ke dalam tas-nya.
"Oh.. Papa..." Respon Jessy dengan wajah mengejek.
"Iya serius, Papa aku." Balas Aluna ngotot.
"Iya, iya percaya. Ya udah yuk pulang." Ajak Jessy seraya merangkul pinggul Aluna.
"Lun, kok pinggul kamu beda banget." Ucap Jessy yang merasa aneh dengan bentuk pinggul Aluna.
Takut Jessy sampai menyadari kehamilannya, cepat-cepat Aluna melepaskan tangan Jessy yang sedang melingkar di pinggulnya.
"Body shaming kamu? Mentang-mentang aku gendutan sekarang." Balas Aluna dengan bibir yang ia manyun-manyunkan.
"Ish.. gitu aja ngambek." Goda Jessy seraya menoel dagu Aluna.
"Udah ah, ayo keluar." Ajak Aluna seraya berjalan lebih dulu.
"Pinggul Aluna beda banget. Bukan seperti orang yang gendutan karena timbunan lemak. Apa jangan-jangan Aluna...." Gumam Jessy bertanya-tanya dalam hati. Yang ada di pikiran Jessy sekarang kalau Aluna sedang hamil.
"Tidak.. tidak.. tidak. Mudah-mudahan apa yang aku pikirkan ini salah, mudah-mudahan hubungan Aluna dan Pak Rigel masih bisa di akhiri." Gumamnya lagi dalam hati.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1