
🍁 Happy Reading 🍁
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak meminum obat mu?" Tanya dokter Tom penasaran.
"Aku benci obat itu!! Otak ku tidak bisa berpikir jernih setelah meminum obat itu! Aku merasa bukan diri ku setelah meminum obat itu!" Jawab Carina.
Deg.
"Apa jangan-jangan Carina sudah sembuh makanya dia bisa berpikir seperti itu?!" Dokter Tom kembali bergumam dalam hatinya.
"Sial kalau begitu!! Aku jadi tidak bisa melepas rinduku pada wanita kesayangan ku!" Gerutu dokter Tom masih dalam hatinya.
"Mau mencuci otak Carina agar mau meminum obat itu sekarang juga tidak mungkin karena aku harus membantu Carina memergoki suami-nya." Masih bergumam dalam hati.
"Baiklah. Mari kita tunggu sampai Carina memergoki suaminya dan kembali depresi." Masih bergumam dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu, aku keluar dulu dan bersiaplah." Pamit dokter Tom.
Carina menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Sedangkan dokter Tom keluar dari kamar Carina.
Melihat pintu kamar terbuka, orangtua Carina yang sejak tadi menunggu di ruang televisi langsung berdiri dan menghampiri dokter Tom.
"Bagaimana Carina?" Tanya Mama mertua Rigel.
"Dia sudah lebih baik sekarang Bu."
"Syukurlah." Mama mertua Rigel itupun menghela nafas lega.
"Lalu bagaimana cara menenangkannya? Apa Anda memberinya obat penenang? Kalau iya, tolong resepkan obat penenang yang Anda berikan pada Carina."
__ADS_1
"Tidak Bu, saya tidak memberikan obat apa-apa, bahkan saya tidak menghypnoterapi Carina karena Carina bisa diajak mengobrol dengan baik. Yang di butuhkan Carina sekarang adalah perhatian dari orang-orang sekitarnya." Jawab dokter Tom.
"Dan satu lagi, tolong jangan mengunci Carina di kamar, kalau dia mengamuk cukup dekap dia, elus kepala atau punggungnya dan bisikkan di telinganya kata-kata yang membuat dia tenang, cukup seperti itu."
"Jadi tidak perlu obat lagi?"
"Berikan dia obat kalau dia menunjukkan hal-hal yang akan membahayakan dirinya." Jawab dokter Tom.
"Baik dok." Balas Mama mertua Rigel itu.
"Kalau begitu saya pulang dulu. Ingat pesan saya, jangan kurung Carina seperti tadi lagi." Kata dokter Tom sebelum keluar dari rumah dan di balas dengan anggukkan kepala orang tua Carina.
🍁🍁🍁
Pukul 19.15
Seperti yang di sampaikan dokter Tom tadi sore, orangtua Carina tidak mengurung Carina di kamar.
Dan Carina pun tidak mengamuk-mengamuk seperti beberapa hari terakhir ini, ia menjadi Carina yang baik dan depresi dengan bermain bersama kedua boneka-nya.
Carina menganggukkan kepalanya.
"Bagi resepnya yah Ma, biar nanti kalau Rena dan Reni sekolah, Carina bisa memasakkan masakan itu untuk bekal mereka." Jawab Carina.
"Pasti Sayang." Balas sang Mama seraya mengelus rambut Carina.
Sedangkan sang Papa hanya memperhatikan istri dan anaknya bercengkrama.
Baik Mama dan Papa Carina tidak ada yang curiga dengan perubahan Carina yang drastis. Mereka terlalu percaya dengan apa yang di katakan dokter Tom.
KRIIIING...
__ADS_1
Tiba-tiba saja ponsel Papa mertua Rigel itu berdering dengan sangat keras. Tanda panggilan masuk.
Cepat-cepat Papa mertua Rigel mengambil ponselnya dan melihat nama si pemanggil. Ternyata itu adalah telepon dari orang suruhannya yang ia suruh untuk mencari keberadaan Rigel yang sampai sekarang belum menginjakkan kaki dirumah.
Mama mertua Rigel menoleh ke arah suaminya, begitu pun Papa mertua Rigel, setelah melihat nama si pemanggil, Papa mertua Rigel itu pun melirik ke sang istri. Mata mereka pun saling bertabrakan dan pasangan suami-istri itu pun saling berbicara dengan menggunakan bahasa telepati.
"Aku jawab telepon ini dulu." Izin Papa mertua Rigel itu seraya berdiri dari duduknya dan di balas dengan anggukkan kepala oleh sang istri karena sudah mengerti siapa yang menelpon suaminya.
Melihat bahasa tubuh kedua orangtuanya, Carina yakin pasti yang menelpon itu adalah hendak memberi informasi tentang suaminya. Carina menarik nafas-nya dalam-dalam, ia mencoba mengatur emosinya agar tidak meledak dan tidak di kurung lagi di dalam kamar.
Papa mertua Rigel itu pun berjalan menuju ruang makan untuk menjawab panggilan dari orang suruhannya.
Setelah berada di ruang makan, cepat-cepat Papa mertua Rigel itu menjawab panggilan dari orang suruhannya.
"Ma.."
"Iya Sayang."
"Tolong ambilkan lauk seperti ini lagi yang banyak. Carina suka dengan lauk yang ini." Pinta Carina beralasan.
"Baik Sayang." Sang Mama pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju dapur.
Saat sampai di ruang makan, Mama mertua Rigel itu berhenti sejenak untuk mendengar informasi yang di berikan oleh orang suruhan suaminya.
Tanpa mereka sadari kalau setelah Mama-nya beranjak dari ruang televisi menuju dapur, Carina diam-diam mengekori Mama-nya dan bersembunyi di balik dinding untuk ikut mendengar.
Sekarang Rigel dan selingkuhannya itu sedang ada di studio tembikarnya.
Begitulah kalimat yang keluar dari mulut Papa-nya yang Carina dengar.
Mendapat informasi keberadaan Rigel dan mumpung orangtuanya lengah, Carina pun langsung berlari keluar rumah.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...