
🍁 Happy Reading 🍁
Keesokan paginya.
Pukul 08.00
KRIIING... KRIIING... KRIIING.
Nada dering di ponsel Rigel yang sangat kencang berhasil membangunkan Rigel dan Aluna yang masih tertidur dengan berpelukan.
"Eugh..." Lenguh keduanya seraya mengerjapkan mata mereka.
Rigel melepaskan pelukannya dari tubuh Aluna lalu meraba nakas yang ada di sebelahnya untuk mengambil ponsel.
Mbak Asri. Begitulah nama yang tertera di layar ponsel.
Melihat nama asisten rumah tangganya, sontak Rigel langsung terduduk.
"Mati aku!!!" Umpat Rigel pada dirinya sendiri.
"Kenapa Mas?" Tanya Aluna.
"Ssst." Rigel tak menjawab, ia malah menyuruh Aluna diam dengan meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya.
Rigel pun menggeser tombol hijau.
"Halo Mbak." Jawab Rigel.
__ADS_1
"Pak, Pak Rigel dimana? Bapak jadi kan nganter Bu Carina berobat?" Tanya Mbak Asri dengan suara yang panik.
"Iya Mbak jadi."
"Cepetan dateng Pak, Bu Melly udah ngamuk-ngamuk, Pak Dion juga muka-nya udah sangar banget pas mereka tahu Pak Rigel gak pulang tadi malem." Ucap Mbak Asri.
"Iya Mbak, sebentar lagi saya pulang." Jawab Rigel.
Tanpa menunggu jawaban dari Mbak Asri lagi, Rigel langsung mengakhiri panggilan teleponnya dengan Mbak Asri.
"Kenapa Mas?" Tanya Aluna yang penasaran begitu Rigel selesai menerima telepon.
"Aku lupa kalau hari ini aku harus nganter Carina terapi." Jawab Rigel seraya menyibakkan selimutnya dan menurunkan kaki-nya ke lantai.
"Jadi Mas Rigel mau pulang sekarang?" Tanya Aluna dan di balas dengan anggukan kepala Rigel.
Ada rasa kecewa dalam hatinya karena laki-laki yang telah mengambil keperawanannya itu ingin segera pulang setelah percintaan panas mereka semalam.
Rigel pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaannya dengan Aluna semalam. Tak lama Rigel pun keluar dari dalam kamar mandi lalu memunguti pakaiannya yang masih teronggok di lantai dan memakainya satu persatu.
"Kamu jangan kemana-mana yah, nanti selesai aku menemani Carina terapi, aku balik lagi kesini." Ucap Rigel seraya memakai pakaiannya.
"Tapi aku kan ada mata kuliah nanti jam sebelas Mas." Lirih Aluna.
"Gak usah masuk kuliah dulu, titip absen aja sama Jessy atau gak izin bilang aja sakit, nanti aku yang urus surat sakitnya." Balas Rigel.
"Tapi Mas.."
__ADS_1
"Gak ada tapi-tapian! Memangnya kamu gak capek apa setelah pertempuran tiga ronde semalam? Kamu pasti capek, ngantuk dan pasti bagian intim kamu sakit, jadi dari pada nanti temen-temen kamu curiga, mending kamu istirahat aja dulu hari ini kalau perlu sampai besok." Potong Rigel yang tahu kalau Aluna ingin bersikeras berangkat kuliah.
"Ya udah deh." Lirih Aluna pelan.
Setelah merapihkan penampilannya, Rigel pun menghampiri Aluna dan duduk di pinggir ranjang.
"Pokoknya kamu jangan kemana-mana, nanti aku balik lagi kesini. Aku masih mau melanjutkan percintaan kita yang semalam." Ucap Rigel seraya menangkup wajah Aluna dengan kedua tangannya.
"Hish.. Mas Rigel, memangnya tiga ronde semalam belum cukup?" Protes Aluna.
Rigel menggeleng.
"Tubuh mu udah berhasil buat aku kecanduan Lun, jadi kamu harus tanggung jawab untuk memenuhi rasa canduku." Balas Rigel.
"Ya sudah aku pulang dulu yah." Pamit Rigel seraya mengeluarkan dompet dari saku celana-nya.
Rigel pun membuka dompetnya lalu mengambil kartu debit berwarna gold dari dalam dompetnya.
"Ini pakailah untuk membeli sarapan." Ucap Rigel seraya memberikan kartu gold itu pada Aluna.
Aluna pun menerima kartu itu.
Cup. Satu kecupan mendarat di kening Aluna.
"Aku pergi." Pamit Rigel sekali lagi.
Rigel pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar hotel itu meninggalkan Aluna yang matanya tak henti menatap punggung Rigel hingga punggung lebar itu keluar dari kamar hotel.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...