Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 59


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Studio Tembikar.


"Huh... Hampir saja." Aluna bernafas lega setelah selesai berteleponan dengan Jessy.


"Untung saja Jessy tidak ngotot mau menginap di apartemen ku." Gumam-nya lagi.


"Siapa yang mau menginap di apartemen mu?" Tiba-tiba suara bariton Rigel dari arah belakang Aluna.


Aluna pun menoleh ke belakang.


"Kamu dari tadi disitu Mas?" Tanya Aluna.


"Orang nanya malah balik nanya." Jawab Rigel.


"Jessy Mas yang mau menginap di apartemen ku. Katanya orangtuanya tidak ada dirumah jadi dia mau menginap di apartemen ku." Aluna menjawab pertanyaan Rigel.


"Oh..." Balas Rigel.


"Ini sate pesanan mu dan ini testpack-nya. Aku beli tiga testpack biar hasilnya akurat." Ucap Rigel seraya menyodorkan dua kantong plastik pada Aluna. Satu berisi sate pesanan Aluna dan satu berisi testpack.


Aluna pun membuka kantong plastik yang berisi sate terlebih dahulu.


"Mas Rigel udah makan? Makan bareng yuk." Ajak Aluna.


"Aku udah makan tadi dirumah, kamu habisin aja sendiri sate-nya." Jawab Rigel.


"Bener? Gak nyesel?"


"Iya Sayang. Aku ke bawah dulu yah." Pamit Rigel. Ia ingin melepaskan rasa lelahnya dengan membuat tembikar.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Lima belas menit kemudian.


Setelah selesai menyantap sate, Aluna pun mengambil testpack yang ada di kantong plastik yang satunya lagi lalu berjalan ke kamar mandi.


Tak lupa ia memanjatkan doa sebelum ia melakukan test mandiri agar hasilnya negatif.


Aluna pun menampung air seni-nya di wadah lalu mencelupkan tiga testpack sekaligus ke dalam wadah yang berisi air seni-nya itu.


Menunggu hasil keluar, Aluna jalan mondar-mandir di depan wastafel sambil mengucapkan negatif, negatif, negatif, garis satu, garis satu, please garis satu.


Tapi ternyata doa yang ia panjatkan tidak terkabul, hasil yang keluar adalah dua garis merah.


Mata Aluna membulat sempurna, mulutnya menganga lebar melihat hasil garis dua yang sangat kentara.


Bagaimana dua garis merah itu tidak terang kalau kehamilan Aluna sudah masuk empat bulan.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terketuk.


"Lun.. Aluna... Kamu ngapain di dalam?" Tanya Rigel.


Meski takut tapi Aluna tetap harus memberitahu Rigel, karena anak yang ada dalam perutnya adalah anak Rigel.


Aluna menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum membuka pintu.


Ceklek.


"Kamu ngapain sih di dalam?" Tanya Rigel lagi.

__ADS_1


"Aku habis ngetest Mas." Jawab Aluna dengan nada suara lemah.


"Terus gimana hasilnya? Negatif kan?" Tanya Rigel penuh percaya diri.


"Ada disitu hasilnya. Mas lihat aja sendiri." Jawab Aluna seraya menunjuk wadah yang ia letakkan di wastafel lalu keluar dari kamar mandi sedangkan Rigel masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat hasil testpack.


Mata Rigel membulat saat melihat garis dua yang sangat tebal di tiga testpack. Jika dulu saat Carina hamil anak kembar mereka, reaksi Rigel sangat senang, kali ini ia malah kaget, tubuhnya melemas, kaki-nya gemetaran.


"Gak mungkin!! Pasti testpack ini salah!!" Ucap Rigel menolak percaya.


Rigel pun mengambil tiga bungkus testpack itu untuk melihat tanggal kadarluarsa-nya.


"Aaargh..." Teriak Rigel seraya melempar tiga bungkus testpack itu karena tanggal kadarluarsa-nya masih sangat lama.


Dengan nafas yang memburu, Rigel keluar dari kamar mandi dan menghampiri Aluna yang duduk di tepi ranjang. Bukan hanya Rigel saja yang shock, Aluna juga shock.


"Kamu gak minum pil kb-nya yah? Kok bisa sampe hamil?!" Tanya Rigel dengan nada yang meninggi.


Bukannya menjawab, Aluna malah menangis.


Melihat Aluna menangis, Rigel berjalan ke arah lemari dan menendang keras pintu lemari untuk meluapkan emosinya.


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Berkali-kali Rigel menendang pintu lemari. Untung saja pintu itu terbuat dari kayu jati asli, kalau tidak sudah pasti pintu lemari itu akan jebol karena tendangan Rigel.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2