
🍁 Happy Reading 🍁
"Tidak!! Tidak!! Tidak boleh!!! Itu tidak boleh terjadi!! Tidak boleh ada satu wanita pun yang mengandung anak mu!! Hanya aku yang boleh mengandung anak mu!!!" Ucap Carina mulai dari suara yang sangat lirih sampai akhirnya histeris.
Carina pun berjalan dengan langkah panjangnya menghampiri Aluna yang berdiri di belakang Rigel.
"Sini kau wanita ja*lang!!!!" Teriak Carina.
Melihat Carina berjalan ke arahnya dan tahu akan bertindak kasar pada Aluna, Rigel pun pasang badan untuk Aluna.
Sedangkan dokter Tom, sekedar formalitas dia juga mengikuti Carina.
"Minggir Rigel, biar ku beri pelajaran ja*lang ini!!" Teriak Carina sambil tangannya meraih Aluna yang berdiri di belakang Rigel.
"Hentikan Carina, hentikan!!" Balas Rigel tak kalah berteriak sambil terus menghalangi Carina menggapai Aluna.
"Carina tenangkan diri mu, semua bisa di bicarakan baik-baik." Ucap dokter Tom.
"Tidak ada yang bisa di bicarakan baik-baik!! Aku harus menghabisi wanita itu!!! Hanya aku yang boleh mengandung anak Rigel!!" Balas Carina.
Carina terus berusaha menggapai Aluna, sedangkan Rigel terus berusaha melindungi Aluna.
"Aluna, pergi ke kamar mandi!! Biar aku urus Carina." Perintah Rigel karena Carina semakin histeris.
Aluna pun memutar tubuhnya dan cepat-cepat berjalan menuju kamar mandi.
Sangking terburu-buru, Aluna sampai menyenggol teko yang berisi air panas, teko itu pun jatuh dan air-nya tumpah mengenai kaki Aluna.
"Aaaarrrgh..." Teriak Aluna kepanasan.
__ADS_1
Sontak Rigel menoleh kebelakang dan melihat Aluna sudah duduk di lantai sambil kesakitan.
"Aluna..." Pekik Rigel seraya menghampiri Aluna.
Dan itu menjadi kesempatan Carina juta menghampiri Aluna karena Rigel tidak melihat, maka dokter Tom juga melepaskan tangannya yang sejak tadi juga menahan Carina dan membiarkan Carina mendekati Aluna.
Carina pun langsung menarik rambut Aluna sampai Aluna terhuyung ke belakang.
"Aaaakkkh..." Teriak Aluna saat Carina menarik rambutnya.
Gerakan Carina terlalu cepat, membuat Rigel yang sedang panik dan baru mau menggendong Aluna kecolongan dan gagal melindungi Aluna agar tak tersentuh Carina.
"Carina lepas, lepaskan!!! Aluna sedang hamil Carina!!!" Teriak Rigel.
"Aku tidak akan melepaskan ja*lang ini!! Aku akan membuat dia merasakan apa yang aku rasakan, aku akan membuat dia kehilangan anak-nya. Aku yakin setelah itu kamu juga akan meninggalkan ja*lang ini!!" Jawab Carina.
PLAAAAK...
Bunyi tamparan yang sangat keras.
Melihat wanita-nya ditampar, jelas saja dokter Tom tidak terima.
Dokter Tom mendekati Rigel lalu mendaratkan bogem mentah di wajah Rigel.
"Hei!! Kenapa kau meninju ku?!" Teriak Rigel.
"Itu balasan karena kau sudah menampar wanita ku!!" Dokter Tom tidak sadar menyebutkan Carina sebagai wanita-nya.
"Apa maksudmu dengan Carina adalah wanita mu?" Tanya Rigel sambil mengernyitkan kening-nya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Rigel, dokter Tom menjadi sadar dengan yang barusan ia katakan.
"Mmm.. me-mang-nya saya bicara seperti itu?" Dokter Tom malah bertanya balik dengan suara yang bergetar.
Tiba-tiba...
"Jangan bergerak!! Angkat tangan!!" Perintah seorang polisi sambil mengarahkan senjata api ke arah dokter Tom.
Sontak Rigel, Aluna, Carina dan dokter Tom menoleh ke arah sumber suara sambil mengangkat tangan mereka.
"Dokter Tommy, Anda kami tangkap atas tuduhan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan tuduhan pelecehan sek*sual pada pasien Anda." Ucap salah seorang polisi sambil berjalan mendekati dokter Tom.
Tahu dokter Tom yang hendak di tangkap, Rigel, Aluna dan Carina pun perlahan menurunkan tangan mereka.
"Apa maksud Bapak? Buktinya mana kalau saya melakukan itu?" Tanya dokter Tom.
"Saya punya semua bukti-nya dokter!!" Jawab salah satu perawat yang bekerja di klinik dokter Tom tiba-tiba dari belakang dokter Tom.
Ternyata bukan hanya pada Carina saja dokter Tom melakukan pelecehan, tepatnya ada tiga orang wanita lain yang dokter Tom lecehkan di ruang hypnoterapi-nya namun hanya pada Carina saja dokter Tom melakukan itu berulang-ulang.
Dan salah satu dari tiga wanita itu adalah adik dari si perawat itu. Niat awal adik si perawat itu datang ke klinik dokter Tom hanya untuk berkonsultasi karena sebentar lagi dirinya akan ujian meja hijau, tiap malam adik si perawat tidak bisa tidur karena gugup memikirkan ujian meja hijau. Tapi pulang dari klinik dokter Tom, adik si perawat malah terlihat seperti orang linglung.
Si perawat yang penasaran akhirnya penasaran dan mulai mencari tahu apa yang sebenarnya di lakukan dokter Tom di dalam ruang hypnoterapi yang tidak boleh di masuki orang lain itu. Dan di dapatlah sebuah video dari laptop dokter Tom yang sepertinya lupa dokter Tom simpan karena terlihat pergi terburu-buru tadi sore.
Di laptop itu, si perawat pun menemukan video dimana dokter Tom melecehkan empat pasien wanita, dua diantaranya adalah Carina dan adik si perawat itu.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1