
🍁 Happy Reading 🍁
Dua tahun berlalu.
Dua tahun sudah berlalu, kondisi mental Carina sudah jauh lebih baik dari pertama kali dirinya datang berobat di tempat praktek dokter Rania, kakak Robby.
Tempat rehabilitasi obat-obatan terlarang juga sudah menyatakan kalau Carina sudah bersih dari obat-obatan terlarang. Terlihat dari wajah Carina yang nampak lebih segar dan tubuh yang berisi dan yang terpenting Carina tidak lagi berhalusinasi tentang anak kembarnya.
Bahkan boneka Renita dan Renata juga sudah Carina simpan rapat-rapat dalam box dan dimasukkan ke dalam gudang.
Semenjak di nyatakan sembuh, Carina kembali ke negaranya hanya saja dia memilih untuk tidak tinggal di kota besar ataupun tinggal di kota Y, bersama orangtuanya.
Carina memilih untuk tinggal di kota B, dimana kota itu memiliki pantai yang indah.
Dengan hasil penjualan harta gono-gini'nya dengan Rigel, Carina memulai hidup baru di kota B, ia mencicil apartemen yang ukurannya tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil untuk tempat tinggalnya dan satu unit motor matic untuk Carina pakai berangkat bekerja.
Dengan latar pendidikan Carina yang adalah akuntan, Carina pun melamar menjadi manager di kafe terbesar di kota B itu.
Sebenarnya Carina ingin melamar bekerja di bank swasta, namun karena umur Carina yang sudah melewati batas maksimal, mau tidak mau Carina mencari pekerjaan yang bisa menerima dirinya dengan umurnya yang kini sudah tiga puluh lima tahun.
Tapi bagi Carina mau bekerja di bank atau menjadi manager kafe itu tidak jadi masalah yang penting dirinya mempunyai kegiatan dan penghasilan sendiri.
🍁🍁🍁
Moon & Stars Cafe.
Pukul 21.00
Tok.. tok.. tok..
Pintu ruang kerja Carina terketuk.
"Masuk." Jawab Carina dari dalam ruang kerja-nya.
Ceklek.
__ADS_1
Pintu terbuka.
Carina yang sedang fokus dengan laporan keuangan kafe dalam satu bulan langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Ya, Della, ada apa?" Tanya Carina saat melihat salah satu karyawan kafe yang membuka pintu ruang kerjanya.
"Ada yang mencari Ibu." Jawab Della.
"Siapa? Pelanggan?" Tanya Carina.
Della menggeleng.
"Namanya Pak Robby, Bu." Kata Della.
Della tidak mengenal Robby, maklum saja, Carina baru bekerja di kafe itu satu bulan.
"Oh.. suruh dia ke ruangan saya." Jawab Carina.
"Baik Bu." Jawab Della.
Lima menit kemudian.
Ceklek.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, pintu ruang kerja Carina terbuka. Carina pun kembali mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Boleh masuk?" Tanya Robby seraya menyembulkan kepalanya di pintu lalu masuk ke dalam ruang kerja Carina dan tak lupa menutup pintu ruang kerja itu.
Carina tersenyum tipis melihat tingkah Robby.
"Kalau aku jawab gak boleh gimana?" Jawab Carina.
"Kalau begitu, kamu yang aku seret keluar. Gampang kan?" Balas Robby.
"Pemaksa!" Celetuk Carina.
__ADS_1
"Apa kafe ini mempekerjakan karyawannya lebih dari delapan jam?" Tanya Robby seraya mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di depan meja kerja Carina. Kini Carina dan Robby duduk berhadapan dengan meja kerja yang menghalangi mereka.
Carina menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu belum pulang dan masih berkutat dengan angka-angka yang ada di kertas itu?" Tanya Robby seraya menunjuk kertas-kertas laporan keuangan yang ada di meja kerja Carina dengan dagu-nya.
"Ini kan akhir bulan Rob, jadi aku harus membuat laporan keuangan bulanan untuk aku laporkan pada atasan ku." Jawab Carina.
"Tapi ini sudah jam sembilan lewat Carina. Kamu tidak ingat pesan psikiater mu? Atau kamu mau aku laporkan pada psikiater mu itu?"
Carina tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya.
"Menyebalkan! Tukang lapor!" Dumel Carina.
"Baiklah, aku selesaikan ini sedikit lagi, baru kita pulang." Ucap Carina.
"Sepuluh menit lagi." Balas Robby.
"Setengah jam lagi." Balas Carina.
"No!! Sepuluh menit lagi." Balas Robby.
"Lima belas menit lagi, please." Mohon Carina dengan wajah memelasnya.
Robby menghela nafasnya kasar.
"Baiklah. Cepat selesaikan pekerjaan mu. Aku tunggu di luar, kalau dalam lima belas menit kamu tidak keluar, maka aku akan langsung menyeret mu keluar." Kata Robby mengalah.
Robby pun berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja Carina untuk memberikan ruang pada Carina menyelesaikan pekerjaannya.
Carina dan Robby, sudah dua tahun mereka sangat dekat, tapi hubungan mereka belum ada peningkatan, mereka masih sebatas teman. Robby belum juga mengungkapkan isi hatinya pada Carina.
Ia takut hubungannya dengan Carina merenggang jika dirinya mengungkapkan isi hatinya pada Carina.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...