
🍁 Happy Reading 🍁
"Kamu masih minum pil kb-nya kan tiap hari?" Tanya Rigel.
Aluna menganggukkan kepalanya lemah. Ia berbohong. Karena sudah empat bulan sejak ia lupa minum pil kb malam itu, ia tak lagi meminum pil kb dan hanya mengkonsumsi nanas muda atau meminum soda sebanyak-banyaknya setelah bercinta dengan Rigel.
"Kalau masih minum pil kb-nya apa yang harus di khawatirkan?! Tapi kalau kamu masih penasaran kamu tuh hamil apa gak, nanti aku beli testpack. Nanti malam kamu datang ke studio, kita cek bareng-bareng." Ucap Rigel dan di balas dengan anggukkan oleh Aluna.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai dari Rigel menarik tangan Aluna masuk ke toilet pria bahkan suara nafas yang memburu dari dalam bilik toilet pun orang itu bisa mendengar jelas dari depan pintu toilet.
"Apa Pak Rigel dan Aluna ada something spesial? Kalau memang benar, berarti bau parfum wanita yang ada di jaket ku waktu itu, itu parfum Aluna? Pantas saja bau-nya sangat familiar di hidung ku." Gumam Joey.
Yups, orang yang tak sengaja melihat Rigel dan Aluna itu adalah Joey.
Gara-gara ia melihat Rigel menarik tangan Aluna masuk ke dalam toilet pria, Joey yang penasaran pun mengendap-endap berjalan ke toilet pria. Dirinya memang tidak sampai masuk ke dalam toilet tapi baru di depan pintu saja, Joey bisa mendengar suara desauan yang tertahan dan nafas yang memburu yang saling bersahut-sahutan dan satu lagi, suara tepukan daging ciri khas orang yang bercinta.
Joey tidak bodoh, ia tahu apa yang sedang Rigel dan Aluna lakukan.
🍁🍁🍁
Pentas seni hari pertama pun berakhir.
Aluna dan Jessy pun keluar dari dalam aula dan berjalan menuju parkiran.
"Aku jalan kaki aja deh Jes, sekalian olah raga. Mungkin aku kurang olahraga makanya badan aku jadi melar gini." Ucap Aluna saat Jessy menawarkan diri untuk mengantar Aluna.
Sebenarnya itu hanya alasan Aluna saja, karena sebenarnya dia bukan ingin pulang ke apartemennya melainkan ingin langsung ke studio Rigel.
"Beneran?" Tanya Jessy.
__ADS_1
"Iya." Jawab Aluna.
"Ya udah. Hati-hati yah." Balas Jessy.
Aluna pun berjalan lurus menuju gerbang keluar sedangkan Jessy berbelok menuju parkiran mobil tempat ia memarkirkan mobilnya.
"Jess..." Panggil seseorang saat Jessy hendak membuka pintu mobilnya.
Jessy pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
"Joey." Lirih Jessy.
Sejak penolakan Joey waktu itu, Jessy dan Joey tidak lagi akrab. Meski kadang-kadang masih saling bertegur sapa itupun hanya sekedarnya saja.
Joey berlari kecil menghampiri Jessy.
"Bisa minta waktu kamu bentar? Ada yang pengen aku omongin." Ucap Joey dengan nafas yang terengah-engah.
"Bisa. Mau ngomong apa?"
"Kita ngomong di dalam mobil kamu aja yah. Soalnya apa yang mau aku omongin ini agak sensitif."
Mendengar kata-kata Joey, Jessy berusaha untuk tidak baper lagi seperti sebelum Joey menolaknya.
"Ya udah. Ayo masuk " ucap Jessy.
Joey pun masuk ke dalam mobil Jessy dan duduk di kursi penumpang bagian depan. Sedangkan Jessy duduk di kursi kemudi.
"Hal sensitif apa yang mau kamu bicarain?" Tanya Jessy.
__ADS_1
"Ini tentang Aluna." Jawab Joey.
"Aluna kenapa?" Tanya Jessy penasaran.
"Kamu tahu gak kalau Aluna sedang dekat dengan siapa?"
Jessy menggelengkan kepalanya.
"Setau aku dia gak dekat sama siapa-siapa. Dia jomblo akut, sama kayak aku." Jawab Jessy.
"Yakin?"
"Iya yakin. Memangnya kenapa sih?"
"Jess, ada hal penting yang harus aku kasih tahu ke kamu, tapi ini masih dugaan aku aja dan aku harap sebagai temen dekat Aluna, kamu bisa membantu mengingatkan Aluna."
"Kamu mau ngomong apa sih Joey, yang jelas ah kalau ngomong!! Bikin aku khawatir aja!! Memangnya Aluna kenapa sampe-sampe aku harus mengingatkannya?" Jessy mulai panik.
"Jess, aku curiga kalau Aluna sedang menjalin hubungan terlarang dengan Pak Rigel."
Duar..
Bagai petir di siang bolong. Jessy kaget bukan main saat mendengar dugaan Joey.
Maafkan aku Aluna harus mengatakan ini pada Jessy, karena aku tidak mau kamu sampai lebih dalam terjerumus dalam hubungan terlarang dengan Pak Rigel. Sebagai sahabat mu Jessy harus tahu dan bisa mengingatkan mu. gumam Joey dalam hatinya.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1