Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 65


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Mobil Rigel.


"Mas..." Panggil Aluna pada Rigel yang sedang konsentrasi menyetir.


Tidak sepenuhnya ia konsentrasi karena tiga puluh persen otaknya sedang memikirkan tentang hubungannya dengan Aluna.


"Mas..." Panggil Aluna sekali lagi karena Rigel tak menjawab.


"Iya Sayang kenapa?" Tanya Rigel seraya melirik sesaat Aluna.


"Kita nginep di studio yah Mas malam ini." Ajak Aluna.


"Gak bisa Sayang, kan semalam aku udah gak pulang ke rumah. Nanti kalau aku gak pulang lagi malam ini dan mertua aku tahu terus mereka tiba-tiba datang ke kota ini, kan bisa bahaya." Tolak Rigel. Rigel masih belum tahu kalau mertuanya memang sudah berada di rumahnya sekarang.


"Loh, memangnya Mas Rigel belum mau jujur ke mertua Mas Rigel? Aku udah hamil loh Mas, udah empat bulan, perut aku sebentar lagi besar, apalagi aku hamil anak kembar, pasti satu atau dua minggu lagi perut aku kelihatan. Mau sampe kapan kita nutupin hubungan kita?!" Aluna mulai emosi.


"Bukan gak mau jujur Sayang, tapi aku belum punya kata-kata yang tepat untuk ngomong sama mertua aku." Balas Rigel.


"Ah udah lah, bilang aja Mas Rigel memang gak mau tanggung jawab!! Kita akhiri aja hubungan ini, Mas Rigel gak bisa tegas!!" Kesal Aluna.


Mendengar Aluna mengatakan ingin mengakhiri hubungan mereka Rigel pun langsung emosi.


Rigel pun melajukan mobilnya mencari tempat sepi.

__ADS_1


Dan di dapatlah tempat sepi dan gelap di depan gudang kosong.


"Mas Rigel mau ngapain bawa aku kesini?" Tanya Aluna sedikit takut. Yang ada di pikiran Aluna, Rigel ingin menghabisi nyawa-nya seperti yang ada di berita-berita karena tidak mau tanggung jawab.


"Tadi kamu ngomong apa? Mau mengakhiri hubungan kita? Kamu inget gak apa yang aku bilang ke kamu kemaren? Jangan pernah mengulang kata-kata itu!! Tapi kenapa kamu mengulang kata-kata itu lagi Aluna!!!" Ucap Rigel dengan nada meninggi di akhir kalimatnya.


Mendapat bentakan dari Rigel, Aluna yang menjadi sangat sensitif karena hormon ibu hamil pun langsung terisak.


Melihat Aluna menangis, Rigel pun jadi merasa bersalah.


Ia pun menarik tubuh Aluna ke dalam pelukannya.


"Maaf Sayang, maaf. Aku tidak bermaksud membentak mu seperti itu, emosi ku terpancing karena kata-kata mu yang ingin mengakhiri hubungan kita." Ucap Rigel seraya mengelus rambut Aluna.


Setelah Aluna lebih tenang, barulah Rigel menjauhkan tubuh Aluna.


"Tapi sampai kapan Mas? perut ku akan membesar."


"Tidak akan lama Sayang. Nanti setelah aku memberitahu mertua ku, kita akan segera menikah, tidak peduli mau mereka setuju atau tidak." Ucap Rigel.


"Kalau orang tua Mas sendiri gimana?"


"Aku yakin Bapak dan Ibu ku pasti merestui hubungan kita dan menyetujui kalau aku menikah dengan mu." Jawab Rigel.


"Mmm... Bagaimana kalau lusa kita berangkat ke rumah orangtua ku? aku ingin memperkenalkan mu pada mereka."

__ADS_1


"Aku mau Mas, mau banget." Jawab Aluna bersemangat.


"Bagaimana kalau besok saja sehabis pameran. Kan besok hari terakhir pameran." Ajak Aluna tidak sabaran.


"Jangan Sayang, rumah orangtua ku sangat jauh dan di pelosok, butuh waktu lima-enam jam kesana. Ditambah jalanan yang tidak mulus, kalau kita pergi besok sudah pasti kamu kelelahan dan itu sangat tidak bagus untuk si kembar. Dan aku juga pastinya sudah lelah, dengan kondisi tubuh yang lelah, perjalanan yang jauh dan jalanan yang tidak mulus, akan sangat berbahaya kalau kita paksakan pergi kesana besok. Jadi lusa pagi saja kita pergi kesana, oke." Jawab Rigel memberi pengertian pada Aluna.


Dan untungnya Aluna mengerti dengan penjelasan Rigel. Aluna pun menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, kita pulang sekarang." Ucap Rigel lalu memasangkan kembali sabuk pengaman yang sempat Rigel lepas tadi saat memeluk Aluna.


Saat Rigel sedang memasangkan sabuk pengaman untuk-nya, entah kenapa harum maskulin tubuh Rigel membuat hasrat Aluna bergelora.


"Ummm... Mas.." lirih Aluna.


"Iya Sayang." Jawab Rigel seraya melihat wajah Aluna.


"Mmmm.." Aluna ragu ingin mengatakan pada Rigel apa yang sangat ia inginkan saat ini.


"Kenapa Sayang? Kamu sakit? Kok wajah kamu merah gitu?" Tanya Rigel seraya mengelus pipi Aluna dengan jarak wajah yang hanya berjarak satu jengkal.


Melihat wajah Rigel yang sangat dekat dengannya, hasrat Aluna semakin menggila.


Tanpa perlu berkata-kata lagi, Aluna langsung menarik tengkuk Rigel dan mencium bibir lelaki-nya itu dengan sangat rakus.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2