
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 18.30
"Kamu mau pergi lagi?" Tanya Carina dari tempat tidur yang sedang bermain dengan dua boneka-nya saat melihat Rigel keluar dari ruang ganti dengan setelan jas berwarna hitam menuju meja rias.
"Mmm.." jawab Rigel sambil mengoleskan pomade ke rambutnya.
"Baru pulang sudah mau pergi lagi." Lirih Carina sambil memanyunkan bibirnya.
Melihat respon Carina dari pantulan cermin, Rigel pun menghampiri Carina di tempat tidur dan duduk di tepi ranjang.
"Aku pulang kok Sayang, aku hanya pergi ke acara pameran perdana sesama seniman, bukan ke luar kota." Ucap Rigel sambil mengelus rambut Carina.
"Aku sih mengerti, tapi Renata dan Renita... Bagaimana kalau mereka mencari mu?" Balas Carina sambil melihat dua boneka-nya yang Carina sandarkan di sandaran ranjang.
Rigel menghela nafasnya kasar lalu mendekati dua boneka itu.
"Rena, Reni, Papa pergi dulu yah, sebentar aja. Jangan rewel yah, kalian kan anak-anak baik, kasihan Mama kalau kalian rewel. Oke." Rigel merayu dua boneka itu seolah-olah boneka itu adalah anak-anak'nya.
"Baik Papa." Rigel membalas sendiri nasehatnya untuk dua boneka itu dengan suara yang ia buat seperti anak kecil.
"Tuh dengar sendiri kan, Renata dan Renita tidak akan rewel malam ini. Jadi kamu bisa tidur nyenyak malam ini." Ucap Rigel pada Carina dan di balas dengan senyuman yang merekah di pipi Carina.
__ADS_1
Rigel pun berdiri dari duduknya dan kembali berjalan menuju meja rias untuk melanjutkan memberi pomade ke rambutnya.
Setelah selesai, Rigel pun mendekati Carina dan berpamitan dengan Carina dan boneka Renata-Renita. Tak lupa satu kecupan singkat Rigel daratkan di kening Carina dan dua boneka-nya, setelah itu Rigel pun keluar dari dalam kamar.
"Mau kemana kamu?" Tanya Mama mertua Rigel begitu melihat Rigel keluar kamar, kebetulan Mama mertua Rigel hendak ke kamar Rigel-Carina untuk memberi makan Carina.
"Mau ke acara pembukaan pameran rekan seniman Ma." Jawab Rigel.
"Jam berapa pulang?" Tanya Mama mertua Rigel lagi dengan tatapan mengintimidasi.
"Kurang tahu juga Ma, yang pasti selesai acaranya tengah malam." Jawab Rigel.
"Sama temen aja bisa berlama-lama. Giliran nemenin istri di rumah, baru satu jam udah bosen!" Sindir Mama mertua Rigel.
"Rigel pergi dulu yah Ma. Tolong sampaikan sama Papa kalau Rigel pergi." Pamit Rigel. Lebih baik ia cepat-cepat pergi dari pada harus mendengar kata-kata tajam Mama mertuanya itu.
Setelah Rigel pergi, Mama mertua Rigel juga lanjut masuk ke dalam kamar Rigel-Carina.
🍁🍁🍁
Studio Tembikar.
Kini mobil yang Rigel kendarai sudah sampai di depan studio tembikar-nya untuk menjemput Aluna yang sudah tinggal di studio tembikar-nya di lantai tiga.
__ADS_1
Rigel tidak turun dari dalam mobil, ia malah mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Aluna untuk memberitahu Aluna kalau ia sudah berada di depan studio.
Namun sampai dua kali Rigel menghubungi Aluna, yang di hubungi tak kunjung menjawab panggilannya.
"Kok gak di jawab-jawab. Jangan-jangan Luna belum bersiap-siap!" Gumam Rigel dalam hati.
Rigel pun memutuskan untuk turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam studio.
"Lun... Aluna..." Panggil Rigel seraya menapaki anak tangga menuju lantai tiga dimana ruang pribadi Rigel berada.
Sesampainya di lantai tiga, Rigel langsung berjalan menuju kamar pribadinya yang sekarang di tempati Aluna.
Rigel memutar handle pintu, tapi ternyata pintu di kunci dari dalam.
Tok.. Tok.. Tok..
"Lun.. Aluna.." panggil Rigel seraya mengetuk pintu kamar.
Ceklek. Pintu kamar terbuka.
Mata Rigel membulat kaget begitu pintu kamar terbuka.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...