Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 46


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Akhirnya Rigel pun berhasil keluar dari dalam Kafe.


Dengan menggunakan jaket kulit berwarna hitam serta tak lupa helm yang tergantung di motor, Rigel pun keluar dari area Kafe dengan menggunakan motor milik Joey.


Rigel tak henti-hentinya tersenyum membayangkan wajah kesal Papa mertuanya jika tahu kalau dirinya telah mengelabuinya.


"Kalau diingat-ingat lagi, kejadian ini persis waktu aku dan Carina masih pacaran dulu. Karena ingin memergoki ku dan Carina yang sedang pacaran, Papa sampai rela membuntuti kami." Gumam Rigel seraya mengendari motor-nya.


Tak sampai lima belas menit, motor yang Rigel kendarai pun tiba juga di area hotel.


Setelah memarkirkan motor dengan benar, Rigel pun berjalan memasuki gedung hotel dengan langkah yang terburu-buru karena saat ini Aluna pasti sudah sangat marah pada-nya.


🍁🍁🍁


Ting Tong Ting Tong. Rigel menekan bel unit kamar hotel dimana Aluna masih ada disana.

__ADS_1


Ceklek. Tak lama pintu pun terbuka.


Dengan wajah cemberut Aluna membuka pintu kamar hotel.


Tanpa mengucap kata maaf atau apapun itu, Rigel langsung masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu itu dengan kasar.


Setelah pintu tertutup, tanpa Aluna duga, Rigel langsung menggendong Aluna seperi karung beras.


"Aaargh.. Mas Rigel turunin!!!" Pekik Aluna sambil memukul-mukul punggung Rigel. Tapi sayangnya Rigel sama sekali tidak memperdulikan rontaan Aluna. Rigel terus berjalan menuju sofa.


Sesampainya di sofa, Rigel pun mendaratkan bokongnya dan mendudukkan Aluna diatas pangkuannya.


"Maaf Sayang, tadi aku kan bilang kalau dirumah lagi ada mertua aku, jadi aku harus curi-curi kesempatan untuk bisa keluar." Jawab Rigel seraya menyelipkan helaian-helaian rambut Aluna yang menutupi wajahnya.


"Terus gimana caranya Mas Rigel sekarang bisa keluar dari rumah?"


"Ya aku bilang aja, aku mau ketemuan sama temen aku yang baru datang dari Spanyol." Jawab Rigel.

__ADS_1


"Maaf yah Mas, gara-gara aku..."


"Ssst... Kamu gak salah Luna, hubungan kita juga gak salah. Hanya waktu kita berhubungan saja yang tidak tepat." Potong Rigel yang tidak mau mendengar kata-kata merasa bersalah keluar dari mulut Aluna.


"Aku janji setelah kamu wisuda, aku akan menikahi kamu. Karena kalau menunggu Carina bisa diajak bicara dari hati ke hati rasanya itu tidak akan mungkin." Ucap Rigel.


"Lalu bagaimana kalau Mbak Carina sembuh sebelum aku wisuda?" Tanya Aluna.


"Rasanya itu tidak mungkin Aluna karena saat terapi tadi saja, di alam bawah sadar Carina saja, ia masih mengira anak kembar kami masih hidup. Sepertinya ia memotong sendiri ingatannya pada bagian dimana anak kembar kami meninggal." Jawab Rigel.


"Sedangkan untuk penyakit gangguan mental obatnya hanya satu, yaitu dari dalam dirinya sendiri. Apa orang itu mau keluar dari keterpurukan dan menerima kenyataan atau tidak. Pengobatan dan terapi semahal apapun kalau dari dalam diri Carina menolak adanya kenyataan kalau anak kembar kami meninggal, semua itu percuma saja. Dan aku sudah menyerah untuk itu. Daripada hidup ku stuck hanya mengurus Carina yang terus-terusan menolak kenyataan, lebih baik aku melanjutkan hidup ku bersamamu. Tapi aku juga tidak akan meninggalkan Carina dalam keadaan seperti itu, biar bagaimana pun aku pernah berjanji untuk menerima Carina dalam keadaan sehat maupun sakit." Ucap Rigel lagi.


"Kamu tidak keberatan kan Lun, kalau seandainya kita bersama tapi masih ada Carina dalam hidup kita?" Tanya Rigel.


"Iya Mas, aku tidak keberatan." Jawab Aluna. Meski sebenarnya hatinya mengatakan ingin memiliki Rigel seutuhnya.


Tapi apa boleh buat, mendengar Rigel yang tidak tega meninggalkan Carina dalam keadaan sakit, Aluna pun harus ikhlas dengan keputusan Rigel untuk tetap menjadikan Carina istri pertamanya. Lagipula, sekalipun status Carina menjadi istri pertama Rigel, tetap saja saat dirinya menikah dengan Rigel nanti, dirinya lah yang lebih di prioritaskan Rigel karena hanya dirinya lah yang bisa melayani Rigel dan mengisi hari-hari Rigel sedangkan Carina pasti hanya asyik dengan dunia-nya. Kira-kira begitulah yang ada dalam benak Aluna.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2