Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 88


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Rigel!!!!" Teriak Carina saat melihat suaminya sedang menyusu pada wanita lain.


Sontak Rigel pun langsung menjauhkan wajahnya dari dada Aluna dan menurunkan kembali pakaian Aluna dan Aluna langsung berdiri dari pakuan Rigel.


Sangking terbawa arus hasrat yang menggelora, mereka sampai tidak menyadari kedatangan Carina dan dokter Tom.


"Ca-Carina, dokter Tom.." lirih Rigel kaget.


Dengan sigap Rigel langsung menarik Aluna ke belakangnya untuk melindungi Aluna, takut-takut Carina langsung menyerang Aluna.


"Ini yang kamu lakukan selama ini di belakang ku, Rigel? Bisa-bisa'nya yah kamu bercumbu dengan wanita lain disaat aku membutuhkan kamu!!!" Kata Carina dengan nada pelan namun penuh penekanan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, membutuhkan ku? Bukannya selama ini yang kamu yang mengabaikan ku? Kamu selalu asik dengan boneka-boneka mu seolah boneka-boneka mu itu adalah anak-anak kita yang sudah meninggal. Setahun lebih kamu larut dalam kesedihan mu seolah-olah dunia berhenti, seolah-olah hanya kamu yang paling kehilangan atas meninggalnya anak-anak kita! Apa kamu tidak memikirkan ku saat itu? Aku juga sedih Carina atas meninggalnya anak-anak kita!!" Rigel menjeda sebentar kalimatnya untuk menghela nafasnya.


"Kalau aku harus marah, aku sangat marah padamu atas meninggalnya anak-anak kita, karena aku sudah berkali-kali memohon pada mu untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus anak-anak kita, tapi apa? Kamu malah lebih mendengarkan kata-kata orangtua mu yang meminta dirimu untuk terus bekerja dan mempercayakan tumbuh kembang anak kita pada pengasuh. Kenapa? Apa segitu tidak percaya-nya dirimu pada ku kalau aku bisa menafkahi mu dan anak-anak kita waktu itu? Apa kamu tahu Carina, saat kamu lebih memilih mendengarkan orangtua mu daripada mendengarkan kata-kata ku, hati sakit sekali, harga diriku sebagai laki-laki dan seorang suami terinjak-injak, aku merasa kamu tidak percaya pada ku kalau aku bisa menafkahi mu, memberikan mu dan anak-anak kita hidup yang layak!! Tapi aku kubur semua kekecewaan itu demi kebahagiaan mu!" Lanjut Rigel dengan nada yang meninggi.


"Bahkan saat anak-anak kita meninggal pun, aku berusaha untuk tidak menyalahkan mu dan berharap kamu sadar kalau perkataan suami mu lah yang seharusnya aku turuti bukan perkataan orangtua mu. Tapi apa yang aku dapat? Aku malah menjadi tersangka oleh orangtua mu atas meninggalnya anak-anak kita, atas depresinya dirimu! Orangtua mu menyesali keputusan mereka merestui hubungan kita, mereka selalu mengatakan seandainya kamu menikah dengan seorang dokter atau dengan seorang pengusaha atau dengan seorang pejabat, pasti hidup mu tidak akan susah dan kamu harus bekerja membantu perekonomian keluarga kecil kita. Sungguh kata-kata yang sangat menyayat hati ku sebagai seorang laki-laki. Disaat aku harus menahan semua cacian dan tekanan orangtua mu, aku masih harus mengurus dirimu yang depresi dan harus menahan rasa hasrat ku sebagai laki-laki." Kata Rigel lagi.


"Satu tahun lebih aku menunggu mu untuk bangkit dari kesedihan mu, sampai akhirnya aku menemukan Aluna, gadis yang membuatku merasa nyaman, gadis yang mampu membuatku melepaskan beban pikiran ku hanya dengan senyumannya dan gadis yang bisa mengembalikan jati diri ku sebagai seorang laki-laki yang berwibawa. Hidup ku berubah 180° bersama dirinya, aku kembali menemukan diri ku yang dulu saat aku belum bertemu dengan mu dan jatuh cinta pada mu dimana aku harus merelakan harga diri ku sebagai seorang laki-laki terinjak-injak oleh orangtua mu ditambah lagi kamu yang lebih me dengarkan kata-kata orangtua mu daripada aku!" Lanjut Rigel.


"Tapi aku juga membutuhkan mu Rigel. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku janji, mulai sekarang akan lebih mendengarkan kata-kata mu dibanding orangtua ku. Dan aku juga minta maaf kalau selama ini aku larut dalam kesedihan. Jujur, aku juga tidak tahu kenapa aku selalu terpenjara dalam halusinasi itu, rasanya sangat susah keluar dari halusinasi ku itu." Ucap Carina dengan bercucuran airmata.


Dokter Tom yang ada di sebelah Carina hanya melirik Carina sesaat. Siapa lagi pelaku yang sudah membuat Carina selalu terpenjara dalam halusinasinya kalau bukan dokter Tom.


"Maaf Carina, aku tidak bisa. Karena saat ini Aluna sedang hamil anak ku." Jawab Rigel seraya menggenggam tangan Aluna.

__ADS_1


Duaaaar..


Bagai disambar petir di siang bolong, begitulah yang Carina rasakan saat mendengar kehamilan Aluna.


"Tidak!! Tidak!! Tidak boleh!!! Itu tidak boleh terjadi!! Tidak boleh ada satu wanita pun yang mengandung anak mu!! Hanya aku yang boleh mengandung anak mu!!!" Ucap Carina mulai dari suara yang sangat lirih sampai akhirnya histeris.


Dokter Tom tersenyum tipis melihat Carina yang kembali histeris seperti orang gila, karena inilah yang dokter Tom inginkan, melihat Carina semakin depresi karena pengkhianatan suaminya, dan pastinya hati orangtua Carina akan semakin sedih melihat putri bungsu mereka seperti itu.


Jika sudah begitu, barulah dokter Tom akan menyebarkan pada kolega-kolega orangtua Carina tentang depresinya Carina, agar kolega-kolega orang tua Carina memandang keluarga Carina sebelah mata. Begitulah cara dokter Tom membalas penghinaan orangtua Carina pada dirinya dulu.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2