Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 68


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Deg.


Jantung Rigel rasanya mau copot mendengar kata-kata Carina.


"A-apa kamu bilang?" Tanya Rigel sekali lagi untuk memastikan kalau pendengarannya tidak salah.


"Ayo kita buat adik untuk Renata dan Renita." Jawab Carina seraya memeluk Rigel.


Rigel tersenyum kecut lalu melepaskan pelukan Carina.


"Kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu?" Tanya Rigel heran.


"Rena dan Reni sebentar lagi empat tahun, dan sebentar lagi mereka akan masuk sekolah. Kalau mereka sekolah, aku dirumah sama siapa? Aku pasti kesepian. Makanya, ayo kita buat anak yang banyak. Kalau perlu setiap tahun kita buat anak. Jadi aku tidak akan kesepian." Jawab Carina dengan wajah memelas.


"Carina, kamu sadar apa yang barusan kamu katakan?"


Carina menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita buatkan adik untuk Rena dan Reni, Rigel." Rengek Carina seraya menggoyang-goyangkan lengan Rigel.


Rigel menghela nafasnya kasar seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir kenapa tiba-tiba Carina seperti itu. Rigel pun menepis tangan Carina dari tangannya lalu berjalan menuju ruang ganti.


Carina yang tidak putus asa mengekori Rigel ke ruang ganti.

__ADS_1


"Rigel... Ayo.." rengek Carina di belakang Rigel.


Rigel tidak menjawab. Ia hanya terus mendumel dalam hatinya seraya mengambil pakaian dari dalam lemari.


"Kenapa tidak dari dulu kamu mengajak ku seperti itu!! Satu tahun lebih Pejantan tangguh ku menganggur dan sekarang aku sudah menemukan wanita yang bisa memberi ku segalanya bahkan sekarang dia sedang mengandung anak ku! Setelah aku mendapatkan itu semua, baru kamu mengajak ku membuat anak!! Itu mustahil Carina!! Pejantan tangguh ku sudah tidak selera melihat mu." Dumel Rigel dalam hatinya.


"Dan tidak mungkin juga aku menyentuh mu lagi, karena aku ingin bercerai dari mu!! Kalau sampai aku menyentuh mu dan kamu benar-benar hamil, maka habislah aku!!" Dumelnya lagi dalam hati.


Kesal karena Rigel tidak memperdulikannya, Carina pun menutup pintu lemari lalu berdiri tepat di depan Rigel.


"Carina minggir, aku ambil baju dulu." Ucap Rigel dengan nada yang ia buat selembut mungkin.


Bukannya minggir atau menjawab, Carina malah menyentuh otot perut Rigel.


Dengan sangat lembut Carina menyentuh perut kotak-kotak suaminya.


Pelan tapi pasti, tangan Carina pun membuka handuk yang masih melilit di pinggang Rigel.


Merasakan Carina hendak membuka handuknya, tangan Rigel cepat-cepat menahan tangan Carina lalu membuka matanya.


Carina dan Rigel pun saling menatap tanpa satu patah kata yang keluar dari bibir mereka.


Perlahan Carina mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rigel.


"Mari bercinta Rigel Sayang." Bisik Carina dengan suara yang sangat seksi di telinga Rigel.

__ADS_1


Setelah berbisik di telinga Rigel, Carina pun mulai memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Rigel.


Untuk sesaat Rigel terbuai dengan sengatan yang di berikan Carina. Sampai-sampai Rigel lupa kalau dirinya sudah memiliki Aluna dan anak yang ada dalam kandungan Aluna.


Namun saat Carina mulai memberi sengatan di bagian perutnya, Rigel pun tersadar.


"Carina stop!!!" Cepat-cepat Rigel menahan kepala Carina yang hampir sampai pada Pejantan tangguhnya yang sudah berdiri tegak namun masih tertutup handuk.


Carina tidak memperdulikan larangan Rigel.


Walau kepalanya di tahan oleh Rigel namun tangannya masih bisa di pakai untuk membuka lilitan handuk.


Handuk pun jatuh ke lantai dan kini terpampang dengan jelas Pejantan tangguh yang sudah siap bertarung.


Cepat-cepat Carina menangkap Pejantan tangguh itu dengan tangannya lalu memijatnya lembut.


"Sssh.. ah, ssss-tttop Carina!!" Rigel mencoba menarik tangan Carina, tapi semakin Rigel menarik tangan Carina, Carina malah semakin mempercepat pijatannya dan itu membuat gairah Rigel menggelora.


Mendengar Rigel mendes*ah, Carina tersenyum puas. Ia pun makin mempercepat pijatannya pada Pejantan tangguh hingga tubuh Rigel tak sanggup menolak sentuhan yang Carina berikan.


Tangan Rigel yang sejak tadi menahan kepala dan tangan Carina, semakin lama semaki melemas dan tak lagi memegang kepala dan tangan Carina, tanda kalau Rigel menikmati pijatan Carina.


Karena tangan Rigel sudah tidak lagi menahan kepala Carina, Carina pun mendekatkan wajahnya pada Pejantan tangguh lalu memasukkan Pejantan tangguh ke dalam goa bergiginya.


Untuk beberapa detik, Rigel membayangkan Aluna lah yang melakukan itu padanya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2