
🍁 Happy Reading 🍁
Enam bulan kemudian.
Sudah enam bulan berlalu, hasil testpack Aluna masih saja garis satu. Aluna juga sudah pasrah jika memang dirinya dan Rigel tidak diberi kepercayaan untuk memiliki anak.
Aluna juga tidak pernah lagi curiga dengan Rigel. Setiap ada yang mengganjal di hatinya, Aluna pasti langsung memberitahu Rigel. Begitu pun dengan Rigel, agar tidak memantik rasa curiga dalam hati istrinya, Rigel tak pernah lagi pulang lewat jam delapan malam. Kalaupun ada orderan yang membuat dia harus lembur, dia akan menyuruh Aluna untuk tetap tinggal di studio.
Makin hari mereka makin romantis, Aluna lebih dewasa dan Rigel lebih mengemong.
Pukul 05.00
Jam alarm di ponsel Aluna berdering.
Dengan mata yang masih tertutup, Aluna meraba nakas di sebelahnya lalu mematikan alarm.
Setelah alarm mati, Aluna pun mengerjapkan matanya lalu mengangkat tangan besar Rigel yang melingkar di perutnya secara perlahan.
Cup. Kecupan manis Aluna daratkan di bibir Rigel sekilas , setelah itu barulah Aluna turun dari ranjang.
Aluna berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi-nya terlebih dahulu setelah itu barulah Aluna keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan.
Begitulah rutinitas Aluna setiap pagi. Setiap pagi ia akan terbangun jam lima subuh, lalu membuatkan sarapan untuk dirinya dan Rigel.
Saat Aluna sedang sibuk membuatkan sarapan, di dalam kamar Rigel terbangun karena Aluna tak ada di sebelahnya.
Rigel mengambil ponsel yang ada di nakas sebelahnya dan melihat jam digital yang ada di layar ponselnya. Sudah pukul lima lewat dua puluh menit.
Rigel yakin saat ini Aluna sedang di dapur untuk menyiapkan sarapan.
Rigel pun kembali melanjutkan tidur.
Tepat pukul enam Aluna pun masuk ke dalam kamar lalu berjalan menuju ranjang untuk membangunkan Rigel.
"Mas.. Mas Rigel bangun Mas."
"Eugh.." Rigel melenguh seraya mengerjakan matanya.
"Udah selesai buat sarapannya?" Tanya Rigel.
__ADS_1
"Sudah. Ayo bangun Mas, mandi. Nanti kamu telat loh ke sekolah." Ucap Aluna seraya berjalan menuju ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Rigel.
Setelah Aluna pergi, Rigel pun beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Rigel langsung melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Ia menatap tubuh-nya dari pantulan cermin.
"Sepertinya sudah lama deh aku sama Aluna gak bercinta di dalam kamar mandi." Gumam Rigel.
Rigel pun tersenyum saat ide licik terlintas di pikirannya.
"Lun.. Luna.." panggil Rigel dari dalam kamar mandi.
Mendengar Rigel memanggilnya, cepat-cepat Aluna keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju kamar mandi.
"Iya Mas kenapa?" Tanya Aluna.
"Ambilin handuk dong, Lun." Ucap Rigel.
"Kan ada disitu." Jawab Aluna.
"Gak ada Lun, bathrobe semua disini." Jawab Rigel.
"Kamu kan tahu aku gak suka pake bathrobe." Balas Rigel.
"Iya.. iya tunggu sebentar." Balas Aluna.
Mau tak mau Aluna pun mengambilkan handuk ke lantai bawah.
"Aneh.. perasaan masih banyak deh stok handuk di kamar mandi. Kok di bilang habis." Gumam Aluna sambil menuruni anak tangga.
Padahal itu hanya modus Rigel untuk mengajak Aluna bercinta di dalam kamar mandi.
Dengan handuk ditangannya, Aluna pun kembali naik ke lantai atas lalu memberikannya pada Rigel.
Tok.. tok.. tok..
"Mas ini handuknya." Ucap Aluna.
"Buka aja Lun gak di kunci." Jawab Rigel dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tanpa rasa curiga sedikitpun Aluna pun membuka pintu kamar mandi itu.
Ceklek.
"Aaaakh..." Jerit Aluna saat Rigel langsung menarik tangannya begitu pintu kamar mandi ia buka.
Rigel tidak memperdulikan teriakan Aluna dan malah menciumi leher Aluna dengan penuh hasrat.
Aluna yang tadinya merasa geli dan ingin marah karena Rigel mengerjainya lama kelamaan malah terbawa arus dan membalas sengatan-sengatan yang di berikan Rigel di tubuh-nya.
Sambil bibir berciuman panas, Rigel melepas satu persatu pakaian yang menempel di tubuh Aluna.
Setelah Aluna polos, Rigel pun menggendong Aluna seperti anak koala menuju bilik mandi. Rigel menyalakan air shower.
Dibawah guyuran shower, Rigel dan Aluna pun saling mencumbu dan saling melepas hasrat.
Pagi hari itu pun mereka awali dengan percintaan panas di dalam kamar mandi.
🍁🍁🍁
Pagi berganti siang.
Setelah selesai mengajar di sekolah, Rigel pun lanjut ke studio. Dimana Aluna sudah ada disana untuk mengerjakan orderan.
Tak lupa Rigel membeli makan siang untuknya dan Aluna.
Kini Rigel sudah berada di studio.
Rigel melihat ada mobil CRV hitam terparkir di depan studio-nya. Rigel pikir itu adalah mobil customer yang ingin memesan souvenir.
Dengan satu kantong plastik yang berisi dua bungkus nasi padang pesanan Aluna, Rigel pun masuk ke dalam studio.
Karena Rigel tak melihat Aluna dan tamu yang ia pikir customer itu di lantai satu, Rigel pun naik ke lantai atas.
"Lun.. Luna.." panggil Rigel seraya menaiki anak tangga.
Sesampainya di lantai atas mata Rigel langsung membulat saat melihat tamu yang ia customer itu.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...