
🍁 Happy Reading 🍁
Dan Aluna pun menemukan cara yang bisa membuktikan perselingkuhan Rigel.
Aluna berjalan menuju kamar mandi.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Aluna langsung membuka pintu kamar mandi.
Ceklek.
Rigel yang sedang menikmati guyuran air pancuran shower sontak menoleh ke arah pintu.
"Kenapa?" tanya Rigel saat melihat Aluna yang sedang berjalan mendekatinya.
Aluna diam dan hanya terus berjalan mendekati Rigel yang ada didalam bilik mandi.
Sesampainya di dalam bilik kamar mandi, Aluna langsung mencari jejak perselingkuhan Rigel di tubuh Rigel.
Tempat pertama yang Aluna cari adalah di bagian leher, bagian leher depan dan bagian belakang. Ia mencari tanda merah atau bekas cakaran disana. Tapi tidak ad.
Karena tidak ada tanda apa-apa di bagian leher Rigel, Aluna pun berpindah ke bagian dada, lalu punggung, lalu bokong, lalu perut dan turun ke bagian paha Rigel. Tapi di semua bagian itu, Aluna tidak menemukan tanda apa-apa.
"Kamu ngapain sih, Lun??" Rigel yang sejak tadi diam dan hanya memperhatikan dengan heran tingkah Aluna akhirnya pun bertanya pada istrinya itu.
"Aku mau nyari jejak perselingkuhan kamu!!" jawab Aluna.
"Astaga Lun, udah aku bilang aku gak selingkuh!! Berapa kali lagi sih harus aku bilang!!" kesal Rigel.
"Udah sana kamu keluar!! Aku mau lanjut mandi!! Aku capek!!" usir Rigel.
Aluna pun keluar dari dalam bilik mandi, tapi pikirannya masih mencurigai suaminya itu.
__ADS_1
Di ruang tidur.
Aluna duduk di pinggir ranjang menunggu Rigel keluar dari kamar mandi sambil terus memikirkan cara untuk menemukan bukti perselingkuhan suaminya.
Kalau Mas Rigel selingkuh dan baru bercinta sama selingkuhannya itu, pasti Mas Rigel akan tahan lama di ranjang. Tapi kalau Mas Rigel di studio memang bekerja pasti dia akan cepet keluarnya, apalagi sudah tiga hari kami gak gak berhubungan intim.
Aku harus coba membuktikan dengan cara itu!!
Gumam Aluna dalam hati.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.
Dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan rambut yang masih basah, Rigel keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti melewati Aluna yang duduk di tepi ranjang.
Melihat Rigel sudah masuk ke ruang ganti, Aluna pun bangkit dari duduknya dan menyusul Rigel di ruang ganti.
Rigel melirik kedatangan Aluna dengan ekor matanya.
Aluna tak menjawab dan terus berjalan mendekati Rigel lalu memeluk suaminya itu dari belakang.
"Maaf yah Mas aku udah nuduh kamu selingkuh." ucap Aluna lalu mengecupi punggung suaminya itu.
Sengaja Aluna bersikap manis pada Rigel, untuk memancing gairah Rigel.
Aneh.
Gumam Rigel dalam hati.
Tangan Aluna yang tadi melingkar di perut Rigel perlahan membuka lilitan handuk Rigel. Dan Rigel hanya melirik apa yang sedang tangan Aluna lakukan.
Namun saat lilitan handuk itu terlepas, dengan cepat Rigel menahan tangan Aluna lalu membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Aluna.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain sih Lun?" Tanya Rigel.
"Aku pengen Mas." jawab Aluna seraya menggigit bibir bawahnya.
"Jadi tadi kamu marah-marah itu, nuduh-nuduh aku selingkuh itu karena lagi pengen?" tanya Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala malu-malu dari Aluna.
"Astaga Lun, kalau pengen tinggal bilang aja Sayang, ngapain ngajak ribut dulu sih. Gak dosa kok istri ngajak suami duluan, malah kamu dapet pahala." jawab Rigel seraya mencubit gemas dagu istrinya itu.
Rigel pun menarik tangan Aluna, dimana tangan itu sedang memegang erat lilitan handuk yang sudah hampir terlepas.
Handuk pun terlepas dari tubuh Rigel dan jatuh ke lantai.
Rigel pun mengarahkan Aluna untuk memegang Pejantan Tangguhnya.
"Lakukan lah apa yang mau kamu lakukan Lun." ucap Rigel.
Aluna pun mulai memijat-mijat Pejantan Tangguh Rigel yang masih tidur itu sampai Pejantan Tangguh itu bangun dan berdiri tegal.
Desa han- desa han kecil tak henti-hentinya keluar dari mulut Rigel saat Aluna memijat Pejantan Tangguhnya.
Setelah Pejantan Tangguh bangun, Aluna pun berjongkok didepan Pejantan Tangguh lalu memasukkannya ke dalam goa bergiginya lalu memijat Pejantan Tangguh itu dengan mulutnya.
"Ouh.. ah.." des ah Rigel merasakan kenikmatan pijatan mulut Aluna pada Pejantan Tangguhnya.
Tak ingin Aluna aktif sendirian, Rigel pun menghentikan aksi Aluna yang sedang memijat Pejantan Tangguhnya dengan mulutnya, ia menarik kepala Aluna lalu mencium bibir Aluna dengan sangat rakus sambil tangannya membuka semua kain yang melekat ditubuh Aluna sampai Aluna polos. Kini keduanya sudah sama-sama polos.
Setelah tubuh Aluna polos, Rigel pun menggendong Aluna seperti anak koala dan berjalan menuju ruang tidur dengan bibir yang masih bertautan.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1