Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 94


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Rumah sakit.


Rigel berlari sekencang-kencangnya menuju ruang observasi persalinan dimana sekarang kondisi Aluna sedang di perhatikan secara khusus.


Di depan ruang observasi terlihat Joey yang sedang mondar-mandir di depan pintu sedangkan Jessy terlihat sedang duduk di kursi sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sepertinya Jessy sedang menangis.


"Joey.. Jessy!!" Panggil Rigel dari jauh sambil terus berlari menghampiri Joey dan Jessy.


Sontak Joey dan Jessy pun menoleh ke arah Rigel.


"Dimana Aluna, bagaimana keadaannya?" Tanya Rigel setelah sampai tepat di hadapan Jessy.


"P-Pak..." Lirih Jessy sambil menangis.


Melihat Jessy menangis, Rigel semakin yakin keadaan Aluna tidak baik-baik saja. Rigel pun menoleh ke arah Joey yang sudah ada disamping Jessy.


"Apa yang sebenarnya terjadi Joey?" Tanya Rigel.


"Istri Bapak tadi datang, dia berpura-pura menjadi cleaning servis dan langsung..."


Mata Rigel membulat saat Joey mengatakan Carina datang dan berpura-pura menjadi cleaning servis.


"Langsung apa?" Tanya Rigel tidak sabaran karena Joey menggantung kata-katanya.


"Huaaaa..." Tiba-tiba Jessy kembali histeris.


"Istri Bapak memukul perut Aluna dengan balok kayu, Pak." Kata Jessy sambil menangis.


Mata Rigel makin membulat sempurna mendengar jawaban Jessy.


"Balok kayu? Kok bisa? Terus kenapa kamu gak lihat? Terus kamu kemana Joey?" Tanya Rigel pada Jessy dan Joey dengan nada yang meninggi.

__ADS_1


Mendengar nada suara Rigel yang meninggi Jessy semakin histeris.


"Kejadiannya begitu cepat Pak, waktu kejadian saya pergi mencari makan siang untuk saya dan Jessy. Sedangkan Jessy saat cleaning servis itu masuk, dia sedang ada di kamar mandi." Jawab Joey.


Rigel terduduk lemas mendengar cerita Joey.


"Ini semua salah ku.. ini semua salah ku!! Harusnya aku menyelesaikan masalah rumah tangga ku terlebih dahulu sebelum aku menjalin hubungan dengan Aluna!! Sekarang gara-gara aku, Aluna jadi menderita seperti ini." Ucap Rigel menyalahkan dirinya sendiri.


"Sudah Pak, semua sudah terjadi. Menyesal pun sudah tidak ada guna-nya." Sahut Joey.


Ceklek. Tidak lama pintu ruang observasi terbuka.


Melihat pintu terbuka, Rigel pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati pintu disusul Jessy dan Joey di belakang Rigel.


Dan ternyata dokter yang menangani Aluna lah yang keluar dari dalam ruang observasi.


"Bagaimana istri saya dok?" Tanya Rigel.


Dokter menghela nafasnya kasar.


DUUUAAAR..


Bagai tersambar petir, tubuh Rigel langsung terhuyung ke belakang mendengar kata-kata dokter. Untung saja Joey cepat-cepat menahan dari belakang.


"Kami akan melakukan tindakan operasi untuk mengangkat janin kembar yang ada dalam kandungan istri Bapak. Jadi tolong Bapak tanda tangani surat persetujuannya." Kata dokter lagi.


"Sus, berikan berkas-berkas yang harus di tanda tangani Bapak ini." Perintah dokter pada perawat yang berdiri di sebelahnya.


"Baik dok." Jawab perawat.


Dokter pun berlalu dari hadapan Rigel untuk menyiapkan dirinya mengoperasi Aluna.


"Mari Pak, ikut saya."

__ADS_1


"Apa boleh saya lihat istri saya dulu?" Tanya Rigel.


Melihat wajah Rigel yang memelas, perawat itu pun jadi tidak tega. Padahal di dalam ruangan Aluna sedang dalam proses pensterilan.


"Silahkan Pak, tapi jangan lama-lama yah. Karena istri Bapak harus di sterilkan." Jawab perawat itu.


Rigel pun berjalan dengan langkah lemah memasuki ruang observasi untuk melihat keadaan Aluna.


"Mas..." Lirih Aluna lemah saat melihat Rigel di depan pintu.


"Sayang..." Tangis Rigel pecah saat melihat wajah Aluna yang pucat dan sudah memakai daster untuk masuk keruang operasi.


Rigel langsung memeluk Aluna.


"Anak-anak kita Mas.." lirih Aluna lemah, ia sudah dalam pengaruh obat bius sekarang.


"Maafin aku Sayang, maafin aku. Gara-gara aku, kamu jadi menderita begini." Ucap Rigel sambil menangis dalam pelukan Aluna.


"Kamu harus kuat Sayang, kita akan melewati ini berdua. Aku gak akan ninggalin kamu, aku akan selalu ada disamping kamu." Kata Rigel lagi.


"Sudah yah Pak, istrinya mau di sterilin dulu." Tegur perawat.


"Apa saya bisa masuk ruang operasi sus? Saya ingin mendampingi istri saya." Mohon Rigel.


Perawat yang ditanyai Rigel menoleh ke arah perawat yang lainnya.


"Sebentar yah Pak, kami tanya dokter dulu." Jawab perawat itu.


Perawat yang lainnya pun menghubungi dokter dan ternyata dokter mengizinkan Rigel untuk mendampingi Aluna.


Rigel pun di minta untuk ikut mensterilkan tubuhnya tapi sebelumnya Rigel menuntaskan kewajibannya menandatangani surat persetujuan tindakan operasi setelah itu barulah ia mensterilkan tubuhnya dan ikut masuk dengan Aluna ke ruang operasi.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2