Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 39


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kini mobil Rigel sudah terparkir mulus di parkiran gedung yang menjulang tinggi.


"Kita ngapain kesini Mas?" Tanya Aluna dengan mata yang membulat kaget. Karena gedung yang menjulang tinggi itu adalah gedung hotel bintang lima yang pastinya berkelas internasional.


"Karena disinilah kejutan terakhir yang aku siapkan untuk mu berada." Jawab Rigel.


Pikiran Aluna langsung memikirkan ke arah yang tidak-tidak.


"Jangan-jangan Mas Rigel mau..."


Cletak. Saat Aluna sedang memikirkan hal yang tidak-tidak dalam hatinya tiba-tiba saja Rigel menyentil kening Aluna dengan pelan.


"Iiikh Mas Rigel sakit!!" Protes Aluna manja seraya mengusap keningnya.


"Makanya jangan mikir yang aneh-aneh!" Balas Rigel.


"Siapa yang mikir yang aneh-aneh Mas?!" Balas Aluna.


"Gak usah bohong, kerutan di kening kamu udah nunjukin kalau kamu lagi mikir yang aneh-aneh." Balas Rigel.


Tiba-tiba saja Rigel mendekati Aluna.


"Tapi kalau kamu mau kita buat yang aneh-aneh juga gak pa-pa kok, aku siap." Bisik Rigel dengan suara menggoda.


Blush. Wajah Aluna langsung memerah seketika.


"Apaan sih Mas!" Balas Aluna seraya mendorong pelan tubuh Rigel dan di balas dengan kekehan kecil dari Rigel.

__ADS_1


"Udah yuk keluar." Ajak Rigel seraya melepaskan sabuk pengaman Aluna.


Mereka pun keluar dari dalam mobil lalu berjalan beriringan sambil bergandengan tangan layaknya orang yang sedang kasmaran memasuki gedung hotel.


Karena Rigel sudah memesan kamar, jadi mereka langsung berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana kamar hotel yang sudah Rigel pesan berada.


🍁🍁🍁


Kini Rigel dan Aluna sudah berada di dalam kamar VVIP hotel bintang lima tersebut.


Aluna berjalan seraya melihat desain interior kamar hotel tersebut. Menurutnya sangat pantas kalau hotel ini mendapat bintang lima karena desain dan barang-barang yang ada di dalam kamar begitu mewah.


Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati Aluna.


"Bukan kah Mas Rigel tadi bilang ingin memberi ku kejutan yang lain? Tapi dimana kejutannya?" Gumam Aluna dalam hati karena di sekeliling kamar Aluna tidak melihat benda-benda yang membuatnya terpukau seperti waktu di restoran tadi.


"Gimana suka sama kamar-nya?" Tanya Rigel.


"Memangnya kamu mau kejutan apa?" Tanya Rigel.


"Ya satu buket bunga ukuran jumbo atau boneka beruang berukuran jumbo misalnya." Jawab Aluna.


Rigel menggelengkan kepalanya.


"Kejutan yang ingin aku tunjukkan kali ini lebih besar dari yang kamu bilang itu." Jawab Rigel.


"Benarkah? Mana?" Tanya Aluna makin penasaran sambil matanya melirik ke kanan dan kiri.


"Disana." Jawab Rigel sambil menunjuk balkon yang ada di ruang tidur.

__ADS_1


Mata Aluna pun menoleh ke arah yang Rigel tunjukkan. Karena penasaran, Aluna pun langsung berjalan menuju balkon.


Kosong. Tidak ada apa-apa disana.


"Hish, Mas Rigel pasti ngerjain aku!" Geram Aluna. Aluna pun membalikkan tubuhnya dan hendak melayangkan protes pada Rigel.


Namun begitu ia membalikkan tubuhnya, matanya langsung membulat dan dua tangannya menutupi mulutnya.


Karena saat ini Rigel sedang berlutut di hadapannya seraya menyodorkan kotak beludru merah dengan satu cincin berlian berbentuk hati di dalam-nya.


"M-Mas Ri-gel." Lirih Aluna dengan suara yang bergetar melihat cincin berlian yang ada di dalam kotak beludru itu.


"Aku tahu hubungan kita salah Lun, tapi aku sangat serius menjalin hubungan ini dengan mu. Aku ingin menjadikan mu milikku selamanya. Tapi aku tidak bisa melakukan itu sekarang, karena hal yang kamu sangat tahu alasannya." Rigel menjeda sejenak kata-katanya.


"Lun, cincin ini memang bukanlah cincin yang akan mengikat kita dalam ikatan pernikahan, tapi aku janji suatu hari nanti aku pasti menyematkan cincin pernikahan di jari manis kamu. Namun sambil menunggu hari itu akan datang, mau kah kamu menerima cincin ini sebagai pengikat hubungan kita?" Lanjut Rigel.


Aluna sangat terharu dengan kata-kata Rigel yang terdengar sangat tulus, sangking terharu-nya ia sampai-sampai menitikkan air mata.


Tak perlu pikir panjang Aluna langsung menganggukkan kepalanya.


Melihat Aluna mengangguk, Rigel pun berdiri lalu mengeluarkan cincin berlian berbentuk hati itu dari dalam kotak beludru lalu menyematkannya di jari manis tangan kanan Aluna.


Setelah cincin tersemat di jari manis Aluna, Aluna pun langsung memeluk Rigel dengan sangat erat.


"Makasih Mas. I love you Mas Rigel. Very very love you." Ucap Aluna.


Rigel melepaskan pelukan Aluna dari tubuhnya.


"Aku juga sangat sangat sangat mencintai mu Aluna." Balas Rigel dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Aluna.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2