Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
BonChap 15


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Serangkaian acara resepsi pun sudah selesai. Aluna dan Rigel juga hadir di hari bahagia Carina dan Robby itu. Tapi Rigel dan Aluna tidak berlama-lama berada di resepsi itu mengingat keluar Carina pernah menjadi bagian dari keluarganya juga. Agar suasana pesta tetap nyaman, maka dari itu Rigel dan Aluna memilih untuk menyalami Carina dan Robby saja tanpa menikmati makanan yang ada di pesta.


Setelah semua tamu berpulangan dan hanya menyisakan orang tua kedua belah pihak, orangtua Robby pun menyuruh Robby untuk segera pulang ke hotel. Robby yang malu-malu mau pun akhirnya membawa Carina pulang ke hotel.


Kini mereka sudah berada di kamar hotel.


"Kamu mau mandi duluan atau aku yang mandi duluan?" Tanya Carina.


"Kamu aja dulu." Jawab Robby canggung.


Carina pun berjalan menuju meja rias dan melepaskan aksesoris yang ada di kepala, leher dan tangannya.


"Tolong bukain gaun aku dong." Ucap Carina. Bukan bermaksud ingin memancing tapi karena memang dirinya kesulitan membuka resleting gaun.


Robby yang sejak tadi duduk di sofa yang ada di depan ranjang pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Carina.


Ia pun membantu Carina menurunkan resleting gaun Carina.


Saat resleting terbuka setengah, wajah Robby langsung memerah. Ia menelan saliva-nya susah payah saat melihat punggung mulus Carina. Cepat-cepat Robby mengalihkan pandangannya dari punggung Carina sambil tangannya terus menurunkan resleting gaun itu.


Carina yang melihat perubahan wajah Robby dari pantulan cermin hanya tersenyum tipis karena tahu pasti saat ini Robby sedang grogi.


Carina pun sama dengan Robby, ia juga grogi tapi tidak se-grogi Robby karena ini bukan lah yang pertama kali untuk Carina.

__ADS_1


Setelah resleting sudah turun sampai ke bawah, cepat-cepat Robby berjalan menuju sofa. Begitu pun juga dengan Carina, ia juga cepat-cepat berjalan menuju kamar mandi dan baru akan melepas gaunnya di kamar mandi.


Setelah pintu kamar mandi tertutup barulah Robby bernafas lega.


Robby pun langsung mencari di internet cara untuk memuaskan wanita di malam pertama. Ia agak insecure dengan senapan air kentalnya, meski nilai tembakan Robby selalu memuaskan tapi kalau untuk tembakan yang satu itu Robby kurang percaya diri, apalagi Carina bukanlah gadis. Ia takut tak bisa melebihi durasi Rigel.


Dari beberapa metode yang Robby baca, ada dua metode yang ingin Robby coba, pertama metode stop dan tahan, kedua metode di keluarkan lebih dulu sebelum berhubungan intim. Ada juga yang mengatakan untuk menggunakan obat kuat, tapi Robby tidak ingin menggunakan itu, ia ingin tahan lama dengan alami.


Dua puluh menit kemudian.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.


Carina keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe serta handuk kecil yang menggulung rambutnya.


Setelah Carina keluar, barulah Robby berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Iya." Jawab Carina.


Robby pun cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Robby memainkan dulu senapan air kentalnya dengan bantuan Tante Scarla. Ia menggunakan metode kedua yang tadi dia baca di internet. Sudah dua hari air kentalnya tidak keluar, jadi tidak sampai lima menit cairan kental itu pun keluar.


"Huh... Untung saja belum ku pakai. Kalau ku pakai, malunya aku tidak sampai lima menit sudah keluar." Gumam Robby.


Setelah mengeluarkan air kentalnya barulah Robby membersihkan tubuhnya. Setiap lipatan-lipatan ia gosok agar tidak ada daki yang menempel ditubuhnya. Maklum saja, selama ini Robby kalau mandi hanya sekedar menyabuni tubuhnya tanpa menggosoknya.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian Robby pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Carina yang sedang mengeringkan rambutnya di meja rias sontak menoleh ke arah pintu kamar mandi.


Melihat penampakan tubuh Robby yang kekar dan berotot serta bulu dada yang tumbuh di dadanya membuat hasrat Carina yang sudah lama menjanda meronta-ronta. Di bawah sana, bibir si dede tembem sudah bergetar-getar sambil berkata, "tusuk adek, bang, tusuk."


"Bajunya udah kamu siapin?" Tanya Robby sambil berjalan mendekati Carina dan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Sudah. Itu di ranjang." Jawab Carina sambil mengalihkan pandangannya dari Robby dan menunjuk ke arah ranjang.


Robby hanya melirik ke arah ranjang lalu melihat ke arah Carina yang sedang mengeringkan rambutnya.


"Sini aku bantu ngeringin rambut kamu." Ucap Robby basa-basi. Ia sebenarnya ingin memakai pakaiannya, tapi malu jika harus mengganti pakaiannya di depan Carina. Tapi ia juga tidak enak kalau harus membawa pakaiannya itu ke kamar mandi dan menggantinya disana. Takut Carina tersinggung.


"Udah kering kok Rob. Mending rambut kamu aja yang aku keringin." Balas Carina.


Carina pun berdiri dari tempat duduknya dan mendudukkan Robby di kursi. Carina pun mulai mengeringkan rambut Robby.


Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Carina asyik melihat ke arah rambut Robby sambil mengeringkannya sedangkan Robby melihat Carina dari pantulan cermin.


Saat ini Carina masih memakai bathrobe. Dan Carina tidak sadar kalau belahan bathrobe-nya terbuka sedikit. Walau hanya terbuka sedikit, tapi masih bisa terlihat oleh Robby penampakan gundukan gunung susu Carina. Apalagi gundukan milik Carina itu lumayan besar.


Berkali-kali Robby menelan saliva-nya sambil matanya tak berhenti melihat gundukan itu dari pantulan cermin, gara-gara itu Robby pun jadi berfantasi liar, senapan air kentalnya sudah membidik di balik handuk.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2