Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 73


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Dokter Tom sangat pintar, agar aksi bejad-nya pada Carina tidak di ketahui keluarga Carina, makanya dokter Tom tidak mengizinkan ada keluarga yang masuk ke dalam ruang hypnoterapi dan mengunci pintu ruangan.


Dan perlu di ketahui, orang yang memberi laporan pada Papa mertua Rigel kalau waktu itu Rigel tidak lagi mengantar Carina adalah dokter Tom. Maksud dan tujuan dokter Tom mengadu seperti itu karena dokter Tom ingin Papa mertua Rigel mulai mencurigai perselingkuhan Rigel dan berharap Papa mertua Rigel itu meminta Rigel segera menceraikan Carina. Jika Rigel dan Carina bercerai, dokter Tom yakin kalau Carina pasti semakin depresi apalagi kalau Carina tahu suaminya menceraikannya karena suaminya punya selingkuhan.


Setelah selesai memuaskan hasratnya pada Carina yang sedang di bawah pengaruh obat, barulah dokter Tom membuka pintu-nya.


Melihat pintu terbuka, Mama mertua Rigel pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati dokter Tom yang berdiri di depan pintu.


"Bagaimana Carina?" Tanya Mama mertua Rigel itu.


"Dia sedang tertidur. Tadi sempat histeris sedikit, tapi langsung bisa saya atasi. Biarkan saja dia beristirahat, jangan bangunkan dia." Ucap dokter Tom.


Mama mertua Rigel pun menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruang hypnoterapi untuk melihat kondisi Carina. Dokter Tom pun mengekori Mama mertua Rigel dari belakang.


"Jadi bagaimana, Carina tidak bisa kan melayani suaminya di ranjang?" Tanya Mama mertua Rigel seraya menatap dalam wajah Carina.


"Bisa Bu. Tapi dia harus dibantu dengan obat yang bisa membuat dirinya tetap percaya diri melayani suaminya." Jawab dokter Tom berbohong dan dengan bodohnya Mama mertua Rigel percaya.


"Tidak jadi masalah, resepkan saja obat itu yang penting Carina bisa melayani suaminya!" Ucap Mama mertua Rigel.


Dokter Tom tersenyum penuh arti. Dia pun berjalan menuju meja-nya lalu memberi resep obat untuk Carina.


🍁🍁🍁


Pukul 17.00


Pentas seni hari ketiga pun berakhir. Dengan berakhirnya pentas seni hari ketiga ini, itu berarti berakhir sudah perhelatan tahunan yang di lakukan Universitas Segala Seni.


Setelah semua pengunjung pulang, para mahasiswa yang patung-patungnya di pamerkan pun keluar dari dalam aula.

__ADS_1


Hubungan Jessy dan Aluna sudah merenggang. Sejak tadi mereka tidak saling bertegur sapa.


Jessy pulang begitu saja tanpa berpamitan pada Aluna. Sedangkan Aluna ia sama sekali tidak peduli jika Jessy tidak menyapanya, karena sudah ada orang lain yang lebih penting baginya, siapa lagi orang itu kalau bukan Rigel.


Mata Aluna berkeliling mencari Rigel, tapi Aluna tidak bisa menemukan Rigel dimana-mana.


Karena tidak menemukan Rigel dimana-mana, Aluna pun memutuskan untuk mengirim pesan pada Rigel.


📱 Aluna : Kamu dimana Mas? Ada yang harus kita bicarakan, penting! Aku tunggu di studio tembikar.


Pesan pun terkirim.


Setelah selesai mengirim pesan, barulah Aluna beranjak meninggalkan kampusnya dan pergi ke studio tembikar dengan menaiki ojek online.


Sedangkan yang di kirimi pesan sama sekali tidak membuka ponselnya sampai dia pulang kerumah.


🍁🍁🍁


Pukul 19.30


Kini Rigel sudah sampai di rumahnya.


"Tumben sudah pulang jam segini?" Tanya Mama mertua Rigel pada menantunya saat Rigel sudah sampai di ruang keluarga dan hendak berjalan menuju kamarnya.


"Iya Ma, pentas seni kan sudah selesai." Jawab Rigel.


"Kamu sudah makan?" Tanya Mama mertua Rigel lagi pura-pura perhatian.


"Sudah Ma, tadi selesai pentas seni Rektor mengajak kami staf dosen makan di restoran."


"Oh..." Balas Mama mertua Rigel dengan membulatkan mulutnya.

__ADS_1


"Kamu duduk dulu disini. Mama punya teh herbal untuk kamu. Biar tubuh kamu sehat dan segar selalu." Ucap Mama mertua Rigel seraya menarik tangan Rigel dan membawa Rigel menuju sofa lalu mendudukkan Rigel di sofa.


"Tunggu yah." Ucap Mama mertua Rigel lalu berjalan setengah berlari menuju dapur.


Rigel mengernyitkan keningnya heran dengan sikap Mama mertuanya yang tiba-tiba baik.


Tak lama Mama mertua Rigel itu pun datang dengan secangkir teh herbal lalu memberikannya pada Rigel.


"Ini minum." Suruh Mama mertua Rigel.


"Kok Mama tiba-tiba perhatian sama Rigel?" Tanya Rigel.


"Cih.. jadi kamu mau-nya Mama itu ketus terus sama kamu, gitu? Heran deh, Mama perhatian salah, Mama ketus juga salah!! Memang yah yang namanya mertua itu selalu salah di mata menantu." Ucap Mama mertua Rigel.


"Bukan gitu Ma.."


"Ya udah lah kalau kamu gak mau minum! Sini Mama buang aja!" Potong Mama mertua Rigel seraya hendak mengambil lagi cangkir yang Rigel pegang.


"Eh.. jangan Ma, jangan, biar Rigel minum." Ucap Rigel.


Meski sebenarnya ia masih meragukan Mama mertuanya, tapi Rigel tetap menenggak teh herbal buatan Mama mertuanya itu.


Melihat Rigel menenggak teh herbal itu, Mama mertua Rigel tersenyum penuh arti.


"Kena kamu Rigel!! Kali ini kamu tidak akan bisa menahan gejolak hasrat mu." Gumam Mama mertua Rigel dalam hati. Karena teh herbal yang Mama mertua Rigel buatkan itu sudah ia campur dengan obat perangsang.


Disaat Mama mertua Rigel sedang menjalankan misi penyelamatan rumah tangga putrinya, lalu kemana Papa mertua Rigel?


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2