Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 80


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Setelah tiga hari berada di persembunyian untuk menenangkan diri dan memantapkan pilihannya, akhirnya Rigel pun keluar dari persembunyiannya dengan pilihan yang sudah ia mantapkan.


Ia akan tetap pada pendiriannya menceraikan Carina dan akan menikahi Aluna.


Bukan karena Carina yang sedang depresi dan tidak bisa melayani-nya, tapi dia sudah merasa lelah dengan intimidasi-intimidasi yang dilakukan oleh orangtua Carina padanya. Orangtua Carina selalu menuntutnya untuk menjadi suami dan menantu yang sempurna baik itu sebelum Carina depresi.


Dimata orangtua Carina, apa yang di lakukan Rigel selalu salah, kerja keras Rigel untuk membahagiakan putri bungsu mereka tidak pernah di hargai. Padahal Rigel sudah memberikan kehidupan yang sangat layak untuk Carina, tapi di mata orangtua Carina itu masih kurang. Maklum saja, Rigel bukan lah menantu tipe ideal mereka.


Mungkin, kalau Rigel memiliki rumah tiga tingkat dan memakai lift serta memiliki fasilitas kolam renang dan halaman belakang yang luas, serta mobil mewah yang berjejer di garasi rumah, barulah orangtua Carina mengakui kesuksesan Rigel.


🍁🍁🍁


Rigel mengambil ponselnya, ia baru sadar kalau ternyata ponselnya mati daya.


Karena tidak membawa charger ponsel, Rigel pun meminjam charger ponsel pada karyawan resort dan mengisi daya ponselnya setidaknya sampai ponselnya bisa di aktifkan.


Lima belas menit waktu yang Rigel rasa cukup untuk mengisi daya ponselnya.


Rigel pun mengaktifkan ponselnya.


Begitu ponselnya menyala, pesan masuk pun beruntun masuk ke ponselnya.

__ADS_1


Selain pesan dari rekan kerjanya sesama dosen, ada juga pesan masuk dari Aluna.


Rigel tidak memperdulikan pesan masuk dari rekan kerjanya sesama dosen, karena sudah pasti isi pesan itu hanya menanyakan keberadaan Rigel atau menanyakan alasan Rigel tidak masuk.


Rigel memilih untuk membuka pesan dari Aluna.


πŸ“± Aluna : Kamu dimana Mas? Ada yang harus kita bicarakan, penting! Aku tunggu di studio tembikar.


"Astaga ini pesan empat hari yang lalu." Lirih Rigel.


Rigel pun membuka pesan Aluna satu persatu.


πŸ“±Aluna : Mas, kamu dimana? Katanya hari ini kamu mau ajak aku kerumah orang tua kamu!! Katanya kamu mau ngenalin aku ke orangtua kamu! Kamu dimana Mas? Jangan ngilang gini Mas!!


πŸ“±Aluna : Mas, kamu kenapa gak bisa di hubungi sih Mas? Kamu gak lari dari tanggung jawab kan Mas?


Dan pesan yang terakhir itu adalah pesan yang tadi malam Aluna kirim untuknya.


Rigel pun hendak menghubungi Aluna, namun kali ini justru ponsel Aluna lah yang tidak bisa di hubungi.


Tak ingin membuang waktu, Rigel pun langsung keluar dari resort dan berlari menuju mobilnya.


Saat ia baru menyalakan mesin mobil, tiba-tiba ponselnya berdering.

__ADS_1


Joey. Nama yang tertera di layar ponsel Rigel.


Melihat nama Joey, pikiran negatif tentang Aluna pun bergentayangan di kepala Rigel. Rigel takut Joey menghubunginya untuk memberikan kabar tidak enak tentang Aluna.


Cepat-cepat Rigel menggeser tombol hijau.


"Halo Joey." Jawab Rigel mencoba tetap tenang.


"Pak Rigel kemana aja sih? Dari tadi di teleponin gak bisa-bisa!!" Omel Joey.


"Saya sibuk. Ada apa?" Tanya Rigel.


"Aluna masuk rumah sakit. Kandungannya sempat mengalami masalah, tapi untungnya langsung cepat mendapat penanganan jadi sekarang Aluna dan anak Bapak baik-baik saja." Jawab Joey tanpa basa-basi.


Mata Rigel membulat kaget. Selain kaget mendengar kabar Aluna yang masuk rumah sakit, ia juga kaget karena Joey sudah tahu tentang hubungannya dengan Aluna dan sekarang Aluna tengah hamil anaknya.


"Ka-kamu-"


"Gak ada waktu buat terkejut Pak!! Cepetan Pak Rigel datang ke rumah sakit yang di dekat kampus! Aluna butuh Pak Rigel sekarang." Potong Joey yang tahu apa yang ingin Rigel katakan.


"I-iya saya segera kesana. Tolong kamu jaga Aluna sampai saya datang." Balas Rigel.


Tanpa mendengar jawaban dari Joey, Rigel pun langsung mengakhiri panggilan teleponnya dengan Joey lalu melajukan mobilnya keluar dari area resort.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2